
" Cemburu itu tanda sayang dan cinta dan rasa itu wajar ,tapi jangan cemburu berlebihan karena cemburu yang berlebihan akan menghancurkan sebuah hubungan."
Sebenarnya Gus Rokhim merasa cemburu dengan tatapan kakaknya itu pada istrinya,tapi sebisa mungkin dia menahan rasa itu untuk menjaga hubungan baiknya dengan keluarganya sendiri.Dia sadar memang wajar jika kakaknya itu masih memiliki rasa terhadap istrinya.
" Sedang apa sayang...?" Tanya Gus Rokhim saat dia sudah ada dibelakang Himma.
" Astaghfirullah.Mas ihhh ngagetin aja sih." Himma terkejut dengan kedatangan suaminya yang tiba - tiba itu.
" hmmm ,kaget ya...." ucap Gus Rokhim sambil mencubit hidung istrinya.
" Iya lah mas tiba - tiba ada dibelakang Himma." Himma cemberut
" Maaf ya sayang.Ayo kekamar,aku ingin dipeluk oleh istriku yang cantik ini." Ucapnya sambil meraih tangan himma dan menariknya lembur agar himma mengikutinya masuk kedalam kamar.
__ADS_1
" Tapi ini mas..aku belum selesai loh." protes Himma.Gus Rokhim tak menghiraukan ucapan himma ,dia bahkan mengeratkan tanganya, sekilas matanya melirik sang kakak yang masih diam di posisinya tadi.Melihat itu dia menghela nafas kasar.
Himma terheran - heran akan sikap Suaminya ini,tak biasanya dia seperti ini.Himma bertanya - tanya ada apakah gerangan dengan sang suami.Lalu himma menoleh kekanan dan ke kiri saat menoleh kekiri Himma melihat sosok sabg kakak ipar diruang tamu,kakak iparnya itu berdiri didepan televisi dan menatap kearah nya.Himma tersenyum sambil menundukkan kepalanya sekali sebagai tanda hormat dan sikap ramah tak ada maksud lain ,meski lelaki itu pernah mengisi hatinya dan menancapkan luka disana tapi kehadiran Gus Rokhim yang saat ini telah menjadi suaminya ini seolah telah menghapus semua rasa baik rasa cinta ,rindu ,kecewa dan sakit itu hingga tak berbekas, Himma bisa mengganti nama Rohman menjadi Rokhim karena ketulusan dan Cinta dari seorang Ahmad Rokhim pria yang begitu sabar menunggu cinta Dari seorang Himma.
Saat ini dia merasa sangat bersyukur karena dulu dia tanpa ragu menerima lamaran pria baik hati yang memiliki cinta yang besar kepadanya karena Allah.Bahkan pria itu selalu menyebutkan namanya dalam sujud di sepertiga malam.
" Mas ada apa....?" tanya himma hati - hati dia takut pertanyaan darinya itu akan membuat suaminya itu marah.
Himma menurut, seperti biasa dia naik keatas ranjang agar bisa merengkuh suaminya dalam pelukannya.
" Aku cemburu sayang..." ucap Gus Rokhim saat kepalanya sudah terbenam didada himma.
" Benarkah.....?" Tanya himma sambil tersenyum.Himma merasa suaminya iniemang tak ada duanya.Biasanya seseorang yang sedang cemburu akan melampiaskan dengan kemarahan tapi suaminya ini berbeda diaalah meminta pelukan untuk melampiaskan rasa cemburunya.Gus Rokhim mengangguk
__ADS_1
Himma menarik wajah Gus Rokhim dengan kedua tanganya sehingga lelaki itu kini sedikit mendongak kearahnya.
" suamiku ini memang unlimited ya.Aku jadi makin cinta." Goda Himma sambil mencubit hidung mancung Gus Rokhim.Gus Rokhim mengernyit kan dahinya tanda dia tak mengerti dengan kata - kata himma.
Himma tersenyum " Biasanya orang kalo cemburu itu akan marah - marah gak jelas,Tapi suamiku ini berbeda dia malah minta di peluk kan Unlimited itu namanya.Edisi terbatas."
" Hem sudah pintar menggombal rupanya hemm,mau aku makan sekarang.Ha..." Ancamnya sambil menggelitik pinggang Himma.
" Ah...Ampun mas...ampun...." Teriak himma sambil terbahak-bahak.
Abah menggelengkan kepalanya mendengar suara tawa Himma dari depan pintu kamar Gus Rokhim.Saat Abah ingin pergi keruang kerja yang terletak di sebelah kamar anak - anaknya tak sengaja Abah mendengar himma yang sedang berteriak sambil tertawa.
" Dasar kelakuan anak jaman sekarang, maunya bermesraan terus tak tau waktu." Ya mereka memang tak tau waktu karena saat ini waktu menjelang Magrib,kalau kata orang Jawa sih " surup" waktu tepat pergantian antara siang dan malam.Waktu dimana para lelembut keluar dari peraduan mereka,jadi waktu seperti ini baiknya digunakan untuk berdzikir, dan semua pintu serta jendela harus segera ditutup.
__ADS_1