
Wanita yang paling beruntung adalah dia yang dikarunia oleh Allah seorang suami yang penyabar dan penyayang ,penuh kehangatan dan kelembutan suka menolong dan berhati tulus yang mampu membuat wanita merindukannya kala jauh,lelaki yang mampu menghormati istrinya.
sedangkan lelaki yang paling beruntung adalah dia yang dikarunia oleh Allah seorang istri yang baik , menyenangkan dan penuh perhatian iman memenuhi hatinya, kelembutan menghiasi tutur katanya,dan berbuat baik adalah motto hidupnya dan apabila suami berada jauh darinya dia senantiasa menjaga rumah tangganya.(Dr.Abdul Malik Al - qasim)
" Assalamualaikum mas....!" sapa Himma kala dia mendapatkan panggilan dari suaminya
" Waalaikum salam sayang...sedang apa..?" Tanya Gus Rokhim diseberang sana.
" Baru ngobrol sama Mama,Papa dan kak Kana.Mas baru sampai ya, udah makan....? mas pasti capek.jangan bergadang ingat mas baru saja dari perjalanan jauh,cepat istirahat." Cerocos Himma.
" Masyaallah,istriku ini perhatian banget sih ,cinta ya...?" Gus Rokhim menggoda himma karena gemas dengan istrinya itu baru kali ini dia mendengar himma bicara panjang lebar seperti ini ,biasanya wanita yang sangat dicintainya itu tak pernah memberondongnya dengan pertanyaan banyak seperti ini.
__ADS_1
" upss maaf mas,habis aku khawatir mas lupa makan dan tak segera tidur." Sesal himma,ya entah kenapa tiba-tiba dia bersikap posesif pada suaminya.
" Gak papa sayang aku malah senang kamu posesifin aku."
" Mas udah makan...?" himma mengulangi pertanyaannya lagi
" Udah sayang ,tadi makan dijalan tapi rasanya mas gak selera makan." Jawab sang suami
" loh kenapa ,mas gak enak badan hmm?" tanya Himma khawatir takut suaminya masuk angin atau apa karena lelaki itu baru saja dalam perjalanan jauh.
" Jangan gitu dong my husband,mas harus tetep makan ada atau tidak ada aku disampingnya mas." Himma menasehati istrinya itu.
__ADS_1
" Iya sayang ,baru pisah beberapa jam mas udah kangen nih sama kamu, nanti mas pasti kedinginan gak ada yang dipeluk." Gus Rokhim masih dalam mode merajuk.
" Ah gombal Mulu sih suaminya aku ini.Eh ya mas tadi pas aku ngobrol sama keluarga,Mama cerita beberapa hari yang lalu ada ...." Himma menceritakan perihal Khusnul yang dengan berani datang kerumah ini untuk meminta restu pada sang Mama agar merestui gadis itu dalam misi mengejar Kana kakak himma.Gus Rokhim yang mendengar cerita dari istrinya itu tertawa terbahak-bahak,meski agak aneh tapi Gus Rokhim malah mendukung cara gadis aneh yang diceritakan oleh Himma,menurutnya dengan datang kerumah dan menemui mama adalah hal yang benar.
Gus Rokhim dan Himma mengobrol begitu lama, rasanya enggan untuk mengakhiri sambungan telepon itu.Mereka merasa berat belum sehari LDR an,rasanya sudah rindu.
" Udah ya mas ...udah malam kita sambung besok lagi ya ,mas harus istirahat." Ucap Himma dia melirik jam kecil yang terletak diatas nakas kamarnya.Waktu sudah menunjukkan jam setengah sebelas malam.Himma khawatir jika suaminya itu capek dan kurang istirahat.
" Baiklah sayang ,selamat tidur moga mimpi indah, assalamualaikum." ucapnya meski berat tapi dia harus mengakhiri panggilan itu.
" Wa'alaikum salam." Jawab Himma mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Himma berbaring diatas tempat tidurnya.Dia mengingat kembali awal pertemuan mereka ,hingga akhirnya mereka menjadi sepasang suami isteri.Menginggat bagaimana Gus Rokhim memperlakukannya dengan baik, bagaimana suaminya itu merawat dirinya dengan sabar ketika masih lumpuh hingga dirinya kembali sembuh,bahkan sampai saat ini Gus Rokhim begitu lembut dan sangat peka terhadap perasaan himma.Himma merasa beruntung dipertemukan dengan sosok lelaki baik hati,tulus lembut ,selalu melindunginya.Lelaki yang mampu menghapus luka hatinya hingga tak tersisa sehingga himma bisa jatuh cinta padanya bahkan cinta bertambah setiap hari hingga memenuhi ruang hati himma.
Ya katakanlah Himma adalah wanita yang sangat beruntung karena dikarunia seorang Suami seperti Gus Rokhim.Lelaki yang begitu tulus dan lembut.Himma tak henti hentinya mengucapkan Syukur Kepada sang Pemilik cinta sejati.Dia pun selalu berdoa agar suaminya tak pernah berubah dalam mencintainya dan dia juga berdoa untuk dirinya sendiri agar bisa menjadi istri yang baik yang menyenangkan bagi sang suami.Agar suaminya itu bisa menjadi lelaki yang beruntung memilikinya.