Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 39 #DANAU


__ADS_3

cinta Gus Roy memang tak hanya sebatas kata yang terucap dari bibirnya saja.


ia begitu mencintai himma istrinya


bahkan sang Gus ini tak peduli sampai kapan ia harus menunggu sampai himma mencintainya juga.


kini sudah lewat empat bulan mereka menikah dan tinggal serumah, keadaan himma pun sudah banyak perkembangan meski belum sepenuhnya pulih namun kakinya sudah dapat digerakkan meskipun tak banyak.semua ini berkat usaha dan do'a serta semangat yang selalu diberikan oleh sang suami.


sang suami begitu sabar dan telaten menjaga dan merawatnya meski masih harus dibantu seorang perawat yang dipekerjakan oleh Gus Roy.


Gus Roy terpaksa memperkerjakan salah satu perawat dari rumah sakit


perawat itu memang diminta bekerja selama dua puluh empat jam.selain untuk menemani himma ketika gus Roy harus bekerja juga karena himma masih belum mau tubuhnya di lihat oleh suaminya .bukan enggan atau apa namun himma hanya masih gugup saja bila harus membuka auratnya.


dan sang suami pun menerima itu dia tidak keberatan dengan keputusan himma.


" wah .....ini perkembangan yang sangat bagus,jika seperti ini terus saya yakin bila tak lama lagi adek himma bisa berjalan seperti dulu lagi..."ucap seorang dokter ortopedi yang menangani himma selama ini....


himma menanggapi penjelasan dari dokter dengan tersenyum ,dalam hati dia sangat bahagia dan bersyukur karena masih diberikan harapan untuk bisa berjalan lagi seperti dulu.


himma memang telah diajarkan untuk selalu bersyukur dengan segala keadaan yang ada.sedari kecil ia memang telah terdidik menjadi pribadi yang kuat dan ulet bahkan tak pernah terucap keluhan besar dalam lingkup keluarganya.


hari ini adalah jadwal terapi untuk himma dan terapi kali ini tak ditemani oleh suaminya,Gus Roy tak bisa menemani himma karena bertepatan ia harus berada diruang operasi.

__ADS_1


hari ini himma hanya ditemani seorang perawat yang sudah bekerja merawatnya selama ini.


" terapi hari ini cukup ya.... datanglah seminggu lagi." ucap dokter setelah himma menjalani kegiatan terapi.


" terimakasih dokter kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum." himma berpamitan


" waalaikum salam ." dokter menjawab salam dari himma.


" sayang sudah selesai.....?"tanya Gus roy saat himma sudah keluar dari ruangan ortopedi


" eh kak roy.kok kakak tiba tiba ada disini....?" tanya himma terkejut karena Gus Roy tiba tiba ada disana.


" iya sayang , operasinya sudah selesai,oh ya setelah ini kita kita jalan jalan yuk....! " ajak Gus Roy


" kamu maunya kemana....?"


" gimana kalau ke danau saja....?"


" ok...."


" tapi apa kakak gak sibuk hari ini ?"


" aku udah selesai sayang.....! "

__ADS_1


" baiklah ....!"


" oh ya sus ....suster pulang duluan saja ya,kita mau kencan....!" kata Gus Roy kepada perawat himma.


" baik dokter saya permisi dulu." pamit perawat himma lalu pergi meninggalkan himma dan Gus Roy


Gus Roy mendorong himma yang duduk dikursi roda menuju parkiran sesampainya didekat mobil Gus Roy langsung membuka pintu mobil dan mengangkat tubuh himma lalu didudukkan dikursi depan setelah itu ia menyimpan kursi roda dibagasi.setelah itu ia menuju kursi kemudi.


" siap....?


himma tersenyum dan mengangguk


selama perjalanan mereka pun terlibat obrolan ringan.


" nah sampai .....!" ucap Gus Roy


setelah lima setengah jam perjalanan sampailah mereka di tepi sebuah danau buatan.


ditepi danau ini mereka dapat menikmati pemandangan yang asri dan air yang tenang.deretan pohon ceri yang berjejer menambah kesan teduh.


Gus Roy membawa himma duduk disalah satu kursi besi panjang dibawah salah satu pohon ceri.


sungguh suasana yang nyaman untuk melepas penat.

__ADS_1


__ADS_2