Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 79.Kencan


__ADS_3

Khusnul berjalan berputar kadang berlari kecil,menari berputar lagi di sepanjang lorong rumah sakit tak peduli semua mata tertuju padanya,semua orang dirumah sakit Sampai terheran - heran melihat tingkah gadis ini.Bak anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan yang diinginkan Khusnul sangat bahagia.Hari ini dia akan mulai mengejar lagi cintainya yang sempat layu karena salah paham.


Himma yang sempat membuat dia insecure ternyata bukan kekasih,tunangan atau bahkan istri melainkan adik kandungnya dari Dokter Kana pria yang sangat dia cintai.


" La...la....la...la.." Khusnul bersenandung riang.


" Ehm....Tok...tok...tok..." Khusnul mengetuk pintu ruangan Kana.


" Ya silahkan masuk !" Suara seseorang pria mempersilahkan masuk dari dalam ruangan itu


" Dokter Kana...I'M coming....!" Khusnul masuk kedalam ruangan Kana,Kana terkejut dengan kedatangan Khusnul hari ini pasalnya beberapa hari ini gadis gila itu sudah tak pernah lagi mengganggu hidupnya Kana pikir Khusnul sudah menyerah ,tapi kenapa hari ini dia datang lagi.


" Apa kabar calon suami ku....?" Tanya Khusnul pada Kana.


" Kenapa kau datang lagi hah,aku pikir kau sudah lelah dan menyerah...?" tanya Kana cuek


" Hemm kangen ya....?!" goda Khusnul


Kana diam saja tak menanggapi celotehan Khusnul dia masih saja sibuk mempelajari hasil pemeriksaan pasiennya.Sebenarnya dalam hati Kana ingin bertanya kemana saja gadis itu mengapa tak ada kabar,tapi apalah daya dia gengsi.


" Dokter kencan yuk...!" Khusnul mengajak Kana buat kencan.Kana hanya menggeleng heran kenapa ada gadis semacam ini.


" Kencan...?" Kana memastikan apa yang dia dengar itu salah.


" Iya ...biar aku yang traktir,asal dokter Kana mau kencan dengan ku.Jangan khawatir uang ku banyak kok." Dengan Pedenya Khusnul berkata seperti itu.

__ADS_1


" Maaf dokter .... semuanya sudah siap." Tiba - tiba seorang perawat datang mengatakan pada Kana jika persiapan operasi telah siap.


" Baiklah aku akan kesana sekarang." Ucap Kana pada perawat itu.


" Kamu dengar aku sibuk." ucap Kana sambil berlalu dari ruangan miliknya dan segera menuju ruang operasi.


" Aku akan menunggumu dokter." Ucap Khusnul tapi Kana sudah tak mendengar ucapannya itu.


Setelah Dua jam Kana baru saja keluar dari ruang operasi.Dan segera masuk kedalam ruangannya, setelah masuk kedalam ruangannya Kana segera membersihkan diri dan beristirahat sebentar sambil memeriksa mempelajari data pemeriksaan pasien yang akan operasi besok.Jam sudah menunjukkan pukul empat sore setelah melaksanakan sholat ashar di mushola rumah sakit Kana langsung berjalan menuju tempat parkir dia ingin segera pulang kali ini karena ingin membantu persiapan tasyakuran atas kehamilan adiknya.


" Ayo jalan dok...." tiba - tiba Khusnul masuk kedalam mobilnya dan duduk disebelahnya.


" Kamu...kenapa bisa disini..?" pekik Kana terkejut


" Aku nunggu dokter buat kencan." ucap Khusnul tanpa meresa bersalah


" Nggak mau turun, aku mau kita kencan."Khusnul kekeh tak mau turun dari mobil Kana.Kana menjalankan mobilnya tanpa mengajak Khusnul bicara,tapi setelah beberapa menit mengemudi Kana baru membuka suara.


" Katakan dimana rumahmu !" pinta Kana pada Khusnul


" Emang kenapa....?" Tanya Khusnul bingung kenapa dokter tampan ini bertanya alamatnya.


" Katakan dimana rumah mu...!" perintah nya Lagi.


" Jalan K nomor 19." jawab Khusnul

__ADS_1


Kana semakin mempercepat laju mobilnya.Dan sampailah didepan pintu gerbang alamat yang di sebutkan Khusnul tadi.


" lho kok kerumahku Dok...?" tanya Khusnul saat dia sadar mobil itu sudah berhenti tepat didepan gerbang rumahnya.


" Kamu mau kencan kan..." Tanya Kana sambil melepaskan sabuk pengaman mobil.


" Hah beneran dok ,jadi kita kemari mau.."belum sempat Khusnul menyelesaikan ucapannya Kana sudah keluar dari dalam Mobil.


" Tunggu dok...!" protes Khusnul


Khusnul mengejar Kana yang sudah berada di jauh didepannya.


Prank....prank...prank....


Terdengar suara barang - barang pecah dari dalam rumah.Kana menoleh pada Khusnul dan melihat raut wajah Khusnul berubah sepertinya dia sedang menahan kemarahan.Khusnul segera berlari menuju kedalam rumah.


" Sudah pa cukup,hentikan ...!" Teriak Khusnul saat melihat sang papa menampar mamanya.


" Diam Kau ,jangan ikut campur urusan orang tua." Bentak sang papa


" Udah pa jangan siksa mama kayak gini." Teriak Khusnul menghalau papanya yang ingin menendang sang istri.Alhasil Khusnullah yang ditendangnya


" Kau juga mau aku hajar hah...."


Plak ....plak sang papa menampar Khusnul dua kali saat akan menampar lagi tangan lelaki itu sudah dicekal oleh Kana.

__ADS_1


" Tuan ,hentikan ...." tegas Kana


" Siapa kau hah, ikut campur urusan keluarga ku."


__ADS_2