
luruh sudah air mata yang sejak tadi ia tahan.ia menangis bukan karena takut ditolak tapi dia menangis karena mengingat saat-saat ia melihat himma terluka namun dia tak mampu berbuat apapun.
pengakuan dari Gus Roy membuat mereka diam tak tau harus bicara apa.mereka ikut menitikkan air mata entah mengapa...?
ada rasa haru dan bahagia dihati mereka
mereka merasa jika ucapan itu benar benar tulus dari dalam hati.
karena semua diam Gus Roy memberanikan diri menatap himma beberapa saat.
lalu dia mendekati papa Huda dan bersimpuh dihadapan lelaki yang sedang duduk disofa
diraihnya tangan kekar milik papa Huda lalu digenggamnya membuat semua orang yang tadi terdiam seketika menoleh melihat apa yang dilakukan oleh dokter muda itu.
" om bolehkah saya menjaga dan merawat himma bukan sebagai pasien saya tapi sebagai istri saya....saya berjanji akan menjadi suami yang baik untuk himma.....saya berjanji akan sabar menunggu sampai himma bisa mencintai saya sama seperti saya mencintai nya." kata Gus Roy memohon ijin kepada papa himma.
" hemm Roy kalau om sudah pasti mengijinkan dan merestui kamu.om tau kamu tulus dan om tau orang seperti apa kamu.tapi om tak bisa memberikan keputusan kamu tanya pada orang nya sendiri." jawab papa Huda
__ADS_1
memang papa Huda sangat mengenal Gus Roy dan dia Juga sangat bahagia jika putrinya bisa menikah dengan pria yang tepat.namun ia sadar jika semua itu haruslah himma sendiri yang menentukan.
" himma bagaimana apa kamu mau menikah denganku....? " tanya Gus Roy menatap himma dengan kondisi hati tak karuan.
ia tau jika saat ini gadis pujaannya itu sangat shock dan bingung.ia tau jika himma tak mempunyai perasaan yang sama dengan nya namun ia masih berharap himma menjawab " YA"
Himma diam cukup lama ia berfikir jawaban apa yang harus ia ucapkan agar tak melukai hati pria itu.
" kak Roy yakin bisa menerima keadaan himma baik dari segi fisik maupun perasaan himma....?"akhirnya bukan jawaban melainkan sebuah pertanyaan yang keluar dari bibir mungil himma.
" insyaallah saya bisa menerima itu semua ." jawab Gus Roy mantap
" karena aku punya Allah.sebelumnya maafkan aku himma, karena aku telah egois.aku selalu memohon kepada Allah agar akulah yang akan menjadi masa depan untukmu."
" dan setiap kali selesai istikharah aku semakin yakin dengan keinginan ku untuk meminta kamu kepada kedua orang tuamu meskipun kamu belum mencintai ku." jelasnya panjang lebar.
" lalu bagaimana jika aku tak kunjung menciptakan kak Roy.....?" tanya himma lagi
__ADS_1
sejujurnya dalam hati himma sangat baper dengan jawaban dari pria itu tapi sebisa mungkin ia menutupi kebaperannya itu dengan wajah datar.
" maka aku akan berjuang sampai titik darah penghabisan." jawab Gus Roy semakin mantap
" jadi maukah kamu....
" tak ada alasan aku menolaknya kak." belum selesai Gus Roy bertanya himma sudah menjawab pertanyaan itu
sontak jawaban dari himma membuat semua orang terkejut apa lagi sang penanya ia masih diam membisu ekspresi wajahnya menggambarkan bahwa dia tidak percaya dengan jawaban himma.
setelah beberapa saat hening akhir terdengar suara ucapan syukur dari Kana
"Alhamdulillah ......." ucap Kana menengadah kan tangan
tiba tiba Gus Roy memeluk Kana dengan menangis.
sontak hal itu membuat papa Huda dan mama tertawa sedangkan himma hanya tersenyum.
__ADS_1
entahlah himma sudah pasrah akan nasibnya menikah dengan seorang yang benar benar tulus padanya.himma memang tak punya alasan untuk menolak menikah dengan Gus Roy karena kesungguhan yang ditunjukan.