
Mama Humaira begitu antusias ingin segera bertemu dengan cucu pertamanya,meski membutuhkan paling tidak empat jam namun semangat mama Humaira tak pudar.
" Aku sudah tak sabar ingin segera menggendong cucuku.Seneng nya Mama." Selama perjalanan tak henti hentinya mama membahas tentang cucu pertamanya.
Papa,Kana serta Khusnul hanya bisa menjadi pendengar setia.Sesekali mereka ikut menimpali ke antusiasan Mama.
" Khusnul,maafin Mama ya dia terlalu senang menjadi nenek baru."Papa yang melihat Khusnul agak murung segera meminta maaf,Papa Ahmad adalah seorang ayah yang sangat peka , seperti halnya Kana makanya hanya dengan melihat raut wajah menantunya dari kaca spion saja Papa sudah faham apa yang dirasakan oleh Khusnul.
" Loh ,ada apa sayang...?" Mama yang baru saja sadar dengan raut wajah Khusnul langsung bertanya.
" Mama ini gak peka banget sih." Sindir Kana dari kursi depan.Kana yang mengemudikan mobilnya,papa duduk dikursi depan sedangkan Khusus dan mama berada di kursi belakang.
" Maaf,mama gak bermaksud apa - apa kok sama Khusnul.Dengar sayang,Anak itu adalah Amanah Allah,Mama dan Papa juga suami kamu gak maksa kok sayang.Jadi jangan sedih ya lagian Kamu kan masih muda nikmatin masa " kalian.Oke jangan sedih hmm." Karena merasa bersalah akhirnya mama memilih maaf pada Khusnul.
Mama Humaira memang tidak bermaksud menyindir Khusnul meski belum ada tanda - tanda Khusnul Hamil.
Mama Humaira bukanlah tipe mertua seperti mertua pada umumnya yang sering mempermasalahkan tentang cucu,baginya biar itu menjadi Takdir Allah.
" Iya ma, maaf karena Khusnul terlalu takut." Ucap Khusnul menyesal.
Mama Humaira langsung memeluk Menantunya itu.
__ADS_1
" Jadi jangan sedih lagi ya.Mama tetep sayang kok sama Khusnul." Kata Mama.
Empat jam lebih sepuluh menit akhirnya mereka sampai juga.
" Sayang..." Mama langsung memeluk Himma yang sedang duduk bersandar headboard ranjang.
" Mama ..." Himma pun membalas pelukan mama.
" Selamat ya sayang." Ucap papa bergantian memeluk Himma
" Makasih Pa."
" Selamat ya Himma ." Ucap mereka
Ucapan selamat serta doa tak henti hentinya didapatkan oleh Himma dan keluarga kecilnya.
" Oh iya siapa namanya..." Tanya Khusnul
" Tunggu biar ayahnya yang kasih nama kak." jawab Himma , pasalnya sang suami sedang tidak ada disana sekarang.
" Oh jadi belum dikasih nama ya.Biar Pak de saja yang kasih nama.!" kata Kana .
__ADS_1
Pak De (Bapak Gede)adalah panggilan orang Jawa kepada kakak laki-laki dari ayah atau ibu.
Sedangkan Adik laki- laki dari ayah atau ibu biasa dipanggil Pak Lik ( Bapak cilik)
Jadi Kana dipanggil Pak de Kana, Gus Rohman dipanggil Pak de Rohman.
sedangkan Khusnul di panggil Bu de Khusnul dan Ulfa di panggil dengan Bu De Ulfa.
"Pak de....?" Tanya Khusnul
" Iya Bapak Gede dan kamu di panggil Bu de Ibu gede ." Jawab Kana sambil terkekeh.Khusnul hanya bisa pasrah.
" Mama di panggil Nenek Papa di panggil Kakek." Mama ikut menimpali
" Abah di panggil Kakung,Umi di panggil Mbah Uti." Gus Rokhim yang baru saja masuk langsung menimbrung dengan tema Panggilan itu.
"Dan Kami di panggil Ayah Bunda." Gus Rokhim memeluk Himma didepan keluarganya.
Entah mengapa melihat kemesraan Himma dan Gus Rokhim, ada sedikit rasa tak nyaman didalam hati Gus Rohman.
Masihkah Gus Rohman mencintai Himma ...?
__ADS_1