
Malam telah larut jarum jam menunjukkan pukul setengah dua belas malam ,malam ini himma sedang berada di rumah sendiri karena Gus Rokhim masih berada di rumah sakit karena ada salah satu pasien Gawat Darurat dan harus di operasi dadakan.
Himma yang sedang terlelap tidur tiba-tiba terbangun karena merasakan nyeri diperutnya.Himma mencoba menepis rasa sakit yang tidak seberapa itu dan berusaha untuk memejamkan matanya kembali.
" Uh...." Rintih himma saat rasa nyeri itu datang lagi dan rasa itu semakin kuat.
" Ah...." Pekik himma ,himma merintih karena perutnya semakin sakit.
" Hah..." Himma lega ketika rasa sakit itu menghilang,tapi tak berlangsung lama dia kembali merintih karena rasa itu datang lagi ,lalu beberapa detik kemudian hilang ,lalu kembali lagi.
Himma perlahan berdiri dan pergi menuju kamar untuk berwudhu disela - sela rasa sakit yang kadang datang kadang menghilang itu.
Selesai berwudhu himma mengenakan mukena di saat - saat seperti ini hanya pertolongan Allah lah yang menjadi tujuan nya.Meski menahan rasa sakit yang semakin menguat akhirnya himma bisa menunaikan sholat malam dua rakaat.Tepat setelah mengucap salam tiba - tiba keluar cairan bening yang hangat dari kewanitaannya himma tak tau cairan apakah itu.Himma mengerang kesakitan di atas sajadah.
__ADS_1
Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya, tangannya bergerak meraba nakas untuk mencari Handphone saat menemukan Hp tersebut himma seketika lesu pasalnya Hpnya mati karena ia lupa tidak mencarge .Sebisa mungkin Himma berdiri dengan berpegangan pada sisi ranjang.Saat matanya melihat sebuah kunci mobil,tanpa pikir panjang himma meraih kunci tersebut.
Himma berjalan menuju sebuah lemari dan mengambil sebuah ransel yang ada di bagian bawah.Ransel tersebut berisi beberapa pakaian dan perlengkapan persiapan persalinan yang sudah disiapkan oleh Gus Rokhim beberapa hari yang lalu mengingat usia kehamilan himma sudah delapan bulan.
Dengan terseok-seok dan dalam keadaan baju pakaian bawahannya basah himma berjalan menuju garasi dengan berpegangan pada dinding.
" Bismillahirrahmanirrahim" Gumam Himma saat dia akan menyalakan mesin mobil hitam itu.
Himma memacu laju mobilnya dengan kecepatan tinggi sembari sesekali meringis menahan rasa sakit yang kadang hilang kemungkinan datang dengan rasa yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Bunyi itu membuka semua orang yang ada disekelilingnya seketika menoleh.Bagaimana reaksi orang disana.Ada yang tercengang,ada pula yang memaki.
Gus Rokhim yang kebetulan sedang berjalan ingin segera pulang karena perasaan nya tak nyaman selama lembur dibuat terkejut,tentu saja dia kenal dengan mobil itu.Karena itu adalah mobil yang sebulan lalu dia beli sebagai hadiah ulang tahun Himma.
__ADS_1
Lebih terkejut lagi ketika matanya melihat siapa yang keluar dari mobil itu.
Himma keluar dari mobil dengan tertatih dengan menenteng ransel yang tadi sempat dia ambil dari dalam lemari kamar.Melihat itu Gus Rokhim yang tadinya mematung karena terkejut segera berlari menuju arah istrinya.
" S... sayang ,ada ap....?" Gus Rokhim terdiam saat melihat kondisi himma yang masih memakai mukena dengan bagian bawahnya sudah basah,serta wajah Himma yang sudah pusat pasi.
" Mas aku mau melahirkan, ketuban ku sudah pecah." Himma langsung limbung ,untung Gus Rokhim langsung menangkap tubuh Istri.
" Suster tolong istri saya melahirkan....!" Teriak Gus Rokhim panik.Sebenarnya dia ingin membopong tubuh Himma,tapi karena berat badan istrinya itu bertambah tiga kali lipat jadi dia tak kuat apalagi dia juga sangat capek karena baru saja menyelesaikan operasi dadakan.
Beberapa orang perawat langsung berlari menghampiri mereka salah satu dari mereka menyambar kursi roda.Dengan berlari mereka mendorong himma menuju ruang bersalin.
" Sayang....kamu kuat....?".Tanya Gus Rokhim
__ADS_1
Pipi pria itu sudah basah dengan air mata yang meleleh dari sudut matanya.Betapa menyesalnya dia melihat istrinya datang sendiri ke rumah sakit di saat sedang kesakitan.