
Dengan tenang Keyna menunggu Boy, ia duduk diatas kab depan mobilnya, mayat mereka sudah ia masukan kedalam mobil jep mereka, ia tidak mungkin membiarkan mayat itu tergeletak ditanah, meskipun disini sangat sepi tapi tidak ada yang menjamin jika orang-orang tidak lewat bukan? Ia juga meminggirkan mobil mereka supaya tidak mengganggu jalanan.
Enam menit setelahnya ada mobil Boy yang datang membuat Keyna mendengus kesal. “Katanya lima menit ini sudah lewat lo..!!!” Ujarnya kesal.
Boy yang baru saja turun dari mobil itu cengir kuda sambil mengaguruk tengkuknya yang terasa dingin. “Cuma satu menit Babe telatnya jarak dari bascam kesini itu lumayan loo.” Ujarnya, setelahnya ada satu pria yang ikut turun dari mobil Boy, Keyna tak kenal dan tak pernah melihatnya. Dia bukan anak Galaksi. Meskipun anak galaksi banyak,Tapi Key hafal. Orang-orangnya dan juga nama-nama mereka. Ia Genius..
Keyna melempar kunci mobil Jab para pembunuh itu. “Emak-amak lahiran aja enggak pernah tu bisa toleransi sama waktu, bahkan detik begitu juga peluru, kalo telat satu detik aja loe bakal bisa mati. jaqdi sekecil apapun waktu, maka itu sangat berarti tau nggak??” Ujarnya Keyna memperingati. Kan sudah dikatakan sedari awal, jika Keyna sosok yang sangat disipilin dan tepat waktu, ia tak suka pada orang yang tak tepat waktu.
“Yaa santay aja sii. Cuma satu menit juga. Loe juga enggak lagi mau lahirankan? Engak lagi ditembak sama pistolkan? Jadi santay aja..” Sahut pria yang berada disamping Boy membuat Boy meringis lalu menginjak kakinya keras.” Apa sii Boy. Sakit kaki gue, tau nggak?!!!” Ujarnya menata Boy sinis lalu mengusap kakinya.
Keyna mengangguk. Sekali sentakan ia memutar pistolnya mengarahkan pada pria itu. Dor..
Ia menembak tepat dijantung pria itu. Untunglah Boy menarik temannya itu secara langsung. Jika tidak, bisa dipastikan ia akan mati ditempat. Well jika dipikirkan tanpa penelitian, Sebenarnya, Keyna hanya mengarahkan saat Boy sadar, ia tau jika Boy akan bertindak. Pria itu tersentak saat tubuhnya terhuyung bertepatan dengan suara ledakan dari pelatuk.
“Loe mau bunuh gue?!!!!” Bentaknya keras pada Keyna gadis kecil yang ia tak nenali itu.
“So..?” Gumam Keyna menaruh lagi pelatuknya didalam jaketnya. Wajahnya datar. “ Hidup jangan mikir santuy terus, sebab satu detik kedepan ngak ada yang tau. Dunia kejam, nggak ada kisi-kisi apa yang bakal terjadi untuk detik berikutnya. Jadi, Kalo cuma ngandelin santuy loe itu, loe enggak bakal maju, dunia butuh manusia yang berpikir kedepan, bukan berfikir santay. Otak digunaiin, supaya engak karatan kayak loe...!!” Ujarnya sinis.
“Maksud loe apa?!!” Ia mendorong tubuh Keyna keras karena marah.
Ih, banci batinnya Keyna, masih ada pria yang masih melawan perempuan, malu jika dipikir-pikir. “Boy, itu mobilnya. mayatnya udah gue masukin kedalam mobil, loe cemplungin aja mobilnya kelaut. Satu dari mereka tangkep dan bawah kebacem oke.. gue ada urusan, gue cabut. Bilangin sama temen loe, kalo mau ngomong sama gue, Asa dulu otaknya, supaya nggak tumpul-tumpul amat otaknya..!!!” Ia melangkah meninggalkan pria itu yang mengepalkan tanganya.
“Woy.!!! Mau kemana loe?!!!” Teriaknya keras. Namun Kreyna berlau pergi tanpa menatapnya. Ia bahkan berucap ‘See You pada Boy’
“Udah Hans..!!! Loe napa cari ribut sama Queen sii?” Tanya Boy.
__ADS_1
"Dia mau bunuh gue Boy..!"
Boy menghela nafas. “Dia enggak mau bunuh loe...”
“Tapi tadi dia mau nembak gue, tepat dijantung gue. untung loe ngeliat dan nolongin gue. kalo enggak. Gue bakal mati tau enggak?!!!” Bentaknya tak terima, matanya nanar menatap jalanan, ia bahkan menendang udara karena kesal. jujur saja tubuhnya saat ini masih gemetar karena Hampir mati.
“Itu namanya Trik bege..!!” Ujar Boy pelan membuat pria yang bernama Hans itu menatap Boy.” Key Cuma mau ngajarin loe tentang waktu. Sedetik aja loe masih santay, loe bakal mati karena loe terlau meremehkan orang sekitar dan waktu. Jadi itu adaah contoh yang harus loe cermatin. Andai aja saat itu gue engak sadar loe bakal mati bukan? Jadi mulai detik ini. hargain waktu, jangan terlalu santay, sebab didetik berikutnya nggak ada yang bisa jamin, kalo loe bakal selamat..!!!” Ujarnya dingin membuat pria itu tertegun.
Benar adanya, dan ia baru menyadarinya. Ia mengerjab pelan karena mencerna apa yang tejadi dan arti dari apa yang terjadi saat ini.
"Katanya mau masuk geng galaksi. Tapi udah bikin masalah sama Queen. auto gagal loo..!" Desis Boy lalu melangkah mendekati mobil Jep itu untuk melihat mayat.
....
Langkah Keyna lambat karena ia sedang membalas pesan dari Andes da Mike. Mereka bilang, mereka sudah sampai, namun perbedaan waktu diAmerika dan Indonesia membuat Keyna sadar, jika disana pastilah Andes dan Mike sedang istirahat, karenanya mereka membalas Chatnya bukan?
“Keyla..!!! Papi sakit dan loe engak pulang, loe kamana ha?!!!” Tanya Riko keras saat ini sembari menghadang jalan Keyna dnegan tubuhnya.
Keyna mengangkat satu alisnya lagi.” Kalian nungguin gue pulang? Emang sejak kapan kalian peduli ha?” Tanyanya dengan nada mengejek. Lagipula sejak kapan mereka menanti kepulanganya? Bukankah mereka menunggu kematian dan ajalnya?
Riko mencengkram bahu Keyna.” Mimpi loe..!!” Bentaknya diwajah Keyna membuat Keyna menahan nafas, “Karena kami mau bales perbuatan bokap loe anjing itu!! Gara-gara bokap loe Andi itu papi hampir mati dan kak Fiko hampir mati!! Loe sadar nggak setan?!!!” Teriaknya keras.
Keyna mencebik.” Mulut Loe bau taiik kucing sumpah. Jadi enggak usah teriak dimuka gue..!!” Ujar Keyna berbohong. ia menepis tangan Riko kasar lalu pergi meninggalkan mereka, malas ribut, ini rumah sakit.
“Riko udah. Jangan ribut disini, malu..!!!” Ujar Fiko menatap adiknya itu.
__ADS_1
“Pulang..!!” Teriak Daren pada Keyna yang melewati mereka.
Keyna masih berjalan namun dicegat oleh Daren.” Gue bilang pulang setan..!!! loe budek? Atau mau gue colokin telinga loe pakek pisau?” Tanyanya pada keyna.
Kryna menghela nafas kesal. “Bisa nggak, jangan nyusahin hidup gue.. gue bukan adik kalian, dan gue enggak peduli sama kalian, mau mati kek, mau idup kek, jadi jangan peduliin hidup gue. kalian silakan pergi dari hidup gue.!!!” Ujarnya dingin.
“Tapi nyatanya nggak bisa, sebelum Andi mati dan kamu enggak akan pernah bahagia..!!!” Teriak Dita sang bunda.
Nyut. Meskipun Keyna bukan anak Dita, namun entah kenapa hatinya sedikit ditusuk dengan tusukan sate. Nyelekit dan sakit, mungkin karena ikatan darah dan juga jantung ya? Ia ingat ibunya, ahhkk, ibunya bahkan sudah tak mengursunya dulu setelah dua tahun ia lahir, ia tak pernah merasakan kasih sayang ibu dan ayah mengingat itu membuat Keyna miris.
“Kenapa ngelamun? Sakit hati omongan bunda?” Tanya Darah pada Keyna sinis.
Keyna menggeleng. Ia menatap Handi yang berada dikursi roda yang menatapnya dalam. Namun Keyna hanya menatapnya datar entah kenapa ayahnya hanya diam saja membuat ia bertanya, apakah ia sudah tau kebenarannya jika ia anaknya? Ia kembali menghela nafas .“Papi lagi sakit. bawain pulang, nanti aja kalo mau ribut..!!” Ujarnya tenang lalu pergi..
Bukannya ia takut, hanya saja ia sudah menjadi tontonan gratis dirumah sakit. Daren melihat itupun mau mengejarnya, namun Fiko yang juga diam saja itu menggeleng. Karenanya, mereka memiliki lanjut duluan saja kerumah mereka... meningalan Keyna menjemput Lisa.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tinggakin jejak ya...