Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 139


__ADS_3

" Ulfa tunggu ,kenapa kamu marah padaku....?"Gus Rohman mengejar Ulfa yang terlihat marah.


Ulfa memang marah kepada suaminya itu, bagaimana tidak pandangan Gus Rohman tak pernah lepas dari sosok himma tadi saat mereka berada di kediaman himma dan Gus Rohman.


" Gus tanya pada diri Gus sendiri, kenapa aku bisa marah sama Sampean." Jawab Ulfa emosi


" Apa salah ku ,tolong jangan main tebak-tebakan ul ...?"


" Main tebak-tebakan...?" Ulfa semakin emosi


" Sekaran aku tanya ke Gus, aku ini siapamu Gus ...?"


" Tentu saja kamu adalah istriku...?"


" Baik ,aku adalah istri Gus ,lalu harus pada siapa pandangan Gus tertuju disaat ada aku diantara Gus dan keluarga Gus....?"


" Tentulah kamu..."


" Oh ya ,coba Gus ingat - ingat selama dirumah adik Gus tadi, pada siapa mata sampean tertuju hmm?" tanya Ulfa sinis

__ADS_1


Gus Rohman hanya bisa diam keki, dia kaget ternyata Ulfa tau jika pandangannya tak pernah lepas dari Himma.


" Sudah ingat....?" Tanya Ulfa meledek


" Aku...." Gus Rohman gugup


" Sekarang aku tanya lagi,apakah perbuatan Gus Rohman itu pantas..."


" Aku tidak menyalahkan Himma Gus ,tapi Gus mata dan otak Gus yang harus disalahkan.Aku sangat sadar akan posisiku ,tapi bukankah Gus sendiri yang bilang padaku kalau Gus akan berusaha melupakan perasaan Gus pada Himma,lalu sekarang mana ....?"


Ulfa benar - benar emosi bila teringat mata Suaminya tak pernah lepas dari sosok himma.Betapa beruntungnya sahabatnya itu dicintai banyak pria.Apalagi suaminya.


" Hah tidak sengaja Gus bilang haha...!" Ulfa tertawa sinis lalu pergi dari hadapan suaminya


Ulfa merasa miris sekali hidupnya ini dinikahi oleh pria yang sangat dia cintai, ternyata pria itu malah mencintai sahabatnya sendiri.Meski pasrah pada keadaan tapi haruskah cinta lama itu bersemi kembali.Bukankah lelaki itu sudah berjanji akan menempatkan namanya pada tahta tertinggi dihati lalu mana janjinya.


Siapa yang harus disalahkan disini perasaan Gus Rohman terhadap Himma ,ataukah takdir yang tak membuat mereka bersama.


Rumit sekali.Ingin rasanya dia menyerah ,tapi tidak bukankan ini ujian dalam rumah tangganya.Dia tidak diuji dengan kekurangan materi, di uji dengan musibah juga tidak yah inilah ujian dari Allah ujian bagaimana dia bisa tetap bertahan dengan perasaan seperti ini.Jika Himma di uji dengan kehilangan anak maka berbeda dengan dirinya yang diuji dengan cara bagaimana dia harus tetap bertahan menghadapi Suaminya yang sedang terpesona kembali dengan cinta pertamanya.

__ADS_1


Yah Ulfa sadar jika duri tidak boleh kalah dan menyerah begitu saja kini tekadnya sudah bulat merebut kembali hati yang ingin berpaling itu.


Jika dengan perbuatan tak bisa maka dia yakin dengan cara berdoa pastilah dia akan menang .Bukankah Allah itu seperti apa yang kita pikirkan.Allah akan lebih mendekat jika kita berfikir Dia dekat, dan Allah akan menjauh jika kita berdiri bahwa Dia jauh.


Yah Ulfa akan berusaha merebut hati Gus Rohman kembali bagaimana pun caranya.Bukankah ini akan lebih mudah karena himma tak merasakan apa yang dirasakan oleh Gus Rohman,cinta himma kini sepenuhnya buat Gus Rokhim Suaminya yang baru saja kembali setelah menghilang beberapa Hari.


******


Di sebuah rumah sakit


Tuan Lexi duduk termenung di sebelah brankar dimana terdapat seorang wanita cantik masih asik menutup mata.


Tuan Lexi memandang penuh kepada wanita itu dia sedang berusaha menyelami rasa didalam dadanya apakah masih sama seperti dulu lagi rasanya cintanya pada gadis dihadapannya itu setelah dia sempat terpesona dengan Himma.


Dulu Tuan Lexi begitu mengagumi wanita itu ,meski wanita itu tak mau menikahi dengannya.Dia akan tetap menunggu sampai kapan pun.


Tapi kenapa setelah bertemu dengan istri Gus Rokhim rasa itu tak lagi sama seperti dulu.


Kenapa kini hati dan otaknya penuh dengan nama himma ...?

__ADS_1


Andai Wanita berhijab yang memiliki senyuman mempesona itu bukan istri orang ,sudah pasti dia akan menculik dan membawa Himma kabur.


__ADS_2