Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 119


__ADS_3

Himma menceritakan kondisi Putra kepada dokter yang duduk dihadapannya.


" Saya ingin pemeriksaan secara lengkap untuk anak saya dokter, saya merasa ada yang tidak beres dengan anak saya."


" Baiklah ibu kita periksa secara menyeluruh ya.Kita akan melakukan Hematologi atau tes darah.Dan setelah hasilnya keluar maka kita akan bisa mendeteksi penyakit didalam tubuh putra Anda." Dokter menerangkan kepada Himma proses pemeriksaan darah atau biasa disebut hematologi,Dan berapa lama himma harus menunggu hasilnya dari laboratorium.


Ternyata tak butuh waktu yang lama menunggu hasil tes darah, hanya sekitar satu Sampai tiga jam saja.


Dengan harapan semoga tak ada penyakit sering terhadap anaknya Himma rela menunggu di depan laboratorium bersama bayinya.


Baby Akmal tak sedikitpun rewel , sepertinya bayi itu tau jika Ibundanya sedang cemas.


" Sayang, semoga kamu baik - baik saja.!" Himma meneteskan air matanya.


Dua jam himma menunggu,dan hasilnya pun sudah keluar,himma mencoba membaca selembar kertas yang diberikan oleh petugas Laboratorium,namun himma tak mengerti sama sekali.Dan petugas laboratorium pun menyuruh Himma untuk kembali keruangan dokter anak kembali agar mendapatkan penjelasan secara detail.

__ADS_1


Sesampainya di ruangan dokter Himma pun menyerahkan hasil yang didapat dari laboratorium.


Dokter membaca hasil lab itu dengan seksama,lalu menghela nafas sebelum menjelaskan kepada Himma.


" Begini ibu, menurut hasil tes darah ini, Jumlah produksi leukosit lebih banyak dibandingkan dengan produksi hemoglobin."Dokter menjeda penjelasannya.


" Diagnosa sementara sepertinya anak ibu terkena leukemia."


" Apa dok , leukimia !" Seketika himma menangis, meski sempat menduga - duga tapi himma masih tidak percaya dengan apa yang di dengar oleh telinganya.


" Ibu tenang dulu.Ini hanya dugaan saya , sebaiknya kita lanjutkan pemeriksaan dengan Biopsi sumsum tulang supaya kita bisa mendapatkan hasilnya secara detail."


" Bagaimana ibu....?"


" Lakukan ,lakukan yang terbaik untuk anak saya dok." Ya Himma harus cepat mengambil keputusan.

__ADS_1


" Baiklah."


Di dalam sebuah ruang perawatan,tak henti-hentinya himma menangis sudah hampir setengah jam ibu muda itu memikirkan kondisi putranya, bagaimana bisa anak sekecil itu sudah mengidap penyakit serius seperti ini.Kenap harus anaknya, kenapa bukan dirinya saja.Kenapa....?


Pemeriksaan biopsi memang belum bisa dilakukan hari ini juga ,namun himma memutuskan untuk tidak pulang kerumah.Baby Akmal sangat lemas jadi himma ingin anaknya itu diinfus supaya ada nutrisi yang masuk kedalam tubuh kecilnya.


Tak Henti-hentinya himma menangis.


Insting seorang ibu memang sangat peka,meski semua orang menganggap jika demam pada anaknya itu hanyalah demam biasa,tapi himma tetap kekeh ingin pemeriksaan secara detail dan ternyata memang benar anaknya itu di diagnosa mengidap leukimia.


Semoga saja hasil biopsi besok tidak separah seperti apa yang ditakutkan oleh Himma.Tapi mau bagaimana pun hasilnya nanti himma akan melakukan apapun demi putranya itu.Dia tak peduli apapun lagi yang dia pikirkan saat ini hanyalah putranya.


Ya Hanya putranya,sampai dia tak sadar sekarang sudah menjelang magrib untung saat ini himma sedang datang bulan jadi dia tak harus melaksanakan sholat Ashar yang waktunya memang sudah habis.


Bahkan dia tak peduli jika suaminya akan mencarinya nanti.Entahlah sepertinya Himma memang benar-benar marah terhadap sikap suaminya saat dia menganggap enteng kondisi anaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2