
Himma pingsan kembali sambil berlutut dibawah Gus Rokhim,wanita yang kini masih terganggu mentalnya itu Sadeng bahagia tapi juga sedih dan takut.Bahagia karena suamiku telah kembali ,sedih karena teringat dengan almarhum anaknya serta takut jika Suaminya akan marah dan pergi meninggalkan dirinya lagi.
Gus Rokhim yang belum tau Apapun hanya bisa diam tak mengerti.Belum sempat dirinya berlutut untuk menoleh sang istri, Papa mertuanya telah datang dang mengambil alih tubuh Himma.
" Roy Masuklah ,dan ajak tamumu masuk, papa jelaskan semula di dalam." Ucap Papa seraya mengangkat tubuh Himma.
Mereka semua pun akhirnya masuk mengikuti Papa Ahmad yang menggendong tubuh kurus himma.
" Silahkan duduk." Papa Ahmad mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa ruang tamu, sementara dirinya membawa Himma ke ruang keluarga lalu menurunkan tubuh lemah sang putri di atas sofa bed yang ada di depan televisi.
" Ma tolong ambilkan minyak kayu putih untuk Himma." Papa memiliki tolong kepada Mama untuk mengambilkan minyak kayu putih untuk membangunkan Himma.
Mama segera berlari menuju kamar dan mencari dimana tadi dia menyimpan benda itu..
__ADS_1
Setelah menidurkan himma diatas sofa bed, papa mengecup kening Himma dengar kasih sayang serta hari yang terluka.
" Sayang suamimu telah kembali." bisik Papa pada telinga Himma , berhasil anaknya itu mendengar bisikanya dan segera sadar.
Papa menghela nafas sejenak untuk mengurus rasa sesak di dadanya.
lalu beranjak meninggalkan himma ,dan pergi kedapur mengambilkan minuman untuk para tamumu itu.
Meski seorang pria ,papa tak meresa malu ataupun bagaimana melayani tamu sendiri.Tidak tentu saja papa adalah tipe pria yang terbiasa membantunya Mama dalam mengerjakan pekerjaan rumah apapun itu.Jadi kalau hanya mengambilkan minuman untuk para tamu seperti ini baginya bukanlah hal yang memalukan.
" Terima kasih." Mereka bertiga pun meminum minuman yang dihidangkan oleh Papa Ahmad
" Pa ,bisa tolong dijelaskan ada apa sebenarnya ini...?" Tanya Gus Rokhim tak sabar sejak tadi menahan rasa penasaran.
__ADS_1
" Roy " Papa menghela nafasnya sesaat sebelum bercerita
" Himma mengalami gangguan mental setelah anak kalian dimakam kan."
" Tunggu pa apa maksud Papa....?" Gus Rokhim memastikan apa yang didengarnya
" Baby Akmal meninggal, maksud Papa begitu...?" Tanya gus Rokhim terkejut pasalnya dia tidak tau dan tidak menyangka.
" Yah Roy , anak kalian meninggal saat himma kembali kerumah sakit ketika dia mencari keberadaan mu.Waktu itu dia terpaksa menitipkan baby Akmal kepada perawat karena himma Menyusulmu pulang kerumah,karena saat itu dia merasa kamu terlalu lama tak kunjung kembali kerumah sakit."
" Ketika sampai dirumah dan tak ada tanda - tanda kamu ada dirumah Himma ingin menyusul kerumah sakit milik kalian,tapi ditengah perjalanan menuju kesana Himma mendapatkan kabar jika Baby Akmal kritis jadi dia memutuskan untuk kembali pada Baby Akmal sesampainya dia di sana ternyata anak kalian telah menghembuskan nafas yang terakhir.Bayangkan saja bagaimana frustasinya himma saat itu,saat itu tak ada diantara kita yang ada di sana mendampinginya bahkan aku saja tak tau jika cucuku menderita leukimia." Papa terisak membayangkan bagaimana Himma saat itu disaat putrinya itu butuh pelukan tapi tak ada yang disana.
Mendengar itu Gus Rokhim semakin tergugu, betapa bersalahnya dirinya , seharusnya dia disana disamping anak dan istrinya untuk mencurahkan segala kasih sayang.
__ADS_1
" Maafkan aku ." Lirih Gus Rokhim tak tau harus meminta maaf kepada siapa