
acara yang penuh keharuan itu telah usai.
setelah memberikan beberapa wejangan kepada sepasang pengantin baru itu satu persatu dari orang yang menyaksikan pernikahan mereka berpamitan.
abah dan umi pulang kekediaman Meraka terlebih dahulu karena Abah sudah merasa kecapekan.
kemudian orang tua himma pun berpamitan untuk segera terbang ke Malaysia.
sedangkan Kana keluar paling akhir.ia harus segera kembali kekota M untuk bekerja karena tak ada ijin cuti.
Diruangan paviliun kelas utama ini tinggallah sepasang pasangan yang telah halal beberapa puluh menit yang lalu.mereka masih tampak canggung satu sama lain.mereka diam dengan fikiran masing-masing.
" ehmmm " himma berdehem
" kak Roy..........ehm b....bo...boleh saya tau nama lengkap kak Roy....? " tanya himma gugup
ia menyatukan kedua tangan mencari kehangatan karena sejak tadi tangannya terasa dingin seakan tak teraliri darah.
" Tentu......." jawab Gus Roy
kini matanya menatap wajah gadis halalnya itu.diraihnya kedua tangan himma lalu digenggamnya dengan lembut seakan dia tau jika saat ini kedua tangan gadis itu membutuhkan kehangatan.
Gus Roy merasakan tangan himma bergetar.ia pun tersenyum
" istri ku...." ucapnya dengan lembut masih menatap sang gadis yang sudah salah tingkah itu.
__ADS_1
haaaaaaaaaa
saat ini rasanya himma ingin melompat turun dari brankarnya dan bersembunyi dibawah kolong agar ia bisa menghindari tatapan mata pria dihadapannya ini namun apa daya.....?
kakinya saja lumpuh.
oh diperlakukan semacam ini membuat himma lemas.ia tak punya nyali untuk menatap sang suami.
" tenang himma ....tenang....." batinya.
meskipun belum ada rasa cinta dalam hatinya namu ia tetap gugup dengan perlakuan sang suami .
" perkenalkan aku adalah Ahmad rokhim asyarif
suami dari Allya nurfahimma. ... adalagi yang ingin ditanyakan....?" kata Gus Roy menambahkan pertanyaan.
a..apa tid...tidak berlebihan.....? " tanya himma terbata bata karena ia ragu saat ingin bertanya ia takut akan menyingung perasaan pria tampan yang masih setia menggenggam tangannya sesekali pria itu mengusap lembut punggung tangan himma.
ya himma merasa mas kawin yang telah diberikan kepadanya sangat berlebihan.bayangkan saja satu unit rumah dan sebuah rumah sakit.....
Gus Roy tersenyum mendengar pertanyaan dari gadis kecil nan mungil ini
" mau tau aja apa mau tau banget.....? " tanyanya sambil mengedipkan sebelah matanya.
" tentu saja mau tau banget." jawab himma mencebik
__ADS_1
" kalo aku jujur apa kamu percaya....?"
"kenapa aku harus tak percaya....?"
tanya himma masih tak berani menatap mata pria didepannya ini padahal jarak mereka sangat dekat,bahkan hembusan nafas dari Gus Roy dapat himma rasakan.
" ehm .....kalo kamu mau tau jawabannya sekarang tatap mataku sayang...."
blusss
sayang ....?.....
"oh Tuhan pria ini kenapa selalu membuat aku baper...." jerit hati himma
dengan jantung yang berdebar tak karuan himma sedikit mengangkat kepalanya dan menatap mata Gus Roy .semakin lama refleks himma mengeratkan genggaman tangan Gus Roy
saat pertama melihat wajah itu satu kata yang bisa himma ucapkan " tampan "
senyum Gus Roy mengembang lebih lebar kala melihat sang pujaan kini berani menatap dirinya.
" itu semua sebagai tanda cintaku padamu.bagiku kau sangat berharga dari semua itu."
" apa kau tau menikah dengan mu adalah kebahagiaan untukku."
mendengar Jawaban yang keluar dari bibir seksi suaminya itu tentu saja membuat himma semakin baper.bayangkan wanita mana yang tak bahagia.
__ADS_1
.