Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 58. CEMBURU


__ADS_3

"Siapa yang mencintai seseorang karena Allah, Kemudian seseorang yang dicintainya itu berkata " Aku juga mencintai mu karena Allah maka keduanya akan masuk surga.Orang yang lebih tinggi derajatnya dari pada yang lainnya Ia akan digabungkan dengan orang-orang yang mencintai karena Allah."


Insya Allah Gus Rokhim dan Himma saling mencintai karena Allah dan semoga kita juga saling mencintai Karena Allah sehingga kelak kita akan dikumpulkan bersama - sama.Amiinn


" sayang ayo kita mandi dulu habis itu kita sholat Ashar." Gus Rokhim membangunkan himma yang masih terlelap dalam tidurnya.Himma sangat lelah setelah kegiatan panas berpahala besar itu.


" Hemmm....." Himma hanya menggeliat matanya terasa sangat berat.


Gus Rokhim tersenyum melihat istrinya yang belum juga bangun ia merasa sangat gemas.Dengan gemas dia menciumi wajah bantal Himma.


" Mas..." Himma merasa sebal dengan tingkah suaminya


Gus Rokhim tak menghiraukan istrinya dia angkat tubuh mungil himma dan membawanya kedalam kamar mandi.

__ADS_1


" Aku mandi sendiri saja mas, Malu ah kalau mas yang mandiin aku." Himma menolak saat Gus Rokhim ingin memandikannya.


" Kenapa harus malu hmmm." Gus Rokhim menggoda Himma dengan menaik turunkan alisnya.


Goda menggoda ala Gus Rokhim harus berakhir karena suara Adzan Asar berkumandang.Mereka segera bersiap - siap untuk Sholat Ashar berjamaah bersama dengan para santri di dalam Masjid pesantren.


Sholat Asar berjamaah di imami oleh Gus Rohman sedangkan doa dan dzikir di pimpin oleh Abah.Himma menempati shof depan di tempat khusus putri.Dia ada ditengah - tengah antara Umi dan Ulfa sahabat sekali Gus kakak iparnya.Selesai sholat umi dan kedua menantunya itu segara kembali kerumah dan memasak bersama untuk makan malam.Sedangkan Abah dan kedua Putranya itu masih ada kegiatan lain di dalam masjid.Sebenarnya Gus Rokhim tak terlibat dengan acara itu tapi dia tetap tinggal disana untuk menghormati Abah dan juga para Ustadz.


" Tentu Umi ,Kata Mas Rokhim saya harus melanjutkan hafalan disini.Jadi setiap pulang mengajar di MI himma akan ke pesantren dan saat Mas Pulang kerja ,Mas akan menjemput Himma disini." Jawab Himma


" Wah benarkah.Umi senang mendengarnya."Umi merasa bahagia meski Himma sudah menikah dengan anaknya Himma masih melanjutkan belajar di pesantren ini.


Ulfa yang mendengar itu tersenyum dia ikut bahagia karena dia akan punya banyak waktu bersama Himma.Kerena hanya himma lah satu - satunya sahabat yang bisa dia jadikan tempat berkeluh kesah.Seseorang yang pendiam seperti Ulfa memang sulit untuk berbaur dengan orang lain.Ulfa memang berbeda dengan Himma.Himma adalah wanita yang sangat mudah berbaur dengan siapa saja.

__ADS_1


Himma sedang asik menata makanan di atas makanan ,Umi sedang berada di dapur , sedangkan Ulfa ada dikamar mandi.Saat Himma asik dengan pekerjaannya sambil bersholawat,Tanpa dia sadari Gus Rohman menatapnya dari ruang keluarga yang hanya dibatasi oleh lemari sebatas perut.


Dari dulu pesona Seorang Himma memang tak pernah pudar,membuat siapa saja yang menatapnya merasa adem dan tak ingin segera berpaling.Mungkin Gus Rohman sedang hilaf sehingga dia menatap Himma lama.


" Ehmmm..." Suara deheman dari sampingnya menyadarkan Gus Rohman dari kekhilafahan mata.


" Ingat Abang sudah punya istri,dan dia juga sudah punya suami. Jaga matanya bang." Ucap Gus Rokhim.


Saat masuk kerumah tadi dia melihat sang kakak menatap istrinya, ada rasa tak suka saat istrinya ditatap seperti itu apalagi yang menatapnya adalah kakaknya yang jelas - jelas pernah mencintai istrinya itu.


" Maaf Abang khilaf." Sadar adiknya itu tak suka dengan apa yang baru saja dia lakukan , Gus Rohman segera meminta maaf.Dia tak mau jika hal ini akan menjadi masalah.


" kali ini aku maafin ,tapi jangan diulangi lagi,semakin Abang menatapnya diam - diam maka hati Abang akan semakin sakit." Ucap Gus Rokhim dengan ketus , ternyata dia cemburu gaissss.....

__ADS_1


__ADS_2