
Cinta .....
bisa membuat kita jadi gila
cinta .....
bisa merubah segalanya
cinta ......
membuat kita lupa.....
cinta
membuat kita buta
cinta
merubah rasa tai kucing
menjadi rasa coklat
__ADS_1
cinta
bisa memutus urat malu
Malu Tak ada rasa malu bagi seorang Khusnul khatimah.Tekadnya sudah bulat dia mendatangi sang " Calon mertua " untuk meminta restu bahkan dengan berani dia mengatakan melamar sang pujaan hati.
Benar - benar telah hilang kewarasan
Benar - benar telah putus urat malunya.
Ibu Humaira yang notabene nya adalah seorang ibu yang lembut serta ramah sampai dibuat tercengang oleh pengakuan gadis ABG didepanya itu dia kehilangan kata - kata .
Melihat ibu Humaira menangis Khusnul segera menjelaskan jika Kana tak melakukan perbuatan itu bahkan Kana selalu menepisnya saat Khusnul mencoba menyentuhnya.Dia datang kemari bukan untuk meminta pertanggung jawaban dari Kana tapi murni karena dia memang ingin meminta restu dari keluarga Kana agar dia bisa lebih semangat dalam mengejar Dokter pujaan hatinya itu dengan Kartu ini keluarga yang lain khususnya dari orang tua Kana.
Mendengar penjelasan dari Khusnul ibu Humaira berhenti menangis,dia lega karena anaknya itu masih bisa menjaga diri dan menghormati seorang wanita.
" Khusnul umur berapa....?" Tanyanya pada gadis itu.
" Delapan belas Tahun Tante, Khusnul baru saja lulus SMA." jawab Khusnul
" Mau kuliah dimana....?"
__ADS_1
" Khusnul gak mau kuliah Tante Khusnul mau jadi istrinya Dokter Kana saja." jawabnya dengan enteng.Ibu Humaira tersenyum dia menggeleng benar - benar gadis yang Aneh.
" Tante mau kan kasih restu sama Khusnul buat mengejar Dokter Kana." Tanya Khusnul penuh Harap.
Ibu Humaira tersenyum dia bisa melihat ketulusan dan kesungguhan dari gadis didepanya itu.Lalu diraihnya tubuh Khusnul dan membawa kedalam pelukannya.
" Tante akan berikan Restu pada Khusnul asal Khusnul yakin dengan pilihan Khusnul, dan Tante akan mendukung asal niat Khusnul baik.Ingat jangan melebihi batas ya.Jaga diri Khusnul dengan baik.Karena sebaik-baiknya Wanita adalah yang bisa menjaga diri agar tak tersentuh oleh laki- laki yang bukan muhrimnya.Dan sebaik-baiknya lelaki adalah yang bisa menghormati dan melindungi seorang wanita."
" Jika seseorang mengatakan dia mencintaimu,maka dia akan senantiasa menjagamu dan menghormati mu.Cinta sejati mampu bersabar untuk tidak menyentuh wanita yang dia cintai sampai takdir menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan." Bu Humaira memberikan wejangan pada Khusnul tentang hakikat cinta yang sebenarnya.Khusnul merasa sangat beruntung tak membatalkan niatnya datang kerumah ini,Ibu dari dokter Kana itu bukan hanya baik dan ramah tetapi dia juga sangat bijaksana.Dia mendapatkan ilmu baru yang tak pernah dia dapatkan dari keluarganya.
Walaupun ibunya juga menyayanginya tapi nasehat seperti ini tak pernah dia dapatkan dari sang ibu, Ibu Khusnul memang terlahir dari keluarga yang hanya mengerti tentang harta dan tahta.
Sedangkan Ibu Humaira adalah sosok seorang wanita yang sangat peka karena dia selalu menjadi tempat curhat anak - anaknya.Tapi selama ini dia tak pernah mendengar tentang gadis ini dari mulut Kana.
" Makasih Tante ,aku senang bisa mengenal Tante.Tante adalah calon mertua idaman." Khusnul memeluk Wanita yang dia klaim sebagai calon mertuanya.
Bu Humaira membalas pelukan dari Khusnul ,dia mengelus punggung belakang gadis itu dengan penuh kasih sayang.
Betapa beruntungnya Si kembar Kara - Kana dan Himma terlahir dari rahim seorang wanita bijaksana seperti Ibu Humaira,Wanita itu mampu menciptakan kehangatan dalam keluarganya yang mungkin jarang kita temui dalam kehidupan kita.Ibu Humaira selalu memandang Sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda, dan dia mampu menarik ukur dari setiap masalah yang ada sehingga bukan dengan cara memaki menggunakan kata - kata kasar tapi dengan tutur kata yang lembut.
Meski menurut semua orang kelakuan Khusnul dalam mengejar Kana adalah Gila ,tapi menurut Ibu Humaira itu bukanlah sebuah kegilaan,tapi adalah sebuah usaha dari seorang gadis yang baru saja mengenal cinta sehingga bukan penolakan yang diberikannya kepada Khusnul tapi malah Sebuah nasehat.
__ADS_1