Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 43 # I'M YOURS


__ADS_3

" I love you my husband..." Dengan menekan rasa malu dan gugup ia beralih ke bibir suaminya dengan lembut himma menyerang bibir tebal itu dengan lumayan.Gus Roy semakin tertegun dibuatnya.


Tak mau membuang kesempatan ia meraih pinggang ramping sang istri dan menariknya pelan agar tubuh mengikis jarak diantara mereka.Ia pun mengikuti permainan bibir himma.


satu menit


dua menit


tiga menit


empat menit


Hingga lima menit berlalu tautan bibir mereka belum juga usai bahkan semakin dalam dan semakin panas.Hingga sedetik kemudian pagutan itu berakhir karena keduanya telah kehabisan nafas.


Himma menunduk saat pagutan itu berakhir ia semakin malu dengan kelakuannya sendiri.


"Apa aku berada dalam mimpi....apa ini semua hanya hayalanku saja.....?" kata Gus Roy seakan tak percaya dengan semua ini


Cup

__ADS_1


sekali lagi himma harus menekan rasa malunya


" manis " Goda Gus Roy


Himma melepaskan tangan Gus Roy dipinggangnya lalu segera ia kabur dari hadapan suaminya.Namun ia tak dapat beranjak dari sana karena pinggangnya kembali di tangkap oleh Gus Roy dari belakang.


" Mau kemana hemmm....?" bisik Gus Roy ditelinga kanan himma.


" Apakah tak ada sesuatu yang perlu di jelaskan padaku....?" Tanya Gus Roy sedikit mengintimidasi.


Pertanyaan Gus Roy itu membuat bulu kuduk himma merinding.


"Memangnya ada apa dibalkon...?" Tanya Gus Roy mengurai pelukannya dipingang himma dengan menggandeng tangan mungil himma Gus Roy melangkah menuju balkon.


Saat tiba dibalkon kamar Gus Roy tersenyum lebar,ia tak menyangka bila hari ini ia akan mendapatkan kejutan istrinya kejutan yang bertubi - tubi.mulai dari kondisi himma yang saat ini sudah bisa berjalan, lalu ungkapan cinta dan sekarang balkon kamarnya berubah menjadi tempat romantis,himma mendekorasi balkon itu dengan dekor sederhana namun terkesan romantis.Sebuah karpet yang digelar dilantai balkon lalu diatasnya terdapat sebuah meja lantai yang penuh dengan makanan ada aneka macam buah potong, dua gelas susu serta kue tart coklat berbentuk hati dengan lilin warna warni di atasnya. Dengan di terangi oleh cahaya dari beberapa lilin yang di tata di atas pagar besi pembatas balkon menambah kesan romantis.Ternyata himma menyiapkan semua ini dengan dibantu oleh suster yang selama ini merawatnya.


" Ini semua adek yang menyiapkan ....?" Tanya Gus Roy.Himma menjawab dengan menganggukkan kepala dengan bibir yang tak berhenti tersenyum.


" kakak suka....?" tanya Himma

__ADS_1


" Tentu saja bahkan sangat suka ." jawab Gus Roy lalu menarik tubuh himma dan mendaratka kecupan dikening wanita yang sangat di cintanya itu.lalu membawanya duduk di atas karpet merah.Gus Roy dan himma duduk saling berhadapan.


" Barrakalah fil umrik ma...s" kata himma malu - malu.


Gus Roy tersenyum bahagia mendengar ucapan terakhir dari bibir Himma.


" Terimakasih sayangku." jawabnya lalu meniup lilin tak lupa ia bersyukur atas segala nikmat-Nya.Dan berdoa mengharapkan segala kebaikan selalu menyertai langkahnya.


setelah meniup lilin memotong kue serta menikmati mini tart dengan saling menyuapi.,makan buah potong bersama .


ya himma memang tak menyiapkan makanan berat karena mereka sudah makan malam tadi.Gus Roy makan malam dirumah sakit sedangkan himma makan malam di rumah dengan ditemani oleh perawatnya tadi.


"Mas ...". Himma sudah mengganti panggilan untuk suaminya.


" Ya sayang." jawab Gus Roy saat mereka sudah selesai menyantap beberapa buah potong


" Aku punya satu kejutan lagi untuk mas,dan aku harap kejutan ini adalah kejutan yang paling berkesan untuk mas." Himma menarik nafas panjang sungguh ini bukanlah dirinya.


Dengan menelan Saliva himma berkata

__ADS_1


" Mas malam ini....aku pasrahkan jiwa dan raga serta tubuhku seutuhnya untuk mas.A...aku siap menjadi istri mas seutuhnya....I'm yours from now." ucap himma dengan jantung berdebar kencang.sungguh ia sangat gugup.


__ADS_2