Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 132


__ADS_3

". Alhamdulillah" Gus Rokhim merasa benar - benar bersyukur karena pagi ini dia akan bertemu dengan istri juga anaknya tercinta.


Selama seminggu lebih dirinya pergi meninggalkan mereka dalam keadaan yang tak baik - baik saja.


Tak peduli orang menganggap bahwa dia bukanlah Aya dan suami yang tak bertanggungjawab,yang dia pedulikan saat ini hanyalah dia ingin pulang bertemu dua orang kesayangannya itu.


Gus Rokhim berharap semoga keadaan anak-itu baik - baik saja saat ini.Swmoga anaknya sudah dalam kondisi sehat.


Tujuan Gus Rokhim saat ini memang bukan ke rumah sakit dimana Baby Akmal sedang dirawat karena dia sangat yakin bila mereka sedang berada dirumah saat ini.


" Sayang,aku pulang." Bisikan dalam hati.


Himma yang sedang tertidur di pangkuan sang mama tiba - tiba terbangun dan langsung duduk tegak disamping Mama Humaira.


" Ada apa sayang,apa ada yang sakit...?".Tanya sang Mama melihat ekspresi terkejut Himma.

__ADS_1


Ya Selama ini Mama Humaira dan Papa Ahmad lah yang selalu setia menemani dan menghibur Himma.


".Ma ,suamiku ma dia pulang." Ucap Himma terharu.


Mendengar itu mama hanya bisa menahan tangisnya.Ya beberapa hari pasca meninggalnya Baby Akmal serta menghilangnya Gus Rokhim kondisi kejiwaan Himma jadi terganggu.


Himma bisa tersenyum sendiri, lalu menyanyikan lagu yang biasa dia nyanyikan ketika sedang bersama Baby Akmal terus berbicara sendiri seolah Gus Rokhim sedang ada dihadapannya dan akhirnya menangis saat dia sadar bahwa dia orang yang sangat dia cintai itu telah pergi meninggalkan dirinya Sendiri.


Kondisi Himma yang seperti ini membuat Mama dan Papa semakin sedih lalu mereka memutuskan untuk membawa Himma pada psikolog namun himma malah mengamuk dan semakin terpuruk.


Pagi ini Mama Humaira baru saja membantu Himma mandi tapi pada saat mandi itu himma berbicara sendiri seolah dia sedang memandikan putranya setelah itu tiba-tiba himma menangis histeris karena sadar jika baby Akmal telah tiada ,mama hanya bisa memeluk putrinya itu sembari berdoa semoga semua ini cepat berakhir.


Dan setelah kejadian didalam kamar mandi mama membawa Himma untuk duduk diatas ranjang sembari menyisir rambut panjangnya.Setelah itu tiba-tiba Himma tidur di pangkuan sang Mama lambat laun mata yang semakin sayu dengan pandangan kosong itu pun perlahan terlelap.


Disaat itulah mama Humaira menangis, meratapi nasib putrinya yang dulu sangat ceria kini berubah menjadi sangat murung.Ibu mana yang tak sedih ketika mendapati keadaan anaknya seperti ini.

__ADS_1


Saat Mama Humaira melamun tiba - tiba Himma terbangun dan duduk tegak dengan pandangan yang berbeda.Jika beberapa Hari ini kedua matanya terlihat sayu tapi kali ini seperti ada sebuah harapan disana.


" Ma suamiku pulang Ma, Mas Rokhim pulang." Teriak himma dengan Hebohnya tanpa di duga himma melompat turun dari ranjang dan berlari menuju pintu kamar.


Tapi belum sempat dia membuka pintunya tiba - tiba dia berhenti, lalu tubuhnya merosot kelantai.


" Hiks...hiks...hiks....." Tangisnya kembali pecah


" Sayang...." Mama langsung menyusul dan memeluk tubuh Himma dengan erat


" Mas Rokhim pulang, tapi bagaimana jika dia tau anakku telah meninggal, mas Rokok pasti marah karena aku tak bisa menjaga putranya.Bagaimana ini....?" Himma meracau tak jelas dan tangisnya semakin keras.


" Ma ada apa....?" Papa yang mendengar suara ribut dari dalam kamar Himma pun segera datang untuk melihat apa yang terjadi.


Mama hanya menggeleng dengan air mata sudah membanjiri pipinya

__ADS_1


__ADS_2