Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 38 # MERASA BERDOSA


__ADS_3

ya apakah sosok Ahmad Rokhim assarif adalah jelmaan dari malaikat....


tentu jawabnya adalah bukan


dia adalah seorang manusia biasa namun dia diberikan hati yang lembut nan sabar oleh Allah


ia rela menjadi pengobat luka untuk seorang gadis polos.biarlah semua orang mengatakan dia hanya sebagai pelarian atas patah hatinya seorang himma.


begitu cintanya seorang Gus Roy kepada himma dia rela memberikan segenap jiwa dan raganya kepada gadis mungil itu,meski dia tau jika saat ini hati sang istri belum terisi dengan namanya.


bahkan ketika gadis itu terluka baik fisik maupun batinnya dia dengan suka rela menjaga dan merawat.tanpa pernah ia berkeluh kesah.


malam ini adalah malam ke sepuluh dimana himma telah sah menjadi istri dari seorang dokter muda yang tampan.


sosok Gus rokim seorang dokter sekaligus pemilik sebuah rumah sakit adalah sosok pria tampan versi Indonesia dengan kulit sawo matang, dengan sorot mata teduh, hidung lancip,kumis tipis serta dagu lancip ditambah lesung Pipit dipipinya badan kekar berotot dengan tinggi badan ideal.sungguh suatu ciptaan Tuhan yang indah sedap dipandang oleh kaum hawa.


meski ia adalah sosok pria sempurna menurut kategori wanita tak pelak membuat sang Gus sombong.ia adalah pria yang ramah, sopan meski tak suka diatur.

__ADS_1


didalam kamar yang tak terlalu luas ini tampak seorang gadis mungil duduk diatas ranjang tubuhnya masih terbalut mukena sedangkan dilantai tampak seorang pria sedang menjalankan sholat diatas sajadah.


sepertinya mereka sedang mengerjakan sholat jamaah meski sang makmum berada diatas ranjang.


"Assalamualaikum warahmatullahi wa Barakatuh......"


"Assalamualaikum warahmatullahi wa Barakatuh....."


usai menjalankan sholat Gus Roy perlahan berdiri mendekati ranjang dimana himma.


setelah itu Gus Roy pun mengecup kening himma agak lama.


setelah itu Gus Roy pun kembali pada posisi semula duduk diatas sajadah menghadapkan diri kepada sang maha Cinta bermunajat.


sepertinya mereka memang memiliki ikatan batin yang kuat karena doa yang mereka ucapkan sama.


dalam doa itu mereka sama sama memohon ampunan atas segala dosa besar mereka,lalu sama sama memohon cinta kepada Allah.

__ADS_1


memohon agar hubungan mereka yang telah sah ini supaya diberkahi dan dilimpahkan cinta luar biasa,mereka sadar bila hanya kepada Allah lah tempat yang tepat untuk mereka memohon dan menyerahkan segala gundah gulana mengadukan semua masalah dan memasrahkan segalanya dan percaya akan takdir yang bahagia.


bukankah segala sesuatu didunia ini kita harus percaya akan kebahagiaan, walaupun bahagia itu harus melewati sedih.


ya kita sebagai manusia harus percaya jika akan ada banyak kebahagiaan setelah kita melewati kesedihan.


akan banyak rintangan untuk menuju kebahagiaan.


" tidurlah sayang.....kau harus banyak istirahat supaya cepat sembuh.besok adalah jadwal kita kontrol." kata Gus Roy sambil melipat sajadah dan mengambil mukena himma untuk disimpan.


" apa menurut kakak aku masih kurang istirahat...bukankah kegiatan ku hanya istirahat saja tanpa melakukan apapun selama ini ...?" tanya himma sambil mengerucutkan bibirnya.


"maaf ya kak aku belum bisa jadi istri yang baik buat kakak, aku selalu merepotkan kakak!" kata himma dengan mata berkaca-kaca


sungguh dia benar benar merasa sedih,himma merasa berdosa sebagai seorang istri dia tak bisa melakukan apapun terhadap suaminya yang begitu mencintai dan menyayangi dirinya.


" sutttt sayang jangan berkata seperti itu,aku tidak suka.." kata Gus Roy lalu menarik tubuh sang istri kedalam pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2