
Dengan gemetar himma menghapus air mata di pipi lembut Gus Roy dengan kedua tangannya.
" Lakukanlah mas aku sudah siap menjadi ladang pahala bagimu.tapi lakukan dengan pelan ya !" Pinta himma
Gus Roy tersenyum penuh arti perlahan ia mendekatkan wajahnya pada wajah himma, hingga hembusan nafas mereka terasa pada kulit wajah masing-masing.
Untuk mengurangi rasa gugupnya himma mencium bibir Gus Roy lebih dahulu ia tak membuang rasa malunya , toh mereka sudah sah.Bukan kah suatu pahala yang besar jika seorang wanita menawarkan tubuhnya kepada seorang lelaki yang telah sah menjadi suaminya.Himma memang tak menawarkan dirinya dengan sebuah ucapan namun ciuman itu tadi bisa di katan sebagai suatu penawaran terhadap tubuhnya agar di jamah oleh suaminya yang kini telah bertahta didalam relung hati himma.
Mendapatkan serangan itu membuat gairah Gus Roy semakin memuncak sampai ke ubun - ubun .Ia membalas ciuman dari himma hingga ia tak tahan untuk tidak ******* bibir mungil berwarna pink itu. Kedua bibir itu saling menaut ,saling ******* hingga tercipta suara decapan yang membuat suasana semakin panas.tak puas hanya ******* bagian luar bibir himma kini Gus Roy melesakkan lidahnya mengobrak Abrik rongga mulut himma.
__ADS_1
" ah...." himma menahan desahannya dengan menggigit bibirnya kala bibir basah suaminya mengabsen leher jenjangnya serta tangan Kana suaminya itu sudah menjalar meraba bagian dadanya sementara tangan kanan Gus Roy menumpu tubuh kekarnya agar tak menindih himma.Dengan gerakan cepat Gus Roy menarik resleting depan gaun pink yang membalut tubuh istrinya.
" Subhanallah" desisnya kala matanya menatap pandangan indah yang nampak didada istrinya,Terlihat dua gundukan indah yang masih terbungkus Bra berwarna hitam.Tanpa menunggu lama ia pun melahap sajian didepan matanya itu.
keadaan kamar pun semakin panas hingga tubuh keduanya berkeringat .Di dalam kamar yang temaram ini dua tubuh polos mereka saling menyatu di bawah satu selimut yang menutupinya.
Sungguh kenikmatan yang tak pernah mereka rasakan .meski ini perdana untuk keduanya namun mereka adalah dua orang dewasa yang mengerti tentang hukum agama dan secara naluri mereka dapat melakukan penyatuan dengan mengutamakan adab - adab yang telah mereka pelajari didalam kitab Qurrotul uyun.sebuah kitab yang membahas tentang pernikahan dan hubungan intim suami istri.
" Istri- istri mu adalah ladang pahala bagimu,maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai.Dan utamakan lah (yang baik) untuk dirimu.Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu ( kelak) akan Menemuinya.Dan sampaikan kabar gembira kepada orang yang beriman.( Q.S Al-Baqarah ayat .223.)
__ADS_1
Sepasang insan yang telah sah dalam ikatan pernikahan sepuluh bulan yang lalu itu akhirnya bisa merasakan nikmatnya surga dunia.dengan nafas terengah-engah keduanya kini berpelukan dengan memancarkan binar kebahagiaan di kedua mata mereka atas nikmat yang telah mereka Raup barusan.
" Terimakasih sayang." ucapnya lalu mengecup kening istrinya lama.Himma tak menjawab namun ia semakin mengeratkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya yang memerah di dada polos Gus Roy.
Jam telah menunjukkan pukul 03.00.
Seperti ada sebuah alarm di dalam kepalanya Gus Roy perlahan membuka kedua matanya.Kebiasaan di sepertiga malam seperti ini ia memang selalu bangun untuk bersujud menghadapkan wajahnya kepada Sang Khalik pemilik Alam.meski masih mengantuk dan kelelahan karena tenaganya seperti habis oleh kegiatan panasnya semalam perlahan Gus Roy bangun sejenak ia duduk dan mengumpulkan semua kesadarannya.Bibirnya tersenyum kala melihat sosok di sampingnya yang masih pulas.sosok gadis yang kini telah berubah menjadi mantan gadis karena telah menyerahkan mahkota yang selama ini dijaganya.
" Sayang,ayo bangun ....! " dengan lembut Gus Roy membangunkan himma yang masih tampak pulas.setelah beberapa kali membangunkan himma Akhirnya mata himma perlahan terbuka karena merasa ada yang mengigit bibir bawahnya.
__ADS_1
" Mas...." desis himma dengan suara serak khas bangun tidur.