Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 81. Curhatan Abang


__ADS_3

Wanita itu sama seperti bunga mereka layak diperlakukan dengan lembut,baik dan penuh kasih sayang.


Islam memuliakan wanita laksana raja mencintai ratunya ,ibu menyayangi anaknya dan Tuhan mengasihi hambanya.


Seorang Wanita berhak mendapatkan cinta kasih dan perlindungan dari Ayah, saudara lelaki ,dan dari suaminya.


Kata - kata inilah yang akan selalu dipegang teguh oleh Para lelaki dari keluarga Papa Ahmad bahkan dia selalu memberikan contoh dan nasehat agar selalu menghormati seorang wanita.Jangan pernah menyakiti hati mereka maka dari itu baik Kana maupun kara tak pernah sekalipun menyakiti Mama dan adik perempuan mereka Yaitu Himma.Memang sesuatu karunia luar biasa yang Allah berikan kepada Himma karena dia dikelilingi oleh para lelaki yang Sholeh dan menyayanginya.


Selesai sholat berjamaah Kana langsung masuk kedalam kamar bahkan dia tak ikut makan malam bersama keluarganya dengan alasan lelah karena baru saja menyelesaikan operasi.Namun didalam kamar dia menggelar kembali sajadahnya dan sholat dua rakaat setelah bersholawat dia tengadahkan kedua tanganya memohon ampunan kepada Tuhan yang maha pengampun,kana menangis memohon petunjuk kepada sang Maha pengasih dan maha penyayang


" Ya Allah, Jika Engkau Berikanlah hidayah mu kepada Ayah Khusnul,lembutkanlah hatinya agar dia tak lagi menyakiti istri dan anaknya." Ya hanya berdoalah yang bisa Kana lakukan untuk gadis itu,Sejak tadi dia tampak murung dia benar-benar bersedih atas apa yang disaksikannya tadi sore di kediaman gadis gila yang mengejarnya itu.


Himma bisa merasakan ada yang berbeda dari kakaknya itu ,dia yang sangat peka terhadap perasaan orang - orang terdekatnya melihat sejak pulang tadi ada yang aneh dari kakaknya.Setelah makan Malam usai himma meminta ijin pada suaminya untuk menemui dan mengajak kakaknya itu mengobrol empat mata.Mendengat alasan himma Gus Rokhim pun dengan iklas mengijinkanya.


" Makasih Mas..." Himma memeluk Gus Rokhim karena telah mengijinkan


" Iya sayang , mungkin bang Kana memang butuh teman untuk bicara." Gus Rokhim mencium kening himma.


Himma mendengar isakan dari dalam kamar kakaknya.Suara itu terdengar sangat pilu,entah masalah apa yang sedang dihadapi kakaknya itu sehingga kakak yang bisa sangat hangat dan suka bercanda itu hari ini berubah jadi murung.Kakak yang biasanya tak pernah melewatkan makan bersama saat berada dirumah kini lebih memilih untuk mengurung diri.

__ADS_1


Tok...tok...


" Kak boleh aku masuk....?" Tanya Himma saat dia mendengar sang kakak telah mengakhiri do'anya.


" Masuk dek ...!" Kana mengijinkan himma untuk masuk


" Kakak ada masalah...?" Tanya Himma saat dia sudah masuk kedalam kamar sang kakak


Kana menghela nafas panjang untuk mengubah rasa sesak di dadanya,lali dia pun mendekati Himma dan memeluknya erat.


" Dek kakak mau curhat boleh...?"


Lalu Kana pun menceritakan semua tentang Khusnul mulai dari awal pertemuan mereka hingga pertemuan mereka sore tadi.Kana benar - benar sangat sedih saat menceritakan kehidupan lain dibalik keceriaan dan kegilaan Khusnul.Himma pun ikut bersedih mendengar kisah tentang gadis itu.


" Khusnul khatimah.Cantik ,tinggi ,putih, rambutnya pirang dan usianya masih delapan belas Tahun....?".tanya himma memastikan apakah Khusnul yang diceritakan oleh kakaknya adalah gadis yang baru dia kenal beberapa hari yang lalu dan gadis itu mengira jika himma adalah pacar Kana.


" Iya ...kok kamu tahu ciri-cirinya dek." Tanya Kana


Lalu himma pun menceritakan kenapa dia bisa kenal dengan Khusnul kepada Kana

__ADS_1


" Dan dia juga datang kemari untuk meminta dukungan dari mama dalam misi mengejar Dokter Kana." Kata mama yang tiba-tiba muncul dari arah pintu


" Hah..." Kana dan Himma terkejut


Sama halnya Himma mama Humaira juga merasa ada yang aneh pada putra keduanya itu.Melihat Himma masuk kedalam kamar Kana mama pun mengikutinya dia juga ingin tau hal apakah yang membuat seorang Kana menjadi murung sejak tadi sore.


" Ya...lalu apa yang akan kamu lakukan kak...?" tanya Mama


" Menurut Mama aku harus apa...?" Tanya Kana balik dia benar-benar tak tahu apa yang akan dia lakukan.


" Menurut Mama segera halalkan dia ,agar kamu bisa melindungi dia dari ayahnya itu." kata mama


" Tapi dia masih muda mama, usia kami terpaut jauh.Apa mama yakin dengan perasaannya...?".


" Sayang dengarkan mama Cinta itu bisa dipupuk lewat tali pernikahan dan bagaimana kedepannya itu tergantung kamu bagaimana cara kamu mendidik dia agar bisa menjadi wanita yang lebih baik.Ajarkan dia tentang aga lewat ketulusanmu, hormati dia ,perlakukan dia dengan sebaik mungkin.Mama yakin jika kamu bisa sabar dalam membimbingnya lambat lain dia akan berubah dan menjadi dewasa.kamu lihat bukti nyata nya kan Karena ketulusan Roy adik kamu bisa sembuh dari sakitnya, Bukan hanya sakit hatinya tapi fisiknya telah pulih bahkan sekarang lihat jadi makin subur saja." Mama menasehati Kana.


Himma yang mendengar kisahnya dijadikan contoh itu pun hanya bisa tersenyum dan membenarkan apa yang mama katakan tadi


Memang benar adanya bahwasana ketulusan suaminya itu membuat dirinya bisa sembuh dari segala sakit baik fisik maupun hatinya.

__ADS_1


.


__ADS_2