Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 71.MANJA


__ADS_3

Kehangatan dalam keluarga tidak diukur dengan seberapa besar ukuran luas rumah,Tapi diukur dengan kebahagiaan keluarga yang menempatinya.Anggota keluarga yang selalu akur,saling mengasihi dan menyayangi,Saling memberikan perhatian.


Kana menuruti keinginan adiknya untuk makan rujak cingur di sebuah warung rujak dipinggir jalan.Himma makan begitu lahap seporsi rujak cingur dan es tebu dia habiskan dalam waktu kurang dari lima belas menit, melihat hal itu Kana tersenyum,adiknya itu benar - benar pemakan apapun.


" Alhamdulillah kenyang." Ucap Himma sambil mengusap mulutnya dengan bibir,ia tersenyum dan melihat ke arah kakaknya.


" Udah puas." Tanya Kana


Himma mengangguk lalu berdiri sambil membenahi tas.


" Kakak yang traktir kan." tanya Himma lagi


" Iya deh ,iya..." Kana benar - benar memanjakan sang adik.


Mereka kembali kemobil dan berniat pulang ke sesampainya di rumah Himma segera berlari masuk kedalam rumah saat sampai diruang keluarga himma melihat papa sedang duduk sebuah sofa sambil menikmati cookies buatan Mama.Entah mengapa himma ingin sekali di suapi oleh papa.


"Papa aku mau dong cookies itu,tapi suapin ya." Pinta himma Pada sang Papa.

__ADS_1


" aaa !" Tanpa keberatan Papa menyuapi putrinya dengan cookies.Himma menikmati cookies dengan disuapi sang Papa hingga entah suapan ke berapa saat ini sepertinya himma memang sudah habis banyak.Kana yang melihat itu hanya geleng kepala padahal adiknya itu baru saja makan rujak cingur dengan porsi yang besar.


" Dek kok kamu jadi doyan banget makan sekarang.Gak takut gemuk..?"goda Kana pada adiknya itu.


"Biarin,emang kenapa, Masalah buat Lo...?".Jawab Himma


" Ya nggak sih tapi biasanya kamu makan nya sedikit loh." Timpal Kana


"Aku kan lagi pengen kakak...!" Himma cemberut


".Gak apa -apa kan pa ?" Rajuk himma kepada sang Papa.Papa hanya tersenyum,sambil mengusap lembut puncak kepala putrinya itu.


Adzan Maghrib berkumandang,Himma sholat berjamaah bersama sang Mama di mushola rumah,sedangkan para Lelaki sholat di masjid yang berada tak terlalu jauh dari rumah.


"Mama peluk ..." Rengek Himma pada sang Mama,entah kenapa Himma manja sekali hari ini tadi saat diajak ke mall sama Kana tiba - tiba Kakinya terasa pegal sekali akhirnya sang kakak terus menggendongnya,saat sampai dirah dia meminta sang papa menyuapinya,sekarang saat bersama sang mama dia minta dipeluk dan maunya tiduran di pangkuan sang mama sambil di Elus - Elus rambutnya.


" Mas kangen !" Rengek Himma pada Kana.Saat ini jam menunjukkan pukul dia belas malam.Himma terbangun dan menghubungi sang suami padahal tadi sebelum tidur mereka sudah telfonan lama sekali sampai Himma tertidur.Tapi malam ini dia bangun lagi dan menghubungi sang suami dengan alasan kangen.Ya mereka memang sudah tiga hari LDR an dan selama itu pula Kana tak pernah sekalipun lupa untuk menghubungi sang istri setiap dua jam sekali.

__ADS_1


" Mas juga kangen sama kamu sayang." jawab Kana dia tak marah istrinya menghubunginya dengan panggilan Vidio dijam begini saat dia sedang enak - enaknya merajut mimpi.


".Kenapa bangun malam - malam seperti ini sayang." Tanya kana lagi ,dia tetap berkata dengan sangat lembut pada Himma.


"Hiks...hiks...hiks...aku kangen kamu mas, pengen dipeluk !" Himma tersedu - sedu.


" Jangan nangis sayang, Mas kesana sekarang ya...!" Kana berusaha menenangkan sang istri,dia sangat khawatir karena tangisan sang istri.


Himma menggeleng dia memang kangen sama suaminya tapi dia juga tak tega jika sang suami datang padanya tengah malam begini apalagi jarak mereka sangat jauh.


" Nggak Mas ,ini tengah malam jangan kesini sekarang tapi temani aku bergadang ya." Rengek Himma


" Tentu saja sayang ." Jawab Gus Rokhim enteng.Ya meskipun dia sangat mengantuk dia tak keberatan menemani Himma untuk bergadang.


" Mas aku pengen dengar kamu nyanyi !" Pinta himma dengan manja.


" Baiklah Mas akan bernyanyi khusus buat istri mas tercinta."

__ADS_1


Himma tersenyum bahagia mendengar suaminya itu mau menuruti keinginannya.


" Ehm.." Sebelum mulai bernyanyi Gus Rokhim berdehem untuk menetralkan suaranya yang masih serak karena baru terjaga.Gus Rokhim tersenyum melihat istrinya yang jauh darinya itu sedang merajuk,dia merasakan memang ada yang aneh dengan wanita yang di cintainya,apa lagi saat teringat tadi Kana sahabat sekaligus Kakak iparnya tadi siang mengirimkan pesan dan menceritakan perihal Kelakuan himma sangat manja.Sepertinya Gus Rokhim merasa curiga dengan apa yang terjadi pada istrinya,hal yang membuat dia semakin bahagia.Tapi dia hanya menyimpan dalam hati.


__ADS_2