
Ya benar apa yang dikatakan Himma kepada Khusnul, sebagia sesama mahluk Tuhan yang diciptakan berbeda maka kita hanya perlu membina kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.Bukan menghujat karena masalah ketakwaan adalah urusan kita kepada Tuhan.Jadi tak ada hak untuk saling mencari kebenaran.
Khusnul sedikit paham apa yang baru saja di jelaskan oleh adik iparnya itu.Tak heran jika himma bisa menjelaskannya hal itu secara detail karena himma besar dalam lingkup keluarga yang masih teguh memegang syariat agama meski tak terlalu fanatik selain itu juga Himma adalah seorang santriwati yang sudah bertahun-tahun mencari ilmu di pesantren.
" Jadi aku harus banyak belajar lebih banyak lagi tentang semua hal. yang aku tau selama ini hidup itu hanya bagaimana mencari makan saja." Gumam Khusnul
" Ya mari kita sama - sama belajar mbak."
Himma mengakhiri sambungan telepon mereka karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore ini adalah waktu dimana Himma akan belajar ,hari ini himma memang tak pergi ke kampus ataupun ke pesantren karena sejak pagi perutnya merasa tak enak jadilah sebuah larangan pergi kemanapun dari pak suami Dokternya.
__ADS_1
Sementara itu Kana yang baru saja keluar dari ruang operasi sembari melepaskan sarung tangan dan membuangnya ditempat sampah tanpa menoleh kekiri dan ke kanan Gus Rokhim segera masuk kedalam ruangannya.Ruangan khusus Direktur utama Rumah sakit.Gus Rokhim melepaskan scrub suitnya berwarna hijau yang dia pakai sebelum masuk kedalam ruang operasi seraya menghela nafas.
Scrub suit atau seragam ruang operasi merupakan seragam sanitasi yang digunakan oleh dokter bedah ,bidan maupun perawat sebelum memasuki ruang operasi.
Gus Rokhim merupakan Dokter bedah umum dia adalah salah satu lulusan dari universitas favorit di negara ini dengan jalur beasiswa ,meski Gus Rokhim memilih keluar dari basic keluarganya yang merupakan tokoh agama atau yang biasa disebut dengan keluarga Ulama namun ilmu agamanya tak bisa diremehkan terbukti dia selalu bisa mendampingi Himma dalam hafalan Al-Qur'an.
" Sayang sedang apa....?" Tanyanya dengan saat wajah Himma nampak baru bangun tidur terpampang di layar Hp nya,Entah mengapa dia sangat menyukai wajah bantal istrinya itu ,menurutnya wajah itu semakin menggemaskan dengan rambut yang sedikit acak-acakan.Gus Rokhim memang selalu melakukan panggilan video dengan himma usai dirinya berkutat selama kurang lebih dua jam didalam ruang operasi.Karena dengan melihat wajah adem Himma itu dapat menghilangkan rasa lelahnya.
" Iya sayang Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar, rasa capek mas sudah hilang melihat wajah cantiknya istri mas yang baru bangun tidur, apalagi mendengar dia sangat cerewet seperti ini.Mas rasa mas gak perlu istirahat bahkan ingin segera pulang untuk memeluk dan menciumnya." Gus Rokhim menggoda Himma
__ADS_1
Himma hanya mencebik ." Kalau begitu cepat lah pulang agar mas bisa menikmatiku." Himma balas menggoda
" Apalagi sejak pulang dari rumah mama kita sama sekali belum....." Himma menggantung ucapannya .Dengan gaya sensual dan suara yang dibuat manja.Tangan kanan Himma memilin - milin ujung rambutnya.Setelah bicara himma semakin menggoda suaminya itu dengan mengulum bibirnya sendiri.
" Sayang kamu menantang ...!" Tanya gus Rokhim dengan gusar, bagaimana tidak gusar jika digoda oleh perempuan yang sangat ia sayangi.Apalagi beberapa hari ini mereka belum memanaskan ranjang saksi cinta mereka.
" Asal mas pulang sekarang juga.Di jamin akan ada servis yang tak akan mas lupakan sepanjang hidup Mas." Himma mengarahkan kamera ponselnya ke paha dan menarik gaun itu keatas sehingga memperlihatkan pahanya yang putih dan mulus.
Melihat itu Gus Rokhim semakin gusar , gairahnya Semakin membara.
__ADS_1
" I m coming babe....!" Dengan semangat empat lima Gus Rokhim keluar dari ruangannya sambil berlari, membuat para dokter dan perawat yang melihatnya penasaran ada apakah gerangan.