
Ulfa benar - benar tak mengerti dengan pemandangan didepannya.Ia masih diam membisu tatapanya tak lepas dari gerak - gerik sepasang manusia di hadapannya itu.
" Saya pergi mbak..." Pamit Gus Roy menyadarkanya
" Eh iya...iya....!" Jawab Ulfa gagap.
"Hati hati mas...!" pesan himma setelah suaminya sudah diambang pintu.
" Apa ....apa yang terjadi....ada apa ini...?" Tanya Ulfa kepada himma
" Seperti yang kau lihat dan kau dengar mbak Ulfa.Sekarang kita saudara ipar.kamu kakak perempuan ku sekarang." Kata himma menjelaskan dengan entengnya.
" Apa....!" Meski sudah menebak Ulfa tetap terkejut.
" Sejak kapan... bagaimana bisa kalian ..." Ulfa tak melanjutkan pertanyaannya karena himma sudah menjawab
" Ceritanya panjang dan kami sudah menikah selama 10 bulan." kata himma sambil berlalu menuju belakang .
__ADS_1
Entah Ulfa harus senang atau sedih mendengar kabar ini.Ia senang karena ia tak perlu dihantui rasa bersalah dan sedih karena sesungguhnya suaminya masih mencintai himma.
" Him tolong jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian , Kau Gus Roy dan Gus Rohman." Pinta Ulfa saat ia sudah menyusul himma yang sedang mengambil air putih di dalam kulkas.
" Bagaimana kabar kalian ....?" Himma tak menanggapi permintaan sahabat sekaligus kakak iparnya itu.
" Kami baik ,jangan mengalihkan pembicaraan himma....!" Ulfa gemas karena himma seolah tak mau menjelaskan masalah yang membuat ia penasaran.
" Kamu mau tau aja atau mau tau banget...? " Tanya himma menggoda Ulfa agar tak tegang.
" Ayolah him Kau tak perlu menyembunyikan dari aku karena aku sudah tau apa yang terjadi antara kamu dan suamiku.Maafkan aku.kata Ulfa matanya sudah berkaca-kaca dan suaranya sedikit serak.
Sesungguhnya himma pun sulit menjelaskan semua ini ,tapi ia harus mengatakan semuanya agar semuanya segera berakhir meski nantinya akan melukai perasaan sahabat yang sekarang telah menjadi kakak saudaranya itu.
" Baiklah tapi jangan menangis seperti itu.Dan jangan pernah menyela penjelasan ku .".Pinta himma lalu ia pun mengajak Ulfa keluar dari dapur .Ulfa mengikuti himma berjalan lebih dahulu menuju belakang pesantren disana himma duduk diatas baru besar di pinggir Empang luas milik keluarga Abah.
" Kau tau disinilah awal ceritanya." Kata himma
__ADS_1
Himma pun menceritakan semua yang terjadi pada dirinya dan Gus Rohman kepada Ulfa . Hubungan yang dimulai dari surat cinta, lalu berlanjut dengan pesan agar himma bersabar menunggu waktu dimana Gus Rohman berjanji akan datang pada orang tuanya untuk dapat melakukan Ta'aruf serta rencana Gus Rohman untuk meminang himma.
Ulfa mendengar cerita himma dengan nafas terasa sesak.Ulfa menangis ia semakin merasa bersalah.
"Maaf , maafkan aku.! " lirih Ulfa namun masih dapat.didengar oleh himma
" Sudah kubilang jangan menyela ini semua bukan salah mu ,tapi ini takdir Allah Mbak." kata himma menenangkan Ulfa yang semakin menangis.
" Saat itu aku dengan egois meminta kamu membawakan lagu pengantin baru." Ulfa mengingat kejadian dimana Ia memaksa himma untuk membawakan lagu pengantin baru ketika resepsi pernikahan dirinya dan Gus Rohman.
" Bagaimana kau bisa kuat saat itu himm,sedangkan hatimu sedang terluka...?" tanya Ulfa
"Siapa bilang aku kuat. apa kau tak tau jika lagu itu dilanjutkan oleh kakakku kak kara...?" Tanya himma .
Ya saat itu Ulfa tak terlalu memperhatikan keadaan di atas panggung.Yang ia perhatikan di sana hanya perasaanya yang terlalu bahagia dengan pernikahannya.Bahkan berkali kali Gus Rohman yang duduk bersanding dengannya sedang menangis pun Ulfa tak tau.
"Aku bukan perempuan yang kuat Ulfa ,aku bahkan pingsan saat kau bilang jika kau sudah dilamar oleh Gus Rohman." Kata himma mengingat kejadian dimana tubuhnya limbung sesaat setelah mendengar kabar jika lelaki yang dicintainya akan menikah dengan Ulfa.
__ADS_1