
Jadilah istri yang baik,yang bisa menyenangkan suami,istri yang sedap dipandang mata dengan penampilan yang cantik dan seksi.Pesan dari Mendiang mamanya itu terlintas di ingatan Khusnul.( Namun ada beberapa kata yang Khusnul lupakan )
Berbekal dari Nasehat Mendiang Ibunya itu hari siang ini Khusnul berniat untuk memberi kejutan Kepada Kana yang sedang bekerja dirumah sakit.
Khusnul berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan penuh semangat.Rambut panjang lurus tergerai indah sebatas bahu,kaos lengan pendek dengan kemeja hitam polos tanpa dikancingkan serta rok Levis mini mengekspos pahanya yang putih mulus.Semua Mata disepanjang lorong rumah sakit menatapnya apalagi para pria menatap dengan tatapan lapar.Sungguh indah Ciptaan Tuhan bernama Khusnul itu.
" Cinnn.....ta....!"Teriak Khusnul sambil membuka pintu ruangan Kana.
Kana terkejut bukan terkejut dengan kedatangan sang istri namun sangat terkejut dengan penampilan istrinya yang masih sangat muda itu.
"Surprise......!" Dengan senyuman ala - ala istri menggoda suami.
" Terkejut ya....senengnya aku datang.Gimana
__ADS_1
..gimana ....seneng gak aku datang Hmmm." Goda Khusnul pada Kana.
" Kenapa.....?" Sentak Khusnul melihat suaminya diam saja.
Kana tak habis pikir kenapa istrinya berdandan semacam ini , padahal selama dia kenal dengan gadis yang kini telah menjadi istrinya,tapi belum dia sentuh itu tak pernah memakai pakaian mini yang memperlihatkan lekuk tubuhnya,meski Khusnul tidak berhijab seperti Himma tapi pakaian nya selalu sopan.
Kana berdiri menghampiri Khusnul yang berdiri disamping meja kerjanya,Pria dengan mata coklat tajam itu memegang pergelangan tangan Khusnul.
" Kamu cantik sekali...siapa yang mengajari berpakaian seperti ini hmm." Tanyanya sambil menarik Khusnul untuk duduk di sebuah sofa kecil yang ada di sudut ruangan.
" Suka tapi aku lebih suka jika hanya aku yang bisa melihat tubuh kamu yang indah ini.Kayaknya aku cemburu deh jika ada banyak lelaki yang melihat keindahan istriku." Kana berucap seperti ini karena tak ingin gadis yang masih labil ini tersinggung
" Jadi aku salah ya....?" Khusnul bertanya raut wajahnya seketika berubah dia yang tadinya bangga dan malu - malu kucing ,kini jadi bersedih.
__ADS_1
" Bukan salah cinta,hanya aku cemburu..." Kana mengusap rambut Khusnul.
" Coba deh kamu bayangkan kalau aku punya dua permen yang satu masih utuh terbungkus dan yang satunya udah aku buka kamu mau pilih yang mana....?" Tanya Kana memberi perumpamaan
" Yah tentu yang masih utuh terbungkus lah.." jawabnya tanpa berani mengangkat wajahnya
" Nah seperti itulah perumpamaannya."Kana mangut - mangut
" Jadi Kakak lebih suka wanita yang tertutup, seperti Himma." Tanya Khusnul lagi
" Hmmm,aku akan bangga jika kamu mau seperti itu.Tapi jika kamu tidak terpaksa." Kana menjelaskan dengan hati - hati.Tujuan Kana menikah dengan Khusnul selain untuk melindungi gadis itu dari siksaan ayahnya juga karena ingin merubah gadis itu menjadi lebih baik, dan lebih dewasa secara perlahan.
Sebenarnya Khusnul bukanlah tipe Kana.Namun karena takdir Tuhan berkata lain maka Kana akan berusaha menerimanya Khusnul apa adanya dengan segala kekurangannya.Kana sadar bila dirinya bukanlah pria yang sempurna maka dari itu sebisa mungkin dirinya menerima dan akan memperbaiki apa yang kurang darinya dan istrinya itu.
__ADS_1
Khusnul cemberut dia fikir suaminya itu akan senang dengan kejutan yang dilakukannya itu.Melihat bibir Khusnul yang mengerucut Kana menjadi gemas, tanpa Khusnul duga sebuah benda basah nan kenyal mendarat di bibirnya yang agak tebal.Kecupan singkat dari Kana membuat Khusnul terbelalak.
Kecupan hangat nan manis dadakan karena gemasnya Kana pada istri kecilnya mampu membius gadis dengan mata bulat.Sungguh hal pertama kali bagi Khusnul mendapatkan perlakuan semacam ini.