Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 141


__ADS_3

"Sayang,kamu sangat cantik aku beruntung memiliki kamu." Gus Rokhim mengecup bibir Himma sekilas.Bibir yang sangat ia rindukan beberapa hari ini.


" Mas juga sangat tampan ,aku pun beruntung bisa jadi istri dari mas.I love you." Himma pun juga sangat merindukan kecupan - kecupan dari sang suami.


" Ayo kita berangkat." Gus Rokhim menarik tangan himma dengan lembut selembut cintanya kepada wanita itu.


Himma adalah seorang wanita biasa tapi memiliki pesona yang bisa membawa seorang pria jatuh cinta pada pandangan pertama contoh nyatanya adalah Gus Rohman,Gus Rokhim sendiri bahkan sekarang ada tuan Lexi pria asal Italia itu jatuh cinta pada saat memandang himma yang sedang dalam keadaan pucat sekalipun.


Padahal Tuan Lexi adalah pria yang tak mudah jatuh cinta pada wanita dia hanya setia pada satu wanita yaitu wanita yang telah ditolong oleh Gus Rokhim waktu itu,wanita yang kini masih terbaring dirumah sakit karena overdosis.


Entahlah setiap orang yang memandang himma merasakan keindahan tersendiri.


Apalagi senyuman wanita itu bisa membuat hati menjadi adem.

__ADS_1


Gus Rokhim membawa himma menuju pemakaman baby Akmal.Sungguh ini adalah pertama kalinya Gus Rokhim melihat makam anaknya setelah dia kembali.


Penyesalan itulah yang dia rasakan saat ini ,menyesal karena dia tak ada ketika anaknya menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya.


Pertama kali yang dia lakukan ketika dia telah sampai di pusara bertuliskan nama putranya adalah menangis dan bersimpuh disebalah pusara itu.


" Bismillahirrahmanirrahim....." Gus Rokhim berdoa, mendoakan agar anaknya itu mendapat kan tempat terbaik disisi Allah.


Selesai berdoa Gus Rokhim masih betah bersimpuh.


" Mas ,sama seperti diriku anak kita pasti memaafkanmu.Mas gak salah disini keadaanlah yang memaksa kita jadi seperti ini.Anak kita pasti tau kamu menyayangi nya." Ucap Himma ikut terisak ,Ibu dan ayah manakah yang tidak merasakan pilu ketika berkunjung ke pusara sang Putra.


" Mas ,ayo kita pulang sepertinya hari akan hujan." Akhirnya Himma mengajak Suaminya untuk segera pulang.Sudah cukuplah mereka merasakan kesedihan itu.Kini waktunya untuk mereka untuk menata masa depan,memperbaiki semuanya agar kedepannya menjadi lebih baik.Semua itu bisa dijadikan pengalaman.

__ADS_1


" Yah ayo sayang." Gus Rokhim pun bangkit dan mengulurkan tangannya untuk membantu Himma untuk berdiri.


Himma tersenyum sangat manis menatap suaminya itu.


" Terima kasih Mas." Himma menerima uluran tangan dari sang suami.


Didalam mobil menuju restoran dimana mereka akan bertemu dengan Tuan Lexi


" Sayang, bagaimana kamu bisa memaafkan aku, setelah aku melakukan kesalahan yang begitu besar pada kalian." Tanya Gus Rokhim


" Karena aku Yakin mas tidak bersalah, aku percaya bahwa mas bukanlah laki-laki yang tidak bertanggung jawab.Aku sangat yakin jika saat itu mas dalam kesusahan." jawab Himma sangat yakin tak terlihat sama sekali keraguan dimatanya.


" Terima kasih sayang,atas kepercayaanmu buat aku.Aku sangat mencintaimu sayang."Gus Rokhim mengecup tangan himma

__ADS_1


" Aku tau mas sangat mencintai kami,mas tau saat terjadi gangguan mental padaku,bukan karena aku tak terima dengan kepergian anak kita tapi karena mas tak ada kabar." Himma ingat sangat ingat bagaimana dia menjadi gila saat itu.


" Maka dari itu jangan pernah mas tinggalkan aku." Pinta himma dengan pandangan nanar


__ADS_2