
jawaban dari gus Roy mampu memberikan kehangatan untuk hati seorang Allya nurfahimma yang telah beku karena patah hati.
" aku benar benar tulus mencintaimu sayang."
ucap Gus Roy sambil mencium punggung tangan himma yang sejak tadi dia genggam
dug.....dug....dug
terdengar suara jantung kedua insan itu bertalu Talu.
setelah mencium punggung tangan himma kini tangan kanan Gus Roy sudah bersarang dipipi himma dielusnya perlahan pipi halus itu.
lalu bagaimana reaksi si pemilik pipi....?
tentu saja sangat gugup
dan kini tangan dari pria itu turun meraba dagu himma.gus Roy memajukan kepalanya hingga jarak mereka semakin terkikis.hal itu membuat mata himma terpejam,seper detik kemudian himma merasakan hangat pada kelopak mata kanan,lalu berpindah kekiri setelah itu turun kepipi kanan selanjutnya pipi kiri dan bola mata himma refleks terbuka ketika bibirnya terasa hangat.
ya ciuman sang suami kini mendarat di bibirnya.mata himma semakin melebar tatkala dokter muda itu menghisap bibirnya agak lama seakan pria itu meresapi manis bibir ranum miliknya.
benar Gus Roy memang benar-benar menikmati bibir mungil milik himma meresapi manis bibir ranum milik istrinya.
__ADS_1
sebenarnya ia pun gugup dan merasa bersalah karena tak meminta ijin terlebih dahulu namun biarlah toh bukankah itu memang haknya bahkan jika ia melakukan lebih dari itu pun himma tak berhak marah.
setelah beberapa saat meresapi rasa manis bibir pink itu kini ia melepaskan bibir itu dan tersenyum.
"ehm maaf kan aku." ucapnya merasa bersalah
" apa kamu lapar....?" tanyanya kemudian untuk mengurangi kecanggungan
" Hem ." jawab himma
mendengar Jawaban dari bibir himma membuat Gus Roy mengernyit dahi lalu sesaat kemudian ia bangkit dari duduknya namun tangan himma menahan tangannya ketika Gus Roy menoleh ingin bertanya adaapa tiba tiba sebuah kecupan mendarat disalah satu pipinya.
Gus Roy terkejut dan tersenyum bahagia itu artinya himma tak marah karena dia telah lancang karena mencium himma tanpa seijin siempunya.
benar saja debaran jantungnya tak dapat ia kendalikan.
" biarin aja terkesan murahan toh udah halal juga." batinnya
tentu saja himma tersipu malu.
" mau makan apa ....? ". tanyanya kemudian
__ADS_1
" memang boleh makan apa saja....?" tanya himma
himma pun sadar karena jika dia adalah seorang pesien maka makan pun tak boleh sembarangan.
" hanya boleh makan bubur...." jawab Gus Roy
himma nenyebik
" tadi aja nawarin. ya sudah bubur kacang hijau boleh...?" tanya himma
" baiklah tunggu disini akan aku belikan ....." perintah Gus Roy lalu mengecup kening himma singkat
setelah sang suami keluar dari ruangannya himma tersenyum sendiri mengingat kejadian yang baru saja terjadi antara dia dan Gus Roy.
ia bersyukur ketika dia sedang terluka ada seseorang yang begitu gigih ingin menjadi obat untuknya
saat ini tekadnya sudah bulat ia akan belajar mencintai suaminya itu dengan membiarkan sang suami berlaku manis padanya.
ia tak mau menolak jika hanya sekedar dicium di genggam tangannya atau bahkan dipeluk,mungkin dengan cara ini hatinya perlahan-lahan akan terisi oleh kehangatan cinta suaminya itu.
namun untuk berhubungan badan mungkin himma belum siap.selain karena kondisi tubuhnya juga karena kondisi hatinya yang masih menyimpan rasa untuk pria lain.
__ADS_1
himma tak ingin jika ketika ia menyerahkan mahkotanya kepada suaminya itu bayangan cinta pertamanya itu tiba tiba datang dibenaknya.