
saat ini kondisi himma masih sama ia belum juga sadarkan diri padahal sudah sekitar lima jam dia pingsan entah mengapa sampai saat ini dia masih enggan membuka matanya padahal kini semua keluarga nya sedang menuju dia bangun.
didalam ruang ICU ada mamanya yang sedari tadi selalu menggenggam tangannya bibirnya tak henti hentinya merapalkan doa untuk putri satu-satunya itu.bahkan air matanya tak mau berhenti membasahi pipinya.
sedangkan diluar ruang ICU tampak empat orang pria yang tengah duduk dikursi tunggu mereka saling diam dengan fikiran masing masing.ya mereka adalah papa Huda, Arkana ,Azkara dan tentunya Gus Roy yang sejak tadi tak mau beranjak dari tempat itu.seolah dia tak peduli dengan keadaan yang lain.dia tak akan pergi jika himma belum sadar.
ya selain keluarga himma Gus Roy pun begitu khawatir dengan kondisi gadis kecil yang telah berhasil mencuri hatinya itu.
mesin waktu menunjukan pukul tujuh malam ketika adzan isya berkumandang barulah mereka beranjak untuk menjalankan sholat isya di mushola rumah sakit.
selesai melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim Gus Roy pun bergegas pergi menuju sebuah rumah makan yang terletak tak jauh dari rumah sakit.disana dia memesan beberapa bungkus nasi Padang untuk keluarga himma.ia tau betul sejak siang tadi mereka belum makan maka dari itu Gus Roy membelikan makanan untuk mereka.
setelah beberapa saat kemudian setelah mereka selesai makan didalam ruang ICU tampak himma perlahan membuka mata.
" air...." katanya lemah
" air...." ulangnya dengan suara sedikit lebih keras
__ADS_1
" sayang kamu sadar." kata mama langsung mengambil air diatas nakas.
mama membantu himma minum pelan pelan air putih satu gelas itu habis.mama kembali membantu sang putri berbaring di brankar.
" ma....ma.." kata himma pelan
" iya sayang mama disini." kata mama meraih sebelah tangan himma dan menciumi tangan anaknya itu.
" sayang....." kata mama berkaca kaca.
" pa....pa ?" himma menanyakan keberadaan sang papa
himma mengangguk pelan.
mama memanggil papa didepan ruangan ICU setelah itu sang papa pun masuk dan memeluk putri kesayangannya itu.
diluar ruang ada dua pria menghela nafas lega karena himma telah sadar.
__ADS_1
" Roy makasih ya...!" suara Kana memecah keheningan
" buat...?" tanya Roy tak mengerti mengapa Kana mengucapkan terimakasih kepadanya.
" elo udah jaga adek gue." jawab Kana
" iya sama-sama."jawab Roy lalu berdiri dari duduk ia menuju dekat jendela melihat keadaan didalam ruang ICU.gus Roy menghela nafas melihat tiga orang didalam ruangan itu.
" Alhamdulillah himma sudah sadar." kata Kana berdiri di dekat Roy
" tapi Kana , gimana kalo dia tau dia akan lumpuh.....?" tanya Roy khawatir
" awalnya dia pasti shock tapi lama-lama dia akan menerima keadaannya itu Lo tau kan adek gue kuat." Kana menjeda ucapannya
" Lo ingat ketika lelaki yang dicintainya nikah sama sahabat nya....? awalnya dia nangis nangis namun meski kecewa dia bisa Nerima semua itu." kata Kana sambil mengingat kejadian dimana saat Gus Rohman menikah dengan Ulfa adeknya itu mati Matian berusaha baik baik saja.
" yah Lo bener , maafin Abang gue ya Kana...!" kata maaf terucap dari mulut Gus Roy
__ADS_1
" udahlah memang takdir Tuhan siapa yang tau kan." lanjut Kana.
meskipun tenang dengan ucapan Kana yang mengatakan bahwa himma pasti akan baik baik saja karena dia adalah seorang gadis yang kuat dia akan bisa menerima kenyataan meskipun kenyataan pahit sekalipun tapi namun dia tetap saja merasa resah.