Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 44 # MEMAHAMI CINTA


__ADS_3

" Saat kamu menemukan keberanian untuk menyerahkan hidupmu pada seseorang, itu akan menjadi saat dimana kamu memahami cinta."


Himma sadar akan rasa cinta yang ada didalam hatinya.Kini lukanya telah sembuh karena di balut oleh cinta tulus dari lelaki yang saat ini telah menjadi suaminya selama kurang lebih sepuluh bulan lamanya.Lelaki baik yang memperlakukan dirinya bak seorang Ratu.lelaki yang tak pernah mengeluh dengan keberadaanya,lelaki yang tulus mencintainya,lelaki istimewa yang saat ini telah bertahta didalam hatinya.Lelaki bernama AHMAD ROKHIM ASSARIF.


Lelaki yang mampu mengobati hatinya yang lara.GUS ROKHIM SANG PENUTUP LUKA


Usaha tak menghianati hasil itulah yang terjadi saat ini.Gus Roy telah memetik buah dari kesabarannya dalam mencintai himma tanpa memaksakan kepada himma agar segera Menerima dan mencintainya.Dalam setiap sujudnya ia selalu menengadahkan kedua tangannya untuk memohon kesabaran akan cinta dari seorang himma.


seiring berjalannya waktu benih - benih cinta yang ditabur oleh lelaki ini tumbuh subur dan berkembang memenuhi relung hati himma karena setiap hari disirami dengan segala kebaikan dari sikap dan sifat yang dimilikinya.


" Allahhumma ini as Alika khoiroha wa khoira maa jabaltahaa alaih Wa a' udzubika min syarriha wa min syari ma jabaltahaa alaih."

__ADS_1


" Ya Allah sesungguhnya aku meminta Kepada -Mu kebaikannya dan Kebaikan yang Engkau ciptakan atasnya dan aku berlindung kepada - Mu dari kejelekan atas yang Engkau ciptakan."


Doa Gus Roy dengan telapak tangan dilektakkan diatas kepala himma,lalu meniup ubun - Ubun himma Usai mereka melaksanakan sholat Sunnah dua rakaat.Dua kali Gus Roy membacaka doa kepala himma, pertama ketika usai ijab qobul dan saat ini setelah himma menyerahkan jiwa raga serta cintan padanya.Gus Roy mengupkan doa itu dengan deraian air mata bahagia.Betapa dia merasakan bahagia setelah sekian lama ia bersabar akhirnya hari ini tiba juga.


Dengan doa ini Gus Roy memohon kebaikan senantiasa mengiringi perjalanan hidup mereka menuju keberkahan dan Ridlo Allah.Ia pun tak lupa bersyukur.


" Alhamdulillah hirobbil Alamin ( segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam)." di ucapkan berkali kali lafadz ini sebagai bentuk rasa syukur akan kebahagiaan yang dirasakannya.


Dengan manja himma melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami, menenggelamkan wajahnya yang merona di dada bidang itu.Himma dapat mencium aroma khas suaminya,serta dapat merasakan dada suaminya bergetar dengan ritme cepat.sama halnya dengan kondisi jantungnya saat ini.


Dengan pelan Gus Roy menurunkan tubuh himma diatas ranjang sedetik kemudian pandangan mereka bertemu tampak rona bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.Mata indah milik Gus Roy terlihat berkaca-kaca ia tak mampu menjelaskan perasaan bahagianya.

__ADS_1


" Bismillah Allahhumma janibnaasyaiton wa janibi syaiton ma razaqtana."


" Dengan menyebut nama Allah.Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang hendak Engkau berikan sebagai Rejeki bagi kami." Gus Roy berdoa lalu membuka mukena jubah yang membalut tubuh istrinya dan melemparkannya asal .


Di tatapnya wajah cantik dan imut dihadapanya.Jemarinya membelai pipi lalu turun kebibir dan berhenti di dagu lancip himma.Dengan pandangan diselimuti oleh kabut gairah Gus Roy mengecup kening himma.


" Apakah kamu siap sayang...?" tanyanya dengan nafas memburu.Himma hanya mengangguk pasrah.


" terimakasih Ya Allah." batinya bersyukur.lagi air mata bahagia keluar dari kedua matanya.


Dengan tangan gemetar himma mengusap air mata yang telah mengalir di pipi Gus Roy.

__ADS_1


" lakukanlah mas, aku siap menjadi ladang pahala untukmu.tapi lakukan dengan pelan ya...! pinta himma malu - malu.


__ADS_2