Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 38 # KHUSNUL KHATIMAH


__ADS_3

Khusnul khatimah gadis cantik berusia 18 tahun yang baru saja dinyatakan lulus dari pendidikan menengah atas (SMA) adalah putri dari seorang pejabat dikota M.


Gadis bar bar yang selalu bikin ulah di mana pun dia berada.


sebenarnya dia adalah seorang gadis yang baik dengan hati yang lembut namun karena keadaan keluarga yang tak harmonis lah yang merubah kepribadian gadis ini.


Hubungan antara ayah dan ibu Khusnul hanya harmonis didepan publik saja.Ayah Khusnul bersikap sangat manis kepadanya dan kepada ibu Khusnul hanya ketika Mereka berada diluar rumah namun pak Sofyan Hartono ini akan sangat kejam kepada keluarga bila mereka sedang berada di rumah.


Sofyan Hartono adalah seorang anggota DPR yang akan mencalonkan diri menjadi gubernur,maka dari itu dia harus melakukan pencitraan dihadapan publik untuk mendapatkan simpati masyarakat.


hal inilah yang membuat seorang Khusnul khatimah merasa muak dengan perilaku ayahnya.khusnul saat ini berubah menjadi gadis yang brutal.


***************


kondisi himma semakin membaik hari ini dia sudah diijinkan pulang dan menjalani rawat jalan.


karena statusnya kini telah berubah menjadi seorang istri maka himma akan tinggal bersama sang suami.


Gus Roy memutuskan membawa himma tinggal di sebuah rumah yang telah dijadikan mas kawinnya saat menikahi gadis mungil itu.


ia tak tinggal bersama kedua orangtuanya di pesantren selain karena jarak antara pesantren dan rumah sakit miliknya juga karena ia tak mau himma tinggal bersama Gus Rohman sang kakak sekali Gus cinta pertama istrinya.


" sayang......!" seru Gus Roy

__ADS_1


Gus Roy memang memutuskan memanggil istrinya dengan sebutan " sayang " meski dia tau jika sang istri belum bisa move on.


" iya....." jawab himma


" sudah siap untuk pulang.....?" tanyanya dengan lembut


" Hem....iya."


setelah memastikan semuanya siap Gus Roy menghampiri himma yang masih duduk diatas brankar rumah sakit.


dengan tersenyum Gus Roy menggangkat tubuh himma dan memindahkan tubuh mungil itu ke kursi roda.


meski kondisi himma sudah membaik namun ia masih belum bisa berjalan.


beberapa menit kemudian


" welcome to our home my himma...."


kata Gus Roy sambil mendorong kursi roda himma.


" makasih...." ucap himma sambil tersenyum dengan mata yang tak lepas dari beberapa bunga yang menghiasi teras rumah ini.


" apa kamu suka ....?" tanya Gus Roy

__ADS_1


" sangat suka....sudah berapa lama kak Roy tinggal disini.....?" tanya himma


" sekitar dua tahun, aku tak mau tinggal di pesantren karena jika aku tinggal disana pasti Abah dan umi memaksa aku untuk menjadi pengelola disana....itu bukan basic ku sayang...." Gus Roy menjelaskan panjang lebar alasan mengapa dia tak ikut tinggal bersama kedua orangtuanya.


" oh pantas tak banyak yang tau tentang putra kedua Abah dan umi, bahkan aku sendiri baru tau kemaren kalau kak Roy adalah putra Abah dan umi."


" kita ini lucu ya kak.....!" kata himma sambil tersenyum mengingat tentang kisah mereka yang belum lama kenal.


" iya ,itulah takdir ." jawab Gus Roy singkat sambil membawa himma masuk kedalam rumah


" ehm ....sayang....." panggil Gus Roy lalu jongkok di depan himma


" ya kak......"


" kamu mau kita tidur satu kamar atau...."


" satu kamarlah kak ...kita inikan suami istri meskipun....."


" suttt.....jangan diteruskan aku g mau bahas tentang ini....oke.... sekarang kita bahas tentang kita saja......"


ya Gus Roy memang tak ingin membahas tentang rasa yang belum ada dihati himma, meskipun gus Roy sendiri merasakan pilu dihatinya karena masih tersimpan rasa untuk orang lain dihati sang istri.


betapa beruntungnya seorang Allya nurfahimma mendapatkan seorang pria dengan hati selembut itu.....

__ADS_1


dalam benak himma kadang bertanya apakah suaminya itu adalah jelmaan dari malaikat yang dikirimkan Oleh Allah .....


...


__ADS_2