
" Istirahat lah,maaf kamarnya kecil ,tapi masih muat buat kita berdua." Kana menyuruh Khusnul untuk istirahat pasalnya gadis itu memang belum tidur sama sekali sejak kemarin.
" Aku akan mandi dulu dok,maaf merepotkan." Jawab Khusnul dengan tersenyum kaku
" Hei...apa kau lupa jika aku ini suamimu,coba beri aku panggilan kesayangan." Kana berusaha mencairkan suasana, rasanya aneh sekali melihat kecanggungan ini.
" Panggilan kesayangan.... haruskah....?" Tanya nya memastikan,apakah wajib sepasang suami istri mempunyai panggilan kesayangan....? Khusnul membatin
" Tentu saja , supaya kita semakin sayang hmm." Kana mulai menggoda Khusnul.Kini posisi mereka terbalik jika biasanya Khusnul yang menggoda sekarang jadi Kana lah yang menggoda Khusnul.
" Aku panggil kamu Cinta boleh....?" Tanya Kana
" Cin.. cinta...?" Tanya Khusnul gugup.Ah wajahnya merona seketika, pipi putih itu kini berubah menjadi kemerahan.Membuat Kana semakin lega,karena itu berarti Khusnul sudah bisa melupakan rasa sedihnya walau sejenak.
" Hemm...boleh....?" Tanya Kana menarik turun kan alisnya
" Terserah ....lalu dokter mau aku panggil apa...?" Khusnul masih belum bisa mencari panggilan kesayangan yang pas buat lelaki itu.
" Cinta....kita saling memanggil cinta dan itu wajib hukumnya jika ada yang lupa maka akan ada hukuman."Kana benar - benar merubah suasana yang semula kaku dan canggung menjadi lebih mencair.
" Oh begitu ya....?" Khusnul masih ,biasalah otaknya memang suka loading.
__ADS_1
" Cinta...!" Panggilan sayang pertama Kana kepada Khusnul,sedangkan yang dipanggil merasa aneh.Khusnul menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuknya memastikan jika sang suami memang memanggilnya.
" Kenapa diam Hmmm?" Kana bertanya sambil berjalan mendekati Khusnul.Khusnul mengerjabkan matanya berulang kali saat Kana semakin mendekat dan meraih pinggangnya lalu menariknya sehingga tubuh mereka berdua tak ada jarak sejengkal pun.Khusnul mendongak sehingga mereka berdua beradu pandang.
cup....
Kana mengecup kening Khusnul sekilas lalu melepaskan pelukannya dan segera masuk kedalam kamar mandi.Sementara Khusnul masih bengong tanganya terangkat meraba bekas kecupan Kana.
" Apakah ini mimpi....?" Batinnya sambil tersenyum.
Lima belas menit berlalu Kana yang baru saja keluar dari kamar mandi.Memandang aneh kepada sosok gadis yang telah sah menjadi istrinya itu duduk diatas ranjang tengah tersenyum sendiri dengan tangannya mengusap keningnya.
" Cinta....kamu ngapain....?" Tanya Kana mengagetkan Khusnul yang tengah asik dengan lamunannya.
" Mandi gih,badan Kamu pasti lengket sejak kemarin Loh belum mandi." Perintah Kana
Ya tentu saja lengket dan bau pastinya badan Khusnul karena sejak kemarin gadis berstatus Nyonya Kana itu belum mandi sejak kemarin.
" Aku sudah siapkan semuanya didalam,jadi mandilah dengan benar karena malam ini kita akan tidur seranjang." Kana telah mempersiapkan keperluan mandi untuk Khusnul didalam kamar mandi termasuk sabun dan jubah mandi.
" Iya..." setengah berlari Khusnul masuk kekamar mandi dan menutup pintunya dengan kasar.
__ADS_1
Brak....
suara pintu membuat Kana terlonjak.Kana hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri Mudanya itu.
" Mas....mau cilok....!" Rengek Himma didalam mobil saat mereka dalam perjalanan pulang dari rumah sakit.
" Ok sayang....!" Gus Rokhim segera menepikan mobilnya.
Setelah mobil berhenti Himma masih diam ,membuat Gus Rokhim mengernyit." Loh katanya mau cilok.Kenapa diam....?" Gus Rokhim bertanya dengan Nada yang lembut
Himma cemberut, matanya berkaca-kaca seperti mau manangis." Mas ih gak peka banget sih, masak aku disuruh turun dan beli sendiri.Tega banget." Ucapnya merajuk sambil melipat tangannya didada persis seperti anak kecil yang sedang merajuk minta dibelikan es krim.
" Maaf sayang....kamu mau yang pedes atau gak pedes." meski Tak salah Gus Rokhim meminta maaf pada Himma.
" Terserah..." Jawab Himma masih dengan mode kesal
" Tunggu disini sama mama ya sayang,biar mas belikan.Ma titip istri saya ya....!" Pamit Gus Rokhim sebelum akhirnya keluar dari mobil untuk membelikan himma cilok.
Lima belas menit Akhirnya Gus Rokhim bisa mendapatkan apa yang diinginkan oleh sang istri setelah lama mengantri karena kang cilok ini ramai sekali.Dengan wajah berbinar dan berharap disambut dengan senyuman oleh sang istri.Gus Rokhim harus menelan kekecewaan mendapati sang istri sudah tertidur pulas sambil bersandar pada kursi mobil.
" Yang sabar ya nak Roy, maklumi saja karena mood wanita hamil tak bisa ditebak." Mama Humaira yang duduk di kursi belakang memberikan semangat kepada menantunya itu.
__ADS_1
" Ya Ma.." Meski sedikit kesal ,Gus Rokhim hanya bisa pasrah dan memaklumi mood wanita yang dicintainya.