
Kondisi Baby Akmal semakin menurun.Bahkan kini bayi berusia satu tahun itu mimisan terus menerus sementara kakinya bengkak.
Lalu dimanakah Gus Rokhim saat ini.Himma hanya bisa menangis dan berdoa semoga tak terjadi apa - apa dengan dua orang yang sangat dia cintai itu.
Bahkan Himma sampai tak kepikiran untuk menghubungi keluarganya maupun keluarga dari suaminya untuk dimintai pertolongan.
" Ibu , menurut hasil pemeriksaan sumsum tulang belakang,maka kita memutuskan untuk segera melakukan transplantasi sumsum tulang belakang.Namun kita membutuhkan seorang pendonor.Dan pendonor yang baik adalah dari keluarga termasuk ayah atau ibu asalkan cocok." Dokter menjelaskan kepada Himma jika anaknya itu harus segera mendapatkan tranplantasi sumsum mengingat kondisi bayi laki-laki itu sudah menurun.
" Ambil milik saya dok...!"
" Baiklah mari kita periksa apakah anda cocok atau tidak ,jika tidak cocok kemungkinan milik ayahnya yang cocok." jelas sang dokter.
Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata sumsum tulang belakang himma sesuai dengan milik baby Akmal jadi operasi bisa langsung dilakukan saat ini juga mengingat bahwa kondisi Baby Akmal yang sangat kritis maka dari itu tak perlu lagi menunggu besok.
" Silahkan ganti pakaian ini ibu...!" seorang perawat menyerahkan pakaian khusus berwarna hijau kepada Himma.
__ADS_1
Himma tampak masuk kedalam kamar mandi untuk berganti pakaian dengan pakaian khusus itu Sementara baby Akmal akan di pindahkan menuju ruang operasi.
Beberapa menit kemudian Himma sudah siap mengenakan pakaian khusus itu dan
Seorang perawat mengarahkan himma untuk menuju ruang operasi dimana baby Akmal.
Himma berjalan dibelakang perawat itu.Melewati lorong rumah sakit, ternyata jarak ruangan baby Akmal tadi di rawat dengan ruangan operasi masih agak jauh.
Saat himma sedang melewati sebuah Kamar yang berada di dekat ruang operasi ada seorang pria yang melihatnya dari jendela.
" Dek Himma !" gumam Pria itu.
" Hanya perasaanku saja." Fikir himma saat tak menemukan siapapun di lorong itu.
Entah kenapa fikiran pria yang sedang menjenguk temannya itu merasa ada yang aneh melihat himma berjalan dibelakang seorang perawat sementara wanita yang sudah menjadi ibu itu menggenakan pakaian berwarna hijau.
__ADS_1
" Apa dia sedang sakit...?" Batinnya
" Maaf pak Anwar ,saya ijin keluar sebentar.!" Pamit pria itu kepada rekannya yang sedang duduk bersandar pada headboard brankar rumah sakit.
" Mau kemana Gus....?" Tanya seorang wanita di sebelahnya
" Kita keluar sebentar yuk." Ajaknya pada wanita itu yang ternyata adalah istrinya.
Tanpa menunggu jawaban dari sang istri pria itu sudah menarik tangannya.
" Gus ada apa...?" Tanya wanita itu heran.
Pria itu tak menjawab tapi dia malah mengajak wanita itu berjalan lebih cepat sehingga wanita itu harus sedikit berlari agar langkahnya seimbang.
Pria itu membawa istrinya untuk mengejar Himma karena dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan himma.Kenapa pula wanita itu memakai pakaian seperti pasien.Apa Himma sedang sakit, lalu kenapa harus dirumah sakit ini, sementara pria itu tau betul jika suami Himma punya rumah sakit sendiri.
__ADS_1
" Ibu... Mohon maaf operasinya dibatalkan." Seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi memberi tahu himma saat himma juga baru saja sampai di sana.
" Kenapa di batalkan dok bukankah sumsum tulang belakang saya cocok dengan anak saya ..?" Tanya Himma bingung