
Tiga hari sudah Gus Rokhim dan Himma berada dirumah orang tuanya.Gus Rokhim bermaksud mengajak sang istri untuk pulang karena dia tak bisa meninggalkan pekerjaannya lebih lama lagi tapi Papadan Mama tak belum mengijinkan putrinya itu dibawa pulang oleh suaminya dengan alasan mereka masih belum puas menikmati kebersamaannya dengan putri satu - satunya itu.
Tak mau dianggap egois Gus Rokhim akhirnya harus rela meninggalkan sang istri dirumah mertuanya dan mereka harus LDR an dengan waktu yang belum bisa ditentukan istilahnya tak pasti kapan mereka harus mengakhiri hubungan jarak jauhnya.
Gus Rokhim memeluk sang istri sangat erat seolah dia tak rela jika harus berjauhan dengan himma lalu dia menciumi wajah istrinya itu berkali-kali.
" Sayang .....aku pasti kangen banget sama kamu.Aku pasti kesepian nanti karena separuh jiwaku tak ada di sampingku." Ucapnya sambil memeluk sang istri.
Himma hanya bisa tersenyum sebenarnya dia pun juga tak rela jika harus berjauhan dengan lelaki penutup lukanya itu.
" Mas kita kan bisa teleponan diwaktu senggangnya mas." Bujuk Himma
" Sayang....." Ucapnya dengan manja.
" I love you...." Ucapnya lagi
" I love more My husband." Himma berjinjit lalu mengecup bibir suaminya itu.Kecupan itu berubah menjadi ******* Gus Rokhim mengangkat tubuh kecil sang istri dan melingkarkan kedua kaki himma dipinggangnya,dia tak mau jika himma merasa pegal karena berjinjit terlalu lama.
" Mas...." panggil himma lirih disela - sela lumayan itu.
__ADS_1
" Hmmm." jawab Gus Rokhim
" Sudah ya nanti mas kemalaman dijalan." Himma menyudahi ciuman mereka,dia tak ingin suaminya kemalaman dijalan.
" Hemm baiklah sayang ku.Ingat kamu harus baik - baik disini.Jangan rindu berat biar aku saja." ucapnya menggombal.
Mereka pun keluar kamar bersama .Gus Rokhim berpamitan kepada kedua orang tua Himma.
" Hati - hati nak...!" pesan mereka kepada sang menantu.
" Jangan khawatir kami akan menjaga istrimu ini dengan nyawa kami." Ucap papa .Tentu saja mereka akan menjaga Himma dengan nyawa mereka karena himma adalah kesayangan di keluarga ini.
" Saya pamit dulu ." pamitnya sambil mencium punggung kedua mertuanya bergantian.
" Hati - hati bro." pesan Kana pada Adik iparnya ini
Gus Rokhim menghampiri himma lalu mengecup kening sang istri lalu memeluknya sebentar dan menyodorkan punggung tanganya kepada Himma ,himma meraih punggung tangan lelaki yang telah membawa cinta untuknya itu dan menciumnya.
" Hati - hati mas....!" ucap Himma sambil menahan air matanya agar tak tumpah.
__ADS_1
" Saya pergi dulu.Asslamualaikum ...." Pamitnya sebelum masuk kedalam mobil.
" Waalaikum salam." jawab mereka bersama .setelah Gus Rokhim masuk kedalam mobil mereka melambaikan tangan.
Hik...hiks...hikss....tumpah juga air mata Himma yang sedari tadi dia tahan sang mama segera memeluk tubuh sang putri dia tau apa yang saat ini dirasakan oleh himma.
" ealah baru segitu aja udah mewek." Cibir Kana kepada adiknya yang ada diperlukan sang mama.
" Biarin ,dasar jomblo sih jadi gak tau rasanya ditinggal orang yang di cintainya." balas himma sambil mengusap air matanya
" Siapa bilang kakakmu ini jomblo, Beberapa hari yang lalu ada gadis yang datang kemari.Dia mengaku sebagai calon istri dari kakakmu ini,bahkan dia dengan beraninya melamar kakakmu kepada Mama.Luar biasakan.!"mama mengatakan kejadian beberapa hari yang lalu pada Himma
Kana hanya melongo dia yang tak tau kejadian itu tapi dia bisa menebak siapa gadis yang dimaksud sang mama, Pasti itu Khusnul gadis gila yang mengejar - ngejarnya itu.
" Beneran ma ,apa dia cantik...?" Tanya Himma penasaran
" Cantik banget ,masih ABG lagi , umurnya masih 18 Tahun." Jawab mama bangga.Mama memang belum menceritakan kepada Kana perihal Khusnul yang datang ke rumah untuk meminta restunya.
" Tunggu maksud mama apa...?" tanya Kana dia penasaran apa yang dilakukan oleh gadis gila itu.
__ADS_1
" Mau tau aja ,apa mau tau banget....?" Tanya mama menggoda putranya itu.Papa yang melihat itu hanya tersenyum dia sudah tau dari mama tentang kedatangan Khusnul sang " calon menantu ".Awalnya Papa juga kaget dengan cerita mama tentang kelakuan Khusnul,tapi akhirnya Papa memuji keberanian Khusnul dan membenarkan apa yang telah mama lakukan pada gadis itu.