
sulit bagi himma menghapuskan segala rasa cinta pada Gus Rohman yang kini telah menjadi suami sahabatnya.
lelah rasanya dia meyakinkan diri jika dia baik baik saja.
iklas
apakah saat ini dia sudah iklas mungkin belum luka dihatinya masih terasa perih.
malam hari seusai acara resepsi Gus Rohman menemui adiknya disalah satu kamar dihotel tempat acara resepsi pernikahanya digelar.
didalam kamar sang adik Gus Rohman meluapkan semua rasa gundah dalam hatinya ia masih menangis mengingat betapa dia sangat melukai gadis yang dicintainya.
Gus rokhim diam mendengarkan keluh kesah kakaknya dia biarkan kakaknya itu menangis agar mengurangi beban berat yang dia pikul.
Gus Rohman juga bercerita bahwa istrinya juga tau tentang semua ini, namun ia tak mau mengatakan siapa gadis yang telah dia sakiti karena dia tau jika Ulfa dan himma bersahabat.
setelah sang kakak puas mencurahkan isi hatinya barulah dia membuka suara dan bertanya
" apa kau iklas melepaskan himma bang...?"tanya Gus Roy
" tentu aku harus iklas,mau bagaimana pun aku mencintainya jika dia bukan jodoh untukku.aku bisa apa selain merelakannya."jawab Gus Rohman
jawaban sang Abang membuat Gus rokhim lega.
__ADS_1
dia lega karena kini dia bisa menikung gadis kecil itu di sepertiga malam.
*
*
*
" dek kamu tau jika kita iklas melepaskan sesuatu yang paling kita cintai itu kita akan mendapatkan yang lebih baik dengan apa yang kita lepas." kata Kana menasehati adiknya itu.
setelah selesai menghadiri pesta pernikahan Ulfa Kana segera membawa sang adik pergi meninggalkan tempat itu.kana membawa sang adik menuju pesantren agar adiknya segera bisa istirahat.
dalam perjalanan himma masih diam meskipun dia sudah tak menangis lagi.
baru setelah sampai ditempat tujuan Kana membuka suara.
" bersedih boleh saja asal jangan lama-lama,iklaskan semua yakinlah jika Allah telah menyiapkan seseorang yang lebih sempurna darinya....oke ." kata Kana sambil mengusap kepala adik kesayangannya
" Hem kok masih diam....kakak mau pulang nih besok kakak ada jadwal operasi.kalo kamu masih diem kakak akan bawa kamu pulang gimana.....?" tanya Kana mengancam
" iya iya kakak bawel.....! " jawab himma
tentu saja dia tak mau dibawa pulang sekarang , karena.kalau dia pulang sekarang ia tak akan bisa menyembunyikan kesedihannya dari sang mama,karena mama dari tiga anak itu sangat peka,dia pasti tau jika telah terjadi sesuatu yang tidak beres dengan putri kesayangannya itu.sang mama memang mempunyai insting kuat terhadap ketiga anaknya bahkan jika sekuat apapun anak-anaknya menyembunyikan suatu masalah maka sang mama pasti tau.
__ADS_1
seperti kemarin ketika himma merasa hatinya hancur lebur saat mendengar jika sang Gus cinta pertama nya itu akan menikah dengan sahabatnya seketika itu sang mama langsung menelfon dan memberondong nya dengan berbagai pertanyaan untung saja himma bisa mengelak meskipun sedih berbohong.himma hanya belum siap saja bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi karena ia tak ingin sang mama ikut sedih atau mungkin lebih parah darinya.
" oke kalo gitu sekarang senyum dong..." kata Kana sambil mencolek hidung kecil milik sang adik.
" hemmmm." himma tersenyum dibuat buat.
" hahaha.......jelek senyumnya gak iklas.".kata Kana sambil tertawa.
" biarin ." seru himma melengos.
" apa kamu udah iklas dek ?" tanya Kana mastikan
" iya kakak ku yang tampan..." jawab himma dengan tersenyum.kini senyumannya terlihat lebih iklas
melihat senyum dari bibir adiknya Kana lega
dan dia pun tega meninggalkan adiknya itu.
himma memang manja didepan keluarganya namun ia adalah sosok gadis yang kuat dan mandiri.
Kana yakin jika adiknya itu akan baik baik saja seiring berjalannya waktu.
"
__ADS_1