
" Dasar nakal...." Gus Rokhim mengangkat tubuh Himma dan membawanya ke atas ranjang bukannya menghujani wanitanya dengan ciuman Gus Rokhim malah menggelitik pinggang himma ,Himma tertawa terbahak-bahak sampai matanya berair.
" Ampun mas ,ampun ha...ha...ha..." teriak himma
Gus Rokhim berhenti sejenak mata mereka saling bertemu, kedua mata itu sama - sama memancarkan binar cinta,cinta yang dimulai dari sebuah takdir dimana Gus Rokhim sudah iklas jika gadis pujaanya itu memang akan menjadi istri dari kakaknya.Namun Allah berkehendak lain karena keikhlasan darinya.Allah membuat mereka bisa bersatu dengan cara yang tak terduga.
Cup....
Himma mengecup rahang bawah Gus Rokhim lalu menunduk malu.
Gus Rokhim yang berada diatasnya itu membelai pipi mulusnya himma dengan lembut penuh kasih sayang.
" I love you mas....! " bisik Himma
" I love you more My wife." Jawab Gus Rokhim dengan berbisik pula.Setelah saling membisikkan kata cinta keduanya pun larut dalam ciuman panas, panas dan semakin panas.Kedua bibir itu seolah tak ada bosannya saling ******* ,saling mengecap serta saling membelit lidah.Suara decapan menambah suasana semakin panas pada siang itu.
Himma terengah-engah diatas tubuh suaminya entah sejak kapan tubuh bumil itu sudah berpindah posisi yang tadinya dibawah Kungkungan Gus Rokhim kini malah berada diatas tubuh kekar milik pria tampan mapan dan mempesona itu.
__ADS_1
Ya inilah kegiatan panas pertama yang mereka lakukan setelah pulang dari Kota kelahiran Himma.Rasa cinta bercampur rindu seolah terbayarkan dengan kenikmatan yang tercipta dari kegiatan saling memberi dan menerima cinta satu sama lain.
" Ah..." Tubuh Himma terkulai lemas diatas tubuh sang suami.
Gus Rokhim mengecup kening Himma berkali - kali.
" Gimana masih mau lanjut....?" Tanyanya menggoda
" Sekarang giliran mas!" Kata Himma malu - malu.Mendengar itu Gus Rokhim segera merubah posisi mereka,dengan perlahan Gus Rokhim merebahkan tubuh polos himma.
Keduanya kembali menikmati siang itu dengan saling memberi dan menerima kenikmatan dalam pergulatan panas diatas ranjang.
Kana sedang membimbing Khusnul mengaji meski bukan seorang Ustadz paling tidak Kana bisa mengajari Khusnul.
" Baca Alfatihah bisa....?" Tanya Kana kepada Khusnul yang duduk bersimpuh didepannya.
" Kalau Alfatihah sih aku bisa ,cuman gak bisa - bisa amat." Jawab Khusnul nyengir.
__ADS_1
Ternyata bacaan Al Fatihah Khusnul benar - benar berantakan, Kana menghela nafas karena berkali- kali membenarkan Khusnul kembali salah dalam pengucapan ,maklumlah lidah Khusnul sudah kaku jadi begitu sulit diajari cara membaca yang benar.Kana hampir saja frustasi karena hampir sejam lamanya Khusnul masih belum fasih juga.
" Boleh aku makan dulu ,laper nih." Khusnul memelas
" Baiklah,tapi lain kali kamu harus serius,jangan asal - asalan." Ketus Kana
Akhirnya acara mengaji itu harus berhenti kerena Khusnul merasa sangat kelaparan.
" Aduh mah... Khusnul itu sulit banget diajari,masak sudah sejam dia belum juga bisa membaca Alfatihah." Adu Kana pada sang Mama.
" Sabar sayang, Kamu kan tau kehidupan Khusnul Sebelumnya.Lagi pula kalau kamu bisa merubah Khusnul,maka kamu adalah lelaki yang luar biasa.Kedudukanmu akan sangat mulia,Dimata Allah.Jadi bersabarlah dalam membimbing istri mu itu.Fighting ya." Nasehat Mama Humaira kepada Kana agar dia lebih bersabar lagi dalam membimbing istrinya yang masih sangat muda.
" Mama mu betul Kana.Karena sebaik-baiknya manusia adalah dia yang bisa membawa kebaikan untuk orang lain apalagi dia adalah istrimu sendiri.Jadi jangan menyerah.Percayalah suatu hari Khusnul akan menjadi seperti apa yang kau inginkan.Jangan tekan dia lakukanlah perlahan.Kalau bukan kamu yang berjuang untuk istrimu siapa lagi
" Tambah Papa Ahmad kepada putranya.
Meski Kana tak seberuntung Gus Rokhim yang bisa mendapatkan pasangan macam himma yang sudah faham tentang agama,tapi semua keluarganya sangat mendukung.
__ADS_1
Tak ada cemoohan dari keluarga Kana,bahkan mereka selalu mendukung satu sama lain.