
Sedalam itulah cinta Himma kepada Gus Rokhim,sampai dia tak pernah hilang kepercayaan kepada Pria yang rela kehilangan segalanya demi dirinya.
" Selamat datang Mr.Rokhim and Mrs Himma." Tuan Lexi menjabat tangan gus Rokhim Lalu beralih ke himma.Himma pun menolak dengan cara yang sopan.Himma menangkupkan kedua tangannya didada dengan menampilkan senyuman yang sangat manis menurut tuan Lexi ,hingga membuat pria bule itu bak tersihir pesona seorang Aulia Nur fahima.
" Silahkan duduk Tuan dan Nyonya." Tuan Lexi mempersilahkan mereka untuk duduk .Dia berusaha untuk tetap tenang meski sebenarnya dia sangat gugup.Jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya.
" Mau pesan apa" Tanya tuan Lexi saat pelayan datang menghampiri mereka.
Gus Rokhim memesan makanan yang sepertinya Himma inginkan.Ini adalah restoran mewah, sebenarnya tak ada menu favorit buat himma.Himma lebih suka makan yang ada di depot biasa atau di warteg biasa.
" Dua nasi putih ,dua steak dan dua dimsum jamur .minumnya lemon tea satu sama jus Alpukat satu." Tentu saja Gus Rokhim sangat tau selera himma makanya dengan cekatan dia memesan kepada pelayan untuk istrinya itu.
" Ada lagi sayang...?" Tanyanya
" Itu aja mas..." Jawab Himma sambil tersenyum sangat manis.Membuat Tuan Lexi semakin tak sanggup menyembunyikan detak jantungnya yang semakin tak dapat dikontrol berkali kali ia menghela nafas dalam-dalam
" Ada apa Tuan Lexi ....?" Tanya Gus Rokhim yang melihatnya seperti tak nyaman
__ADS_1
" Oh ti...tidak Mr Roy,saya permisi ke toilet sebentar." Pamitnya untuk menutupi rasa gugupnya
" Silakan Tuan."
Tuan Lexi pun berdiri dan pergi meninggalkan ke dua tamunya.
Tuan Lexi tidak pergi ke toilet melainkan dia berjalan menuju ruang VVIP dimana disana Saudah ada tiga orang temannya
" Ada apa kemari, bukankah kau sedang bersama tamumu....?" Tanya salah satu sahabatnya yang sama - sama berwajah bule
" Yah aku gugup sekali di sana makanya ijin mau ke toilet."
" Apa kalo tau tamu ku itu datang bersama istrinya,dan sepertinya aku sangat mengagumi istrinya itu.setiap kali aku menatapnya jantungku selalu berdebar.Bukankah ini gila.Andai saja wanita itu bukan istri orang sudah pasti aku akan menculiknya dan membawanya pergi ke Italia lalu aku paksa dia untuk menikah dengan ku." Ucapnya dengan lesu
" Kenapa tidak kau lakukan saja hah, bukankah wanita di negara ini akan luluh bila kau merayunya apalagi dengan kekayaan dan wajah bulemu itu." Salah satu temannya memberi saran agar Tuan Lexi merayu himma dengan paras serta harta.
" Kau coba saja merayu wanita itu." Yang lainnya menimpali.
__ADS_1
" Baiklah akan aku coba.Berikan minuman itu agar aku tak gugup lagi." Tuan Lexi meminta segelas wine dan menyesapnya sedikit
Sementara itu himma dan Gus Rokhim mengobrol banyak hal ditempatnya sambil menunggu pesanan mereka datang.
" Mas aku ke toilet dulu ya." Tiba-tiba Himma ingin pergi ke toilet.
" Yah mas sendirian dong disini.!" Gus Rokhim berpura-pura merajuk.
" Janji gak lama suamiku...!" Goda himma sambil tersenyum.
" mau aku temani sayang....?"
" Tidak mas ,nanti kalau tuan Lexi kembali gimana . Bukankah tidak sopan kita meninggalkan meja ini begitu saja hmm."
" Iya deh ." Gus Rokhim cemberut
Selesai urusannya didalam toilet himma pun segera keluar dan ingin kembali dimana suaminya berada tapi saat melewati sebuah lorong tiba - tiba ada seseorang yang menariknya masuk kedalam ruangan VVIP yang letaknya tak jauh dari toilet tersebut.
__ADS_1
" Hei apa yang anda lakukan....?" Teriak Himma
". Maaf Nona ,saya ingin memberi anda sesuatu."