
Lamaran Dari keluarga Kana telah diterima oleh Papa Khusnul.Ya mau tak mau Papa Khusnul harus mau karena selain untuk menutupi aibnya juga karena ternyata Kana adalah putra dari Tuan Ahmad Huda seorang pebisnis ulung yang namanya sudah tak asing lagi dalam dunia perbisnisan.Meski begitu Tuan Ahmad Huda tak ingin Keluarganya menjadi sorotan publik maka dari itu tak banyak orang yang tau siapa saja anak - anak dari Pria berusia kepala Enam itu.
Tuan Ahmad Huda adalah sosok seorang yang ramah dan dermawan,bukan untuk mencari muka tapi karena memang dia sadar jika harta yang diberikan kepadanya itu ada hak kaum fakir dan miskin.Dan jiwa itulah yang dia tanamkan kepada para anak- anaknya.Bahkan Kana ,Kara dan Gus Rokhim mereka bekerja sama membangun rumah singgah dan sekolah gratis khusus untuk anak - anak tidak mampu dan 75 persen keuangan dari sekolah itu murni dari kantong mereka bertiga sedangkan yang lima belas persen adalah dukungan dari Papa Ahmad.Sementara itu saat ini mereka telah merencanakan membangun peternakan sapi perah yang hasilnya akan dikhususkan untuk membantu modal untuk orang tidak mampu.
" Maaf boleh saya ikut bicara ....?" Tanya Himma yang sejak tadi mulutnya itu sudah gatal ingin ikut bicara.
" Bagaimana jika Lamaran ini diteruskan menjadi acara ijab qobul sekarang juga, kebetulan uwak adalah seorang tokoh agama yang bisa menjadi penghulunya sedangkan Ma Roy dan mungkin satpam didepan tadi bisa menjadi saksinya." Kata himma menjelaskan.Dia berkata seperti itu karena tak tega dengan keadaan Khusnul.
" Ya betul apa yang dikatakan oleh istri saya ,bukankah niat baik harus disegerakan. menikah itu bukan harus mewah asal syaratnya terpenuhi maka ijab Kabul akan dianggap sah." Gus Rokhim menambah perkataan istrinya
" Yah kalian benar sayang,ada baiknya kita ijabkan mereka sekarang juga, meskipun masih Sirri tak masalah dan setelah ini kita ijabkan mereka secara sah." Mama pun setuju dengan pendapat himma.
" Bagaimana menurut mu Kana ...?" Tanya papa Ahmad kepada putranya itu
__ADS_1
" Saya setuju." jawab Kana ,mungkin memang ada baiknya dia menikahi Khusnul saat ini juga dan segera membawa gadis itu dari rumah mewah yang tak bisa memberikan perlindungan untuk Khusnul.
" Bagaimana Tuan ...?" Kembali papa bertanya kepada lelaki yang penuh drama itu dengan penuh penekanan
" Saya bisa apa selain setuju ." jawabnya pasrah
" Kana siapkan mas kawinnya." Perintah Papa kepada Kana
" ini sebagai maharnya ." Kana menyerahkan kartu itu kepada uwak.
" Baiklah ijab akan segera kita mulai ,oh ya saksi kurang satu." kata uwak
" saya akan panggil kan satpam yang ada diluar." Tanpa diminta Gus Rokhim berdiri dan keluar mencari satpam yang sedang berjaga di pos keamanan
__ADS_1
setelah lima Menit Gus Rokhim kembali dan diikuti oleh seorang pria menggunakan seragam satpam.
" Ini saksi ke dua ." Kata Gus Rokhim memberitahu kepada semua yang ada didalam ruangan ini.
" tunggu saya mau panggil mama saya dulu." ucap Khusnul
Dia pun berdiri dan segera memanggil sang mama yang belum keliatan sejak tadi.
Khusnul keluar dengan memapah sang mama terlihat wanita itu lemah tak berdaya, sepertinya dia baru saja dihajar oleh sang Papa.Melihat itu semua orang heran ,kenapa bisa orang yang seharusnya bisa melindungi wanita malah memperlakukan mereka dengan kasar seperti ini.
Ya benar terdapat beberapa bekas luka lebam diwajah wanita itu.Mama Humaira dan Himma Rasanya ingin menangis melihat kondisi ibunya Khusnul yang memprihatikan itu, ternyata begitu berat kehidupan Khusnul dan Mamanya selama ini.
Wanita bukanlah pakaian yang bisa kamu pakai dan kamu lepaskan begitu saja.Mereka terhormat dan mempunyai hak untuk dibahagiakan.
__ADS_1