
" Sayang maafkan aku...!" Gus Rokhim meminta maaf sambil menangis, sedangkan Himma hanya tersenyum dan mengangguk,Himma tak menyalakan suaminya bahkan dia sangat maklum karena suaminya itu adalah seorang dokter jadi mendahulukan pasien adalah tugas dan tanggungjawabnya.
" Mas ..a..aku mau minum." Himma berkata dengan terbata.
" A...aku ambilkan dulu sayang....!". Gus Rokhim berlari keluar untuk mengambilkan minuman untuk istrinya yang sedang mengerang kesakitan.
Secepat kilat Gus Rokhim sudah kembali dengan nafas memburu.
" I...ini sayang." Ucapnya sambil membantu Himma bangun agar mudah untuk minum.
" Ah.... Sakit mas....ah...!" Rintih himma untuk kesekian kalinya
Gus Rokhim mengusap lembut perut lalu beralih pada punggung himma sembari sesekali mengusap air matanya.Dalam hati lelaki ini berdo'a." Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa istri ku, Bismillahirrahmanirrahim dengan menyebut nama Mu Ya Allah biarkan hambamu ini yang menanggung rasa sakit yang dirasakan oleh istriku.Mudahkan serta lancarkan semuanya berilah keselamatan kepada keduanya Ya Allah.Amin...amin...amin.
__ADS_1
Bibir pria ini tak berhenti membacakan do'a untuk istri dan anaknya.Sesekali Gus Rokhim menciumi kening Himma untuk menyalurkan kekuatan.
" Ah Mas....!" Pekik himma mencengkram lengan Gus Rokhim.saat ini dia merasakan ada desakan dari dalam yang membuatnya ingin mengejan.tapi Himma sebisa mungkin menahan agar tidak mengejan karena kata dokter pembukaan jalan lahirnya belum sempurna.
" Sabar sayang dokter bilang pembukaannya belum sempurna.Tahan sayang jangan mengejan.Ada aku disini ,ada aku." Gus Rokhim semakin terisak melihat himma Manahan rasa sakit, sedangkan tubuh istrinya itu sudah basah dengan keringat.
Gus Rokhim mendekatkan wajahnya pada perut himma sambil berkata" Sayang anak ayah , cepat lah lahir supaya Bunda Tidak kesakitan lagi ya.Ayah sayang kamu."
Seperti paham dengan ucapan ayahnya,perut himma mendadak sangat mulas, lebih mulas lagi dan lagi hingga Himma tak kuat menahan rasa yang sangat mendesak di daerah intimnya.
" Sayang...." Teriak Gus Rokhim.
Gus Rokhim yang panik segera memencet tombol untuk memanggil dokter karena kepala bayinya sudah keluar.
__ADS_1
Mau bagaimana lagi Gus Rokhim pun langsung mengambil tindakan meskipun dia bukan seorang dokter kandungan paling tidak Gus Rokhim tau tindakan pertama yang harus dia lakukan.
" Ayo sayang, sekali lagi ...."Gus Rokhim melebarkan paha himma.
" A........!" Himma mengejan sekuat tenaga.
" oek..oek...oek...!" Suara tangisan bayi memenuhi ruang persalinan, Gus Rokhim langsung mengangkat tubuh bayinya dan memotong tali pusarnya.Tepat pintu ruang persalinan terbuka.Gus Rokhim langsung menyerahkan putranya yang baru saja lahir kepada perawat untuk dibersihkan.Sementara dirinya langsung mendekati Himma dan memberinya ciuman bertubi-tubi pada kening ,pipi dan bibir Himma wanita yang baru saja mempertaruhkan nyawanya demi buah hati mereka.
" Alhamdulillah, terimakasih sayang, kamu luar biasa." Bisiknya disela - sela ciumannya sambil sesekali Gus Rokhim mengusap buliran keringat yang membasahi wajah wanita yang sangat dia cintai.
" Alhamdulillah...." Lirih Himma.
Sementara itu perawat selesai membersihkan bayi laki-laki Buah cinta dari pasangan Gus Rokhim dan Himma.Lalu perawat itu menyerahkan menyerahkannya kepada Gus Rokhim untuk di adzani.
__ADS_1
" Bismillahirrahmanirrahim...." Gus Rokhim mengumandangkan Adzan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri bayinya , setelah selesai Gus Rokhim pun mendoakan bayinya.
" Allahummaj alhu barran Taqiyyan Rasyidan wa anbithu bil islami nabatan hasanatan."( Ya Allah jadikanlah ia orang yang baik, bertaqwa,dan cerdas, Tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan pertumbuhan yang baik.)" Gus Rokhim meniup ubun - ubun putranya sebelum bayi itu dia setahun kepada Himma Gus Rokhim mengecup kening bayinya tiga kali.