
Mendengar penjelasan dari dokter Ulfa hanya bisa menutup mulutnya dengan tangan.
Tentu saja Ulfa sangat terkejut mendengar jika Baby Akmal dinyatakan meninggal.Bahkan tak ada ya g tau jika ternyata baby Akmal menderita Leukimia.
" Gus , bagaimana Himma ...?" Tanya Ulfa saat Gus Rohman baru saja keluar dari ruangan.
" Masih belum sadarkan diri, sebenarnya ada apa kenapa Himma sampai se histeris itu...?" Gus Rohman pun tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya.
Ulfa masuk kedalam pelukan suaminya " Gua Baby Akmal dinyatakan meninggal oleh dokter , sebelum dilakukan operasi transplantasi sumsum tulang belakang.Ternyata bayi itu menderita Leukimia.Hiks...hiks..."
" Apa...lalu dimana Rokhim.Apa dia tidak tahu...?" Gus Rohman mulai emosi.
Ulfa menggeleng didalam pelukan suaminya." Aku tidak tahu, kata dokter kita harus segera mengurus Baby Akmal Gus."
" Ul.. hubungi Abah dan Umi ,aku akan menghubungi Roy dan juga keluarga Himma.Kita harus cepat...!" Ujar Gus Rohman dengan emosi sudah memuncak di ubun-ubun.
Dimana adiknya sekarang kenapa pada saat seperti ini tak ada disini mendampingi Himma ...?
Apa terjadi sesuatu diantara mereka...?
__ADS_1
Apa mereka bertengkar dan ...
Ah pikiran Gus Rohman melayang kemana-mana.Lelaki itu mengambil Handphone dan menghubungi nomor adiknya berkali- kali namun hasilnya nihil tak ada tanda Hp adiknya berdering.
"Dimana kau Roy ...?"
" Aku yakin pasti terjadi sesuatu sama kamu.Aku tau jika tak terjadi sesuatu padamu pasti kamu tak akan membiarkan istri mu sendirian menghadapi semua ini, aku sangat tau bahwa kamu sangat mencintai dek Himma." Gumam Gus Rohman.
Ya dia kenal betul watak dan sifat dari adiknya itu.Meski agak bandel lelaki yang usianya dua tahun lebih muda darinya itu sangat mencintai dan menyayangi keluarganya.Semarah apapun dia kepada salah satunya tapi tak mungkin adiknya itu akan pergi begitu saja.Bahkan Gus Rokhim adalah tipe orang yang tak gengsi meminta maaf walaupun dia tidak salah.Semua Demi orang yang di sayangi nya.
Beberapa saat kemudian Abah datang bersama dengan Umi dan dua orang santri.
" Bah Baby Akmal bah .Dua meninggal dan Himma masih tak sadarkan diri.Sementara Roy ..dia entah ada dimana saat ini Aku sudah menghubunginya tapi tak ada tanda Hpnya berdering." Gus Rohman menjelaskan kepada Abah.
" Baiklah kita urus jasad cucuku secepatnya dan Ulfa tolong jaga Himma.Untuk Roy kita urus setelah pemakaman saja." Abah memerintahkan kepada dua orang santri Senin untuk mengurus pemakaman baby Akmal.
Mereka memutuskan untuk membawa Himma serta mengurus Jasad Baby Akmal di pesantren.Karena tak ada yang mendampingi Himma jika dibawa pulang kerumah Himma sendiri.
" Ya Abah, aku juga berfikir demikian."
__ADS_1
Saat mereka membicarakan Tentang pemakaman baby Akmal.
Didalam ruangan dimana Himma masih belum sadar.
" Sayang maafkan aku.Tunggu aku aku pasti pulang.Tolong jangan marah padaku .Aku sayang kalian." Didalam alam bawah sadarnya himma mendengar sebuah bisikan dari Gus Rokhim.
" Mas kamu dimana....?"
" Apa terjadi sesuatu denganmu....?"
" Hiks...hiks ..Anak kita mas...anak kita...!" Himma menangis.
Meski tak melihat wajah Gus Rokhim namun himma bisa merasakan jika tangan suaminya itu mengelus pucuk kepalanya.
" Kamu harus kuat ,jangan lemah . Ingat bila Allah lebih sayang anak kita."
cup sebuah kecupan mendarat dikeningnya
" Mas...!" Pekik Himma dengan suara yang sangat keras.seketika itu dia pun sadar dari pingsannya yang sudah hampir setengah jam.
__ADS_1
" Himma...!" Pekik semua orang dan langsung berlari menuju keruangannya.