
Khusnul merasa bahagia sekali setelah bertemu dengan ibu Dokter Kana ,Baru kali ini dia merasakan seseorang yang begitu lembut meski mereka belum mengenal satu sama lain.Ibu Dokter Kana tak menolaknya dia bahkan bisa memberikan dukungan kepadanya untuk memantapkan hatinya agar tidak salah dalam menentukan jalan.
Namun keceriaan diwajahnya seketika surut ketika dia telah sampai di depan pintu rumahnya.Khusnul mendengar suara ayahnya membentak ibunya sedangkan sang ibu terdengar sedang menangis.Khusnul menghela nafas berat dengan enggan dia membuka pintu depan rumahnya.Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah ibunya sedang terduduk di lantai sedangkan sang ayah berdiri didepanya sambil memakai ibunya itu.
Tanpa bicara Khusnul langsung menghampiri sang ibu dan membatu ibunya untuk berdiri.Khusnul tak memperdulikan ayahnya disana saat ini yang dia pedulikan adalah ibunya.Pipi ibunya memerah, sepertinya sang ayah baru saja menampar ibunya ini hal itu sebenarnya sudah biasa dilakukan oleh ayah Khusnul.
Setelah ibunya berdiri dengan sempurna Khusnul segera membawa sang ibu menuju kamarnya tanpa sepatah kata pun yang dia ucapkan untuk ayahnya itu,Khusnul sudah muak dengan ayahnya itu.Sebenarnya sudah sejak dulu dia ingin pergi dari rumah itu ,tapi dia tak tega meninggalkan ibunya bersama ayahnya yang kejam.
Sungguh dia tak ingin berbicara apapun dengan ayahnya Khusnul hanya memperdulikan ibunya.Merasa anaknya tak menghiraukan dirinya sang ayah merasa kesal.Anak satu - satunya yang dia harapkan untuk mendukungnya ternyata malah mengabaikan keberadaannya.
" Khusnul... Berhenti.!" Bentaknya dengan marah.Bukanya berhenti melangkah Khusnul malah segera berlalu sambil memapah ibunya.Jika bukan karena permintaan ibunya untuk tak melawan papanya Sudah pasti Khusnul akan melawan pria penuh kepalsuan itu.
" Hei...Kau berani melawan papa hah...! " Pria paruh baya itu mengejar langkah Khusnul yang telah sampai ditengah - tengah tangga menuju lantai dua.Pria itu meraih tangan Khusnul dan menariknya dengan keras.Khusnul kehilangan keseimbangan tubuhnya jatuh kebawah.Khusnul meringis kesakitan tapi dia tetap diam dan menahan rasa sakit dibadanya untung dia tak terluka parah akibat jatuh tadi.
__ADS_1
Khusnul mencoba untuk berdiri dan naik kembali keatas tangga sesampainya disamping sang papa Khusnul menatap papanya itu dengan tatapan tajam.
" Apa mau papa ,tidakkah cukup papa menyiksa kami selama ini....?" Tanya Khusnul lirih namun penuh penekanan
" Papa ingin bicara serius sama kamu.!" ucap sang papa.
" ok to the poin !" Pinta Khusnul
Hah....Rasanya Khusnul ingin berteriak memaki lelaki yang seharusnya dia hormati itu.Tanpa rasa bersalah pria itu pergi begitu saja setelah apa yang dilakukannya kepada anak dan istrinya.
" sabar ya sayang ini semua demi kebaikan kamu juga jangan sedih." Ibunya menguatkan
Ibu Khusnul adalah sosok seorang wanita yang lemah dia terlalu penurut dia tak pernah sekalipun membantah apa yang telah dititahkan oleh suaminya itu.Wanita itu sangat takut kehilangan suaminya,dia takut menjadi miskin jika melawan sang suami.
__ADS_1
Khusnul sangat menyayangi ibunya sehingga dia tak ingin mengecewakan sang ibu.Entahlah apa yang harus dilakukan oleh Khusnul haruskah dia bertahan disini demi ibunya ataukah dia harus pergi dengan membawa ibunya.
Dia memeluk ibunya sebenarnya dia ingin sekali menangis tapi dia berusaha untuk menahan air matanya agar tak tumpah didepan sang ibu Khusnul harus berpura-pura kuat didepan ibunya itu.
" Ma apa ada yang sakit....?" tanyanya setelah dia merasa lebih baik.
" Jangan khawatir mama baik - baik saja." jawab sang mama dengan mengusap punggung putrinya.
" Sampai kapan Mama akan bertahan ...?"Tanya Khusnul lagi
" Mama akan tetap bertahan sampai ajal menjemput mama nak.Mama pernah melakukan kesalahan sama papa jadi mama harus menebus semuanya." ucapnya sambil tersenyum.
Entah apa kesalahan wanita itu pada suaminya dimasa lalu sehingga dia harus menebus kesalahan itu dengan perlakuan kasar.
__ADS_1