Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 110


__ADS_3

Telah lahir seorang bayi laki-laki dari pasangan


Ahmad Rokhim Assyarif dan Alliya Nurfahimma dengan berat 3,2 kg ,TB 54 cm pada jam 02.30 Dini hari,lahir dengan pertolongan sang ayah sendiri.


" Ini anak kita sayang,buah cinta kita.Kau wanita hebat sayang, terimakasih telah menjadikan aku lelaki sempurna. I love you" Ucap Gus Rokhim kepada Himma ,tak henti-hentinya mulutnya itu mengucapkan rasa syukur kepada Allah karena istri dan anakku selamat,serta ucapan terimakasih kepada Kecupan demi kecupan tiada henti dia berikan kepada istrinya itu.


" Sini aku mau kasih asi buat Dede." Himma merentangkan kedua tangannya untuk menerima sang putra.


Gus Rokhim membantu Himma membuka pakaian yang kini sudah diganti dengan baju pasien setelah tubuhnya dibersihkan oleh perawat.Himma mencoba memberi bayinya itu Asi , ternyata tak semudah yang ia bayangkan.Berkali - kali ia memasukkan putingnya ke mulut si bayi tapi malah terlepas sehingga membuat putranya itu menangis sekencang-kencangnya.


Hingga beberapa kali akhirnya sang bayi bisa juga menghisap sumber kehidupannya.Bayi laki - laki itu menghisap dengan sangat kuat.


Himma meringis,merasakan perih ketika sang putra menghisapnya.


" Auh...." rintihnya

__ADS_1


" Ada apa sayang,ada yang sakit....?" Tanya Gus Rokhim


" Gak papa kok mungkin karena belum terbiasa jadi rasanya perih banget." Ucap Himma tersenyum rasa perih karena hisapan dari sang putra bukanlah apa dibandingkan dengan rasa bersyukurnya karena kini ia telah menjadi seorang ibu.Mata himma sampai berkaca - kaca melihat betapa lahapnya sang putra menyusu.


" Mas aku lapar...!" Kata himma disaat dirinya sedang menikmati Momen pertama kali menyisui.Tentu saja himma sangat lapar karena sejak semalam dia belum makan.Apalagi setelah berjuang datang sendiri kerumah sakit dengan keadaan air ketuban sudah pecah dan perjuangannya melahirkan yang menguras seluruh energinya.


" Hmm, mau makan apa sayang.." Tanya Gus Rokhim


" Apa saja asal bisa membuat aku kenyang." Jawab Himma mengingat saat ini bukan waktu yang tepat untuk mencari makanan jadi himma meminta apa saja asal bisa mengganjal perutnya.


Lima belas menit akhirnya seorang perawat datang dengan membawa nampan berisi Roti panggang isi telur serta segelas susu.


" Silahkan dinikahi ibu, maaf hanya begini saja yang bisa saya siapkan dengan cepat." Kata perawat yang mengantarkan makanan meminta maaf kepada kedua atasannya itu.


" Gak apa - apa mbak, ini lebih dari cukup.Terima kasih dan maaf merepotkan." himma juga meminta maaf karena merasa bersalah sudah mengganggu istirahat perawat itu.

__ADS_1


" Tidak merepotkan kok Bu.Boleh saya gendong Dede bayinya." Jawab perawat itu.


" Boleh." Himma menyerahkan anaknya kepada perawat itu.


" Aku suapi ya sayang." Gus Rokhim mengambil segelas susu dan menyerahkan kepada Himma.Himma menerima dan meneguk setengah bagian lalu menyerahkan kembali kepada Gus Rokhim.


Gus Rokhim menyuapi Himma dengan sangat telaten,hingga roti panggang berisi telur itu habis.


" Alhamdulillah, aku sudah kenyang mas." Kata himma


" Ya sudah sekarang kamu istirahat ya sayang biar aku yang jaga putra kita." Gus Rokhim meminta Himma untuk beristirahat.


" Dedenya biar tidur di box saja ,aku mau tidur dipeluk sama mas." Pinta himma dengan manja


" Hem baiklah.Mbak bayinya di tidurkan saja diatas box ya.!" Kata Gus Rokhim

__ADS_1


__ADS_2