
Gus Rokhim menghampiri Himma diatas Brankar lalu dirimu ikut berbaring di sampingku sang istri serta memeluk tubuh Himma yang masih lemah pasca melahirkan.
" Makasih sayang,I love you." kata - kata cinta tak pernah bosan di ucapkanya untuk memberikan semangat dan dukungan kepada istrinya itu.
Seperti biasa kecupan - kecupan kecil selalu dia layangkan kewajah himma yang selalu membuatnya nyaman.
" Tidurlah sayang." Ucapnya mempererat pelukan
Himma hanya mengangguk, sungguh dalam hati dia sangat bersyukur telah di karunia suami seperti Gus Rokhim.
Beberapa menit kemudian Himma pun sudah terlelap,Lagi Gus Rokhim memberinya sebuah kecupan lalu melepas pelukannya.
Gus Rokhim berjalan menuju sudut ruang rawat himma untuk mengambil kantong kresek berwarna hitam.
lalu membawanya masuk kedalam kamar mandi, dibukanya kantong kresek berisi pakaian himma yang penuh dengan noda darah.
Tanpa merasa keberatan,Gus Rokhim mencuci semua pakaian yang terkena darah nifas milik himma.
Selesai mencuci Gus Rokhim langsung membersihkan diri.
__ADS_1
" Mas ...!" Panggilan Himma saat dia membuka matanya
" Tidur saja sayang ,mas mau sholat malam dulu sekalian nunggu waktu subuh." Kata Gus Rokhim sambil menggelar sajadah , sedangkan himma kembali tidur.
Usai sholat malam Gus Rokhim masih bersimpuh diatas sajadah, bibirnya berdzikir,dengan air mata yang berlinang.Sungguh dia sangat bersyukur dengan kehidupannya saat ini.
*********
" Ma...mama...ma...!" Kana keluar dari kamarku untuk mencari Mama Humaira yang sedang sibuk memasak di dapur dengan di bantu oleh Khusnul.
" Ada apa Kana....?" tanya mama
" Alhamdulillah, beneran Kana...?" Mama sangat bahagia mendengar kabar ini.
" Ini...!' Kana menyerahkan Hpnya Kepada Mama, rupanya Kana sedang melakukan panggilan Vidio dengan Himma.Tadi pagi himma sengaja mengirimkan foto putranya yang berada di Box bayi lewat Wa kepada Kana.
" Halo Mama...!" Suara himma diseberang sana
" Sayang, sayang kamu sudah melahirkan nak,kamu dan cucu mama baik - baik saja kan nak...?" Tanya mama matanya sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
" Alhamdulillah ,aku dan cucu mama baik ma ,kami sehat." Jawab Himma sambil mengarahkan kameranya kepada sang putra.
" Masya Allah,tampan sekali cucu nenek !" Tangis Mama Humaira semakin pecah saat melihat betapa tampannya putra himma.
" Sayang, Nenek akan kesana sekarang juga, Himma sayang Mama mau siap - siap menyusul kalian ya." Kata mama Antusias.Mama sangat bahagia sekali hari ini dia resmi menjadi seorang nenek.
Mama menyerahkan Hp itu kepada Kana dan langsung berlari mencari Papa Ahmad untuk mengabarkan kabar gembira ini dan mengajak Papa untuk menyusul Himma di rumah sakit.
Setelah panggilan Vidi dengan Himma terpukau,Kana melihat wajahnya Khusnul yang terlihat sangat murung.
" cinta..ada apa Hem ?" Tanyanya kepada istrinya itu
"Pasti senang ya bisa menjadi seorang ibu, apalagi melihat Mama sangat bahagia seperti tadi.Apa aku bisa kasih kebahagiaan seperti ini juga...?" Tanya Khusnul kepada Kana, lebih tepatnya kepada dirinya sendiri.
" Cinta... bukankah anak itu adalah amanah dari Allah,jika sudah saatnya pasti kita juga akan di beri amanah juga.Jika belum jangan sedih ,kan kita bisa memanfaatkan waktu untuk berdua hmm." Kana menggoda Khusnul dengan menaik turun kan alisnya.
Kesedihan Khusnul hilang berganti dengan rona merah di pipinya tentu saja dia sangat malu karena dia tau betul apa yang di maksud Kana.
" Ishhhh apaan sih cinta." Khusnul mencubit pinggang Kana.
__ADS_1
" Auh..sakit." Kana mengelus pinggangnya yang baru saja di cubit oleh Khusnul.