
Setibanya dirumah Himma , Khusnul langsung berlari menuju kamar yang ditempatinya bersama dengan Mama Humaira.
Khusnul langsung masuk kedalam kamar mandi.Di nyalakan nya shower agak besar.
Khusnul menangis dibawah guyuran air dari shower.Dia melakukan itu agar tak ada yang mendengar isak tangisnya.
"Hiks..hiks...Cinta ternyata kau punya wanita lain."
" Lalu siapakah aku....?"
" Aku atau dia pelakornya...?"
" Tapi bukankah aku istri sah mu...?"
" Sejak kapan kau dan wanita itu...?"
Dalam Isaknya Khusnul bertanya - tanya.Sungguh dia harinya sangat sakit dengan apa yang dilihatnya tadi.
Kana begitu mesra bersama dengan wanita lain.
__ADS_1
Satu jam Khusnul berada di dalam kamar mandi . Khusnul keluar dengan tubuh menggigil kedinginan.Tak ada yang tau keadaan khusnul saat ini Mama mengira Khusnul sedang beristirahat karena tadi dia mengatakan ada sedikit masalah dengan perutnya.
Sementara Mama sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam.
Himma berada di kamarnya bersama sang suami mereka berdua memandikan bayi mereka.Lebih tepatnya Gus Rokhim lah yang memandikan putranya itu himma hanya menyiapkan keperluanya saja.
" Sayang biar Akmal sama mas saja.Kamu duduklah disitu biar ga capek." Gus Rokhim berkata dengan lembut kepada Himma.
Gus Rokhim merupakan suami yang siaga.Dia selalu ikut turun tangan merawat bayinya.Setiap malam ia akan terjaga untuk mengantikan popok Sang anak.Untunglah bayi mereka bukan termasuk bayi yang rewel.Jadi hanya empat kali Gus Rokhim akan bangun dua kali untuk mengantikan popok dan dua kali untuk menemani Himma menyusui.
" Mas aku mandi saja ya....!" Ucap Himma
lelaki luar biasa itu ingin menunjukkan Betapa besar tanggung jawabnya sebagai seorang suami.Alasan mengapa dia melakukan hal itu adalah karena istrinya itu sudah bertaruh nyawa demi membuatnya bisa menjadi seorang ayah.
" Babynya sudah tidur sayang, sekarang giliran kamu ,ayo ...." Gus Rokhim menarik tangan himma dengan lembut.
Disiapkannya air hangat dan beberapa keperluan mandi setelah himma masuk kedalam bathtub dia pun menyiapkan pakaian ganti untuk istrinya.Satu stel piyama dengan kancing didepan menjadi pilihanya agar memudahkan himma bila menyusui.
" Makasih mas." ucap Himma ,Himma sangat terharu dengan perlakuan sang suami yang begitu lembut dan penuh perhatian,bahkan Gus Rokhim selalu mendahulukan kepentingan himma dan putranya.
__ADS_1
" Aku yang seharusnya berterima kasih kepada mu sayang,karena kau sudah mau mempertaruhkan nyawa demi aku dan putra kita.I Love you My wife." Bisik Gus Rokhim ditelinga himma.Karena saat ini posisinya sudah memeluk Himma dari belakang.
Tok...tok...tok...
Pintu kamar Himma diketuk dari luar.
Himma membuka pintu kamarnya,karena Gus Rokhim sedang berada dikamar mandi.
" Surprise....!" Pekik seseorang ketika pintu kamar sudah terbuka.
" Kak Kara..." Himma langsung memeluk kakaknya yang sudah lama tak pernah bertemu.
Sebenarnya Kara sudah tiba di Kota ini sejak semalam, Kerena ingin memberi kejutan untuk Himma jadi dia dan istrinya tak langsung datang kerumah Himma ,mereka tinggal semalam di hotel.Dan Baru sore ini mereka memutuskan untuk datang ke rumah Himma.
" Kangen...." Kata himma dalam pelukan kakaknya itu.
" I Miss u to my little sister." Kara mengecup kening Himma dengan sayang.
Ya Himma adalah kesayangan Kana dan Kara.Meski sudah menikah kedua orang yang mempunyai wajah sangat mirip itu masih menganggap Himma little sister.
__ADS_1
" Ehmm...." Seorang wanita yang berada dibelakang Kana berdehem.