Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 6 # MEMBALAS


__ADS_3

pagi ini barjalan seperti biasa namun ada yang beda dari rasa yang himma rasakan saat ini hari ini dia tidak terlalu semangat seperti hari- hari yang lalu bagaimana himma bisa semangat jika pikiran nya masih bimbang.


bahkan hari ini ia sangat enggan keluar dari kamar apalagi bila harus pergi mengajar.himma masih belum siap jika nanti bertemu dengan pengagum rahasianya yang sekarang sudah bukan rahasia lagi.


sampai ketika jam sudah menunjukkan pukul tujuh himma tak beranjak dari ranjangnya meskipun ia sudah rapi dengan gamis berwarna tosca dengan balutan hijab panjang berwarna putih tulang.


" hei himm kamu g berangkat.....? sakit...?


sebuah suara menyadarkan dari lamunan nya.


" ah iya ul aku kurang enak badan nih kayaknya." jawabnya sedikit meringis sambil memijit pelipisnya


himma terpaksa berbohong kepada Ulfa agar tak banyak pertanyaan dari sahabatnya itu.himma memang tak menceritakan apa yang terjadi padanya.dia hanya belum siap jika harus ada mengetahui tentang dia dan Gus rohman.meskipun Ulfa adalah sahabat nya tapi himma tau bahwa diam - diam Ulfa juga mengagumi sang gus.himma hanya tak mau jika sahabatnya itu kecewa .


" kamu istirahat saja him jangan kemana- mana.". sudah minum obat....?" kata Ulfa sambil duduk mendekati himma.


" belum aku belum minum obat,udah berangkat sana ntar telat lagi." himma mendorong sahabat nya itu agar segera berangkat.


" ya deh....aku berangkat.kamu Baek - Baek ya..."


Ulfa.


setelah Ulfa berangkat

__ADS_1


drt...drt....drt.....


ponsel milik himma yang ada diatas bantal bergetar.....


📱 unknown number


" assalamualaikum dek himma...! "


deg....


sebuah pesan singkat dari seseorang yang ada dalam pikirannya.bagaimana ia tak gugup walau pesan itu hanya say hello namun dalam profil pesan itu ada wajah yang tersenyum sangat indah.yah pesan singkat itu dari sang Gus yang membuat himma bingung harus berbuat apa bahkan dia sampai harus ijin tidak mengajar karena belum siap untuk bertemu langsung dengan orang itu.


kring...kring....kring.....


belum sempat himma membalas pesannya orang itu sudah melakukan panggilan kepadanya.


" oh ya Allah bagaimana ini....dia telfon lagi..."


batinnya dengan memandangi handphonenya


" bismillah..." sebelum menjawab panggilan itu himma berdoa terlebih dahulu.


" ehm.... Assalamualaikum iya Gus ada yang bisa saya bantu." akhirnya kata itu yang terucap dari mulutny.

__ADS_1


" waalaikum salam dek himma ....kok ijin tidak mengajar ada apa ? apa dek himma sakit...?" tanya orang diseberang sana memberondong


" oh iya seperti nya saya tidak enak badan Gus.mohon maaf sebelumnya." jawab himma gugup.


" sudah minum obat...?" tanya nya lagi


" oh belum Gus ini mau minum obat." kata himma


" oh baiklah istirahat dulu dan semoga segera sehat,dan jangan lupa saya tunggu balasan dari dek himma." Assalamualaikum." kata Gus Rohman


" iya terima kasih Gus waalaikum salam." jawab himma mengakhiri panggilan dari Gus Rohman.


" hhhhhahhhhh kutunggu balasan oh ayolah Gus kumohon jangan membuat aku bingung....!!! jeritnya dalam hati.


balas balasan macam apa yang harus ia berikan pada sang Gus....??


menolak.....? kan sayang kalo di tolak secarakan dia juga ada rasa sama Gus tampan itu walaupun selalu dia tepis


menerima ....? emang apa yang harus ia terima...?? orang Gus Rohman saja hanya bilang jatuh cinta tidak meminta himma jadi kekasih atau jadi istrinya kan......


***


huhuhu reader himma harus gimana dong....?

__ADS_1


kasih saran donk......?


__ADS_2