
Sore harinya sebelum Kana kerja shift malam dirumah sakit dia ingin mengajak adiknya untuk Jalan di mall meskipun adiknya sudah menikah tapi Kana ingin membelikan apapun yang diinginkan sang adik dimall itu asalkan sesuai dengan isi dompetnya.Kana dan Kara memang sangat menyayangi adiknya bahkan dulu waktu Himma belum menikah mereka selalu mengirimkan uang jajan buat himma.
" Kamu belanja aja apa yang kamu mau dek,biar kakak yang traktir." Pesan Kana pada Himma.
"Makasih kakakku sayang."Himma senang kakaknya masih perhatian padanya
Himma masuk kedalam toko tas dan sepatu.Hemm Himma pengen membeli sebuah tas dan sepatu rasanya memang barang itu yang dibutuhkan oleh Himma.Himma sedang asik memilih tas dan sepatu sedangkan Kana sedang pergi ke toilet.Saat sedang asik memilih tas tiba - tiba Kaki himma merasa pegal dia meringis sambil memegang betisnya.Himma celingak-celinguk mencari tempat untuk duduk,saat menoleh ke arah kanan himma melihat sebuah kursi panjang yang berada agak jauh didepan sebuah toko pakaian.Himma berjalan tertatih menuju kursi itu,dia bermaksud untuk beristirahat disana.
" Kakak tak apa - apa ,boleh aku bantu....?" Tanya seorang gadis menawarkan bantuan pada Himma.
" Boleh, Kakiku pegal sekali aku mau istirahat disana." Himma menerima bantuan gadis itu.Gadis itu memapah Himma menuju tempat duduk didepan toko pakaian.
" Makasih, kenalkan aku Himma ,kamu siapa...?"Himma berterima kasih dan mengajak gadis yang telah membantunya itu berkenalan.Sepertinya gadis itu berusia lebih muda darinya.
__ADS_1
" Sama - Sama Kakak.Kenalkan aku Khusnul." Khusnul menerima uluran tangan Himma dan mereka saling berjabat tangan.
" Wah kakak cantik sekali,anggun lagi..." puji Khusnul pada Himma ,hari ini himma menggunakan gamis polos berwarna tosca dengan jilbab instan Syar'i berwarna abu - abu sehingga wajah Himma semakin bersinar.Sebenarnya kalau menurut kriteria cantik himma tidak terlalu cantik, mungkin karena inner beauty yang terpancar dari dalam dirinya yang membuat dia terlihat cantik.Pribadinya yang lembut dan menyenangkan mempengaruhi pandangan orang terhadapnya di tambah lagi pancaran air wudhu semakin menambah keanggunan Himma.
"Terima kasih pujiannya.Kamu juga cantik dan masih muda lagi,umur berapa sekarang...?" Tanya Himma.Kalau dilihat dari sudut pandang cantik menurut fisik Khusnul lah orangnya bukan Himma.Gadis berusia Delapan belas tahun itu memiliki tinggi badan 170 cm, kulitnya putih,hidung mancung beda dengan himma yang memiliki tinggi hanya 150 cm,kulit sama putihnya seperti Khusnul hanya tubuh himma tertutup sedangkan Khusnul tidak tertutup,Hidung Khusnul mancung sedangkan hidung himma tidak terlalu mancung.
" Umur delapan belas tahun mau masuk 19 kak."Jawab Khusnul
" Gak dua - duanya."
Himma mengerutkan keningnya, tanda dia bingung kalo gak kuliah atau kerja lalu apa kegiatan gadis muda itu.
" Gak dua - duanya ...? " Himma mengulangi jawaban Khusnul
__ADS_1
" Sayang ,kamu disini ternyata aku cari-cari dari tadi.Malah enak - enakan disini." Tiba -tiba suara seseorang menghentikan obrolkan mereka dari arah belakang Khusnul.Merasa familiar dengan suara itu Khusnul segera menoleh dia melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
" Dokter Kana....??!" pekik Khusnul dalam hati
" Ini tadi kakiku pegel banget,jadi aku istirahat deh disini.maaf gak bilang." Himma meminta maaf.
" Oh pegel ya.gak papa udah baikan...?" Tanya Kana sambil menghampiri adiknya itu.Kana belum sadar jika ada sesosok gadis disamping Himma.
" Kayaknya udah agak baikan deh,kita pulang aja ya." ajak Himma
" loh gak jadi beli tas...yang mana yang pegel hmm...?" Kana jongkok didepan Khusnul dan memijat kaki Khusnul dengan perlahan untuk mengurangi rasa pegal yang dirasakan Himma. begitu manis perlakuan Kana kepada Himma membuat Khusnul melongo.Hatinya terasa teriris, dan Khusnul yang awalnya baik - baik saja sekarang dia merasa insecure dengan himma.Penampilan himma yang anggun dengan balutan gamis serta hijab syar'i sangat kontras dengan penampilannya dia celana pendek diatas lutut dengan tanktop warna putih dan kemeja kotak-kotak sedangkan rambutnya dicat warna pirang sebahu dia gerai begutu saja.
Khusnul membandingkan dirinya dengan himma.Jadi karena ini Kana begitu susah di gapai ,begitu susah dia dapatkan.Sekarang dia tau alasan Kana selalu menolaknya Karena Khusnul bukan tipenya.Kana menyukai gadis tertutup dan anggun seperti Himma bukan gadis begajulan macam dirinya.Layu sudah harapan Khusnul untuk mendapatkan cinta dari pria pujaan hatinya ini.
__ADS_1