Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu

Gadis Tomboy Pindah Ketubuh Gadis Cupu
Karma?


__ADS_3

Sudah satu jam Keyna dirawat diruang UGD Itu, seseorang yang sudah menyelamatkannya sudah menunggunya didepan dengan raut muka tak bisa diartikan. Ia sesekali melirik jam karena memang waktu adalah uang.


Setelahnya keluar tiga dokter dari ruangan sana membuat ia spontan berdiri karena ingin bertanya. Dua dari dokter lain hanya membungkuk dan tersenyum dan tersisahkah satu dokter disana memberi salam dan hormat. “ Gimana kabar gadis tu dok?” Tanyanya sedikit khawatir, sebenarnya ia bukanlah sosok yang suka mencampuri urusan pribadi orang lain dan bukan orang yang suka peduli dengan orang lain. tapi melihat keadaan Keyna yang mengenaskan seperti itu membuat ia sedikit sedih dan miris.


Dokter itu menatap wajah sosok didepannya ini. “Mari pak Alka kita bicarakan diruangan saya saja,” Ujarnya mengulurkan tangan menunjukan arah keruanganya membuat pria bernama Alka itu mengikutinya.


Ya,, dia pria yang menawarkan kerja sama dengan Keyna. Ia itu memang sangat teliti karenanya ia masih ingat dengan cincin yang Keyna gunakan saat Keyna menyentu tahi lalat dihidungnya saat itu. Diibaratkan itu, otaknya berjalan dengan kecepatan maksimal membuat ia akan mengingat sesuatu secara fasih dan liar


Saat diruangan itu Alka dipersilahkan duduk dikursi yang dibatasi meja dari sang dokter. Sang dokter menatap Alka berani berani takut.” Pak Alka siapanya gadis itu ya?” Tanyanya. Faktanya rumah sakit ini milik dari keluarga Alka, lebih tepatnya punya nenek dari Alka membuat ia kenal dengan silsilah keluarga ini, setaunya ia tak kenal dengan Keyna.


“Itu tidak penting dok. jelaskan saja bagaimana keadaannya?” Tanya Alka dingin.


Dokter itu menelan ludah kering saat ini. mengerjab untuk menetralisir degub jantung. Salah sedikit profesinya yang menjadi ancaman. “ Begini pak. Gadis yang bapak bawah, sangat memperhatikan kondisinya. Sepertinya ia baru saja mengalami kekerasan fisik. Sebab luka yang ia dapatkan itu sangat mencolok, seperti dibagian memar diwajah, disana terdapat luka tamparan yang cukup keras, dibuktikan disana ada garis berbentuk jari tangan dipipinya. Belum lagi kaki dan tanganya seperti diikat dengan benda tajam membuat dibagian sana memar kebiru-biruan bahkan luka luka infeksi begitu banyak. Apa lagi diwajahnya itu disiram dengan air panas pak membuat wajahnya rusak parah.” Ujar sang dokter sedih menatap pak Alka.


“Lalu bagaimana lagi?” Pak Alka mengerti jika dokter ini mash menyimpan sesuatu tapi takit dibicarakan. Nampak jika diwajah dokter itu sedikit memerah dan menelan lagi kata-katanya.


“Tulang pahanya dan pinggangnya patah, yang lebih buruknya ginjal diselah kanannya remuk seperti dipukul benda tumpul pak. Karenanya kita harus melakukan operasi secepatnya.” Ujar sang dokter.


Alka diam. ia tak mengerti apa yang teradi dengan Keyna membuat ia sedikit prihatin.” Apa ia butuh donor ginjal?” Tanyanya pelan.


Sang dokterpun menggeleng.” Tidak pak, sebab satu ginjalnya tak memiliki masalah, hanya saja ia dikemudian hari akan memiliki tubuh yang tak sekuat sebelumnya, ia akan gampang capek dan sakit. ia harus menjaga pola makan dan minum.”


“Lakukan yang terbaik dok, sebisa mungkin supaya ia selamat..” Tegas Alka. Uang tak masalah baginya, namun Keyna masalah baginya. Sebab Keyna itu tambang uang dan sosok yang langkah, sosok yang berani menanggung resiko dan cerdas. Susah mencar sosok semacam dia.


“Tapi..”

__ADS_1


“Tapi apa lagi dok?!!!”


“Na na nadinya dia sangat lemah, bahkan sudah tak terdeteksi jika tak mengnakan alat pak. Karenanya, operasi ini sedikit memakan resiko..!!” Cemas setelah ia mengatakannya.


“Terserah. Pokonya ia harus tetap hidup, jika ia mati, maka kamu yang akan menanggung resikonya..!!” Setelah mengatakan itu ia berdiri lalu pergi tanpa permisi membuat dokter disana mengusap wajah kasar.


Sebenarnya kabar dan kondiri Keyna lebih buruk dari perkirakan. Wajah yang hancur, kaki yang bisa menjadi lumpuh dan fisikis yang rusak. Matanya? Itulah yang ditakutkan, para dokter takut akibat air panas itu membuat mata Keyna menjadi buta, terlebih lagi jika operasi ini gagal, akhh dokter masih sayang keluarga saat ini. ia masih memiliki anak yang harus ia biayakan makannya.


...


Dilain tempat sosok gadis cantik dibawah kerumah sakit yang sama dengan keyna, hanya beda ruangan saja. Sosok tak lain adalah Dara dan Dita. Akibat tembakan itu membuat mereka memasuki rumah sakit untuk ditangani. Hanya saja keadaan mereka berbeda jika Dita mendapatkan satu tembakan maka Dara mendapatkan dua tembakan, satu tembakan tepat mengenai titik sensitif ditubuhnya. Yaitu dibawah perutnya. Pastinya itu disengaja oleh Alex dan Boy saat menembaknya.


“Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok?” Tanya Handi saat diruangan dokter itu. Dokter yang tak lain adalah dokter Difta. dokter keluarganya Handi yang dulu metawat Keyna.


“Lalu bagaimana dengan anak saya Dara?” Khawatirnya Handi sedikit berkurang setelah mendengar kabar istrinya, begitu juga Riko dan Daren yang ada dibelakangnya. Mereka juga lega dan bersykur.


Dokter Difta mengerjab pelan.” Nona Dara memiliki kondisi yang tak begitu menyulitkan pak. Tapi Takdir yang menyulitkan saat ini..!!” Ia mendesah pelan karena ta tau harus mengatakan apa.


“Maksud dokter apa? Tolong jelaskan dengan baik-baik dok. saya tidak paham..!!” Ujar Handi tak paham, begitu juga dua putranya. Mereka juga tak mengerti meskipun sudah menjadi mahasiswa.


“Peluru yang mengenai kaki Dara mengenai tulang pahanya membuat ia akan lumpuh sementara.” Jelasnye memberi jeda sebentar.” Tapi peluru dibagian bawah perutnya mengakibatkan suatu hal yang fatal pak. Peluru itu melukai rahim dari nona Dara membuat nona Dara tak bisa memiliki anak..!!!” Ia sedikit tak enak mengatakannya.


Brak...!!” Omong osong macam apa ini?!!! bapak jangan bercanda..!!” Bentak Handi keras membuat dokter Difta terlonjak kaget dengan tangan mengelus dada.


Riko dan Daren tak kalah khawatir saat ini. mereka menenangkan papi mereka supaya tak menghajar dokter Difta. “Tapi begitulah kondisinya pak. Peluruh itu tepat mengenai rahim dari nona Dara membuat rahimnya rusak. Ini saja kita harus melakukan tindakan secepatnya, karena peluru yang melukainya itu mengandung racun membuat rahimnya infeksi. Kita harus mengangkat rahimnya supaya ia bisa bertahan hidup. Jika tidak, nona Dara tak bisa diselamatkan..!!!” Ujar dokter Difta tegas.

__ADS_1


Brak..!!” dokter bajingannn..!! bicara apa kau ha..!!!” Handi tak terima akan kenyataan membuat ia ingin menghajar dokter Difta, untunglah ditahan oleh anak-anaknya. Dokter Difta bangkit dan menghindar supaya tak mendapatkan bogeman.


“Pi... jangan begini... !!” Ujar Daren. Sebenarnya mereka juga sedih dan khawatir mendengarnya. Hanya saja mereka tak boleh egois.


“Waktu kita tidak banyak pak. Kita harus melakukan operasi, jika tidak nyawa putri bapak tidak bisa ditolong, jadi silahkan pikirlah terlebih dahulu. Saya pamit..!!” Dokter Difta memilih pergi saja supaya ia tak menjadi samsak empuk untuk melampiasan kemarahan Handi saat ini. Sebagai dokter ia tak bisa menghajar Handi, yaa.. dokter memiliki sumpah membuat mereka harus sabar dan tabah menghadapi situasi semacam ini.


“Sialan kau Keyla..!! Gara-gara kau putriku hancur..!! Mati saja kau masih menghancurkan keluargaku..!! sialan kau..!!” Teriak Handi kesal. Ia menganggap hal ini kesalahan Keyna dan itu membuat mereka marah.


“Sabar pi.. sabar..!!” Riko memukul meja geram. Matanya meneteskan air mata karena tak sanggup dengan kenyataan. Perempuan tak bisa memiliki anak? Sama saja tak memiliki harganya dimata pria.


Sebebarnya inilah alasan kenapa Boy menembak Dara bagian bawa rahim bukan dibagian jantung atau hati. Sebab tak memiliki anak bagi wanita itu lebih hancur dari pada mati..!


Setelahnya Hpnya Handi berdering membuat ia mengalihkan perhatiannya kepada HP. Disana ada telepon dari orang asing membuat ia mengangkatnya.” Halo.. ada apa ha? Siapa ini?!!” Bentaknya membuat sosok dilain tempat itu menjauhi kepalanya karena terejut.


“Ini pak. Saya menemukan nomor hp ini dari sang pemilik, sebab sang pemilik kecelakaan. Ia ditabrak, saya hanya menyampaian kabarnya..!!” Ujarnya.


“Apa?!!!” Handi membentak keras mendengar kabar putra tertuanya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2