
malam ini himma bisa tidur dengan tenang mungkin karena terlalu lelah hari ini bukan hanya lelah fisik tapi juga hari dan fikirannya.
*
*
*
siang harinya setelah selesai dengan kegiatan kampus himma langsung pulang kepesantern namun bukan kamar tujuanya saat ini.
saat ini kaki himma melangkah membawanya menuju bagian belakang pesantren disana dia akan mengubur kenangan tentang Gus Rohman.
ditepi Empang milik keluarga Abah.kini himma duduk disebuah batu besar yang pernah diduduki oleh Gus Rohman ketika menyatakan kekagumannya kepada himma.
himma mengingat setiap kata yang pernah Gus Rohman ucapkan untuknya.
ditempat inilah awal dari semua luka itu
dengan tersenyum kecut himma mengeluarkan satu per satu surat cinta dari Gus Rohman.dia pandangi lembar demi lembar tanpa ingin membacanya.
__ADS_1
dilipatnya kertas kertas itu membentuk lipatan kapal lalu dia hanyutkan kapal kertas yang berisi kata-kata indah itu kedalam Empang.
dengan menghanyutkan puisi-puisi cinta itu himma berharap semua rasa cintanya kepada sang Gus dapat memudar.
" selamat jalan rasa ......" katanya sambil pergi dari tempat itu.
dengan langkah gontai dia berjalan menuju pesantren.
beberapa saat setelah himma sampai dikamarnya terdengar suara hujan turun ia pun bergegas menaiki tangga menuju lantai tiga gedung pesantren untuk menggangkat jemuran.
setelah memastikan bahwa semua pakaian yang dia jemur sudah ia angkat semua dengan tergesa himma pun menuruni anak tangga namun saat kaki nya menapaki tangga ke 2 dari atas tiba tiba kakinya terpeleset dan membuat himma jatuh dalam posisi tubuh yang terguling.
" ahhhh.......!" teriak himma
kejadian yang menimpa himma sontak membuat semua penghuni pesantren heboh mereka berlari segera menolong himma.
sementara diluar gedung pesantren Putri terlihat seorang pria keluar dari kediaman Abah.
tiba tiba
__ADS_1
" tolong......tolong.....tolong ....!" terdengar teriakan meminta tolong dari depan pintu pesantren Putri.
" mas tolong ada yang jatuh dari tangga." kata seorang santriwati memanggil nya.santriwati itu tak tau jika pria tersebut adalah putra kedua abah.karena memang pria itu jarang sekali berada dipesantren dia tak pernah ikut campur urusan pesantren.
" ada apa mbak.....?" tanya Gus Roy
" ada yang jatuh dari tangga mas, mas bisa bantu mengantarkannya ke rumah sakit ....?" tanya santriwati itu.
" Hem baiklah cepat bawa kemobil saya.! " kata Gus Roy segera menuju kemobilnya dan membukakan pintu belakang.
setelah beberapa menit menunggu terlihat beberapa santriwati keluar dari pesantren Putri beberapa dari mereka mengangkat tubuh seorang gadis yang tengah pingsan dan terdapat noda darah di jilbab panjang yang membalut kepala gadis itu.
tanpa pikir panjang Gus Roy langsung masuk kedalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya.tanpa menunggu lama setelah gadis yang dibawa beberapa santriwati tadi sudah masuk kedalam mobil dan pintu tertutup,Gus Roy bergegas menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.
sekitar 15 menit perjalanan menuju rumah sakit kini mobil itu telah berhenti didepan lobi rumah sakit.gus Roy segera turun dari mobil dan membukakan pintu belakang.setelah pintu terbuka sempurna dua orang santriwati turun dari jok belakang.
" perawat tolong .!" teriak Gus Roy
beberapa perawat datang menghampiri mereka dan menurunkan himma dari mobil Gus Roy.
__ADS_1
" himma......!" teriak Gus Roy terkajut setelah melihat wajah gadis yang bersimbah darah itu.
dari awal Gus Roy memang belum mengetahui siapa santriwati yang jatuh dari tangga baru setelah para perawat berhasil menurunkan himma dari mobil dan meletakkan tubuh mungil itu di brankar barulah Gus Roy dapat melihat wajah gadis itu.