Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 56 # Kamar bujangan


__ADS_3

Gus Rohman benar - benar terkejut mengetahui kenyataan bahwa saat ini Himma sudah jadi istri dari adiknya bahkan sudah sepuluh bulan lamanya dan dia sama sekali tidak bagaimana bisa Kedua Orang tuanya merahasiakan hal sebesar ini darinya.Apakah semua ini adalah kesalahannya,apakah dia salah jika dulu dia mengharapkan gadis itu,Apakah salah jika dia memilih menuruti keinginan Abah dan Umi.


Gus Rohman merasa kecewa dengan kedua Orangtuanya itu,tapi apalah dayanya dia adalah seorang anak yang harus patuh pada Keinginan Orang tuanya,sekecewa apapun dia dia tetap akan berusaha untuk baik - baik saja.Toh jodoh itu adalah Takdir yang telah digariskan oleh Tuhan,kita sebagai hambanya hanya bisa pasrah dan tetap berprasangka baik.


Segala sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik Dimata Tuhan,sebaliknya sesuatu yang kita anggap buruk belum tentu buruk Dimata Tuhan.Dan satu hal lagi jika kita bisa pasrah dan ikhlas dalam menjalankan semua takdir dari Tuhan maka kita Akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki,maka dari itu jangan pernah menyesali apa yang pernah kita lewati.


Bukankah pada hakikatnya cinta itu tak harus memiliki, bukankah puncak tertinggi dari cinta adalah ikhlas melepaskan.


Gus Rohman berusaha menekan rasa kecewa pada kedua orang Tuanya itu.Sebagai seorang yang paham dengan Ilmu agama tentu Gus Rohman paham apa yang harus dia lakukan kedepannya.Gus Rohman akhirnya bisa merasa lega jika Himma adalah istri dari adiknya dia tak perlu merasa khawatir karena dia tau jika adiknya adalah lelaki yang baik ,dia hanya bisa mendoakan semoga kehidupan mereka bahagia dengan pasangan masing - masing.Amiin

__ADS_1


" Umi boleh aku membantu Umi....?"Tanya Himma saat melihat Umi sedang memetik buah cabe yang ditanam dikebun belakang rumah.


" Boleh tapi kalo capek istirahat saja, kamu kan baru saja sembuh." jawab Umi memperingatkan Himma .


" Nggeh Umi." patuh Himma


" Himma boleh Umi bertanya sama kamu...?" tanya Umi lagi saat himma sudah mulai asik memetik buah cabe yang sudah memerah.


" Sebelumnya Umi minta maaf karena waktu itu Umi benar - benar tak tahu jika kamu dan Rohman..." Umi menjeda ucapanya matanya berkaca - kaca.Melihat itu himma mengusap lembut tangan umi sembari tersenyum lembut

__ADS_1


" Itu bukan salah Umi , Itu semua sudah rencana Allah Umi.Lagi pula saya sangat bersyukur bisa jadi istrinya Mas Rokhim Umi.Mas Rokhim sangat baik dan tulus."Himma berusaha menenangkan Umi yang masih saja merasa bersalah.


Umi mengangguk sambil mengusap air mata dipipinya.Dia.membalas mengusap punggung tangan himma.


Setelah selesai memetik cabe dikebun belakang Umi meminta himma untuk beristirahat dikamar Gus Rokhim.Himma masuk kedalam kamar milik suaminya ini untuk pertama kalinya.Himma berjalan mengitari kamar yang tak terlalu luas sambil melihat - lihat kira - kira barang apa saja yang disimpan suaminya itu didalam kamarnya.


Tak banyak barang disana hanya terdapat ranjang yang tak terlalu besar namun masih cukup untuk ditiduri oleh dua orang ,lalu ada lemari pakaian yang terdapat cermin besar dipintu sebelah kirinya.sebuah sofa panjang beserta sebuah meja kayu kecil di depan sofa itu serta rak buku kecil setinggi satu setengah meter untuk menyimpan buku dan barang - barang lainnya, diatas ranjang ada sebuah papan panjang yang tersusun beberapa piala disana.Dibawah papan panjang itu terdapat beberapa foto yang ditempelkan ditembok.


Himma mengamati foto - foto itu satu persatu.Ada foto suaminya saat masih anak - anak bersama dengan teman-temannya,ada foto suaminya saat lulus SMA ,serta ada foto Gus Rohman bersama dengan kara Kakaknya dan yang membuat himma melotot ternyata disana ada fotonya yang sedang menyeruput segelas minuman difoto itu ada tanda love.

__ADS_1


Himma heran bagaimana bisa ada fotonya disana,sejak kapan foto itu sana ,lalu kapan dimana foto itu.


" Sayang....!" Tiba - tiba Gus Rokhim sudah memeluknya dari belakang.


__ADS_2