
" Bukan aku tak suka kamu berpenampilan seperti ini cinta....aku senang tapi hanya didepan ku saja jangan didepan lelaki lain ok." Kana mengelus bibir yang baru saja dikecupnya itu.
Khusnul hanya mengangguk lidahnya sangat kelu jantung nya bertalu - talu tak karuan.Kesadaranya kembali pulih ketika sebuah kecupan kembali mendarat dibibir lalu dikeningnya.
" Terus aku harus gimana sekarang....?" Tanya Khusnul
" Sekarang kamu pulang dan ganti baju ok.Tunggu aku pulang , mengobrol lah dengan mama ...!" Perintah Kana dengan lembut.
Khusnul melangkah keluar meninggalkan ruang kerja Kana Semangatnya yang membara tiba - tiba padam begitu saja setelah mendengar penjelasan dari Kana.Niat hati ingin memberikan kejutan malah dia yang dapat kejutan dari suaminya.
Kana menghela nafas." Sabar....sabar ....resiko punya istri kecil." Kana teringat pesan dari Gus Rokhim sahabat sekaligus adik ipar nya itu.Saat berpamitan mau pulang kemarin adik iparnya itu berpesan agar lebih sabar dalam menghadapi gadis kecil itu,Ya Khusnul memang beda dari Himma yang paham betul tentang Kehidupan wanita muslim sementara Khusnul adalah gadis yang masih sangat butuh bimbingan mulai dari nol.
__ADS_1
******
" Hallo kakakku sayang ,apa kabar ,lagi apa sekarang....?" Tanya Himma kepada Khu dengan melakukan panggilan video.
" Baik ,kamu sendirian gimana kabarnya...aku boleh curhat." Bukan Khusnul namanya jika tak memberondong seseorang yang sudah akrab dengannya dengan berbagai macam jenis pertanyaan.
Himma hanya terkekeh mendengar suara kakak iparnya itu apalagi wajah gadis itu sangat antusias ingin mencurahkan apa yang ada di dalam fikiranya.
" Tentu saja boleh." Himma tersenyum.Lalu Khusnul menceritakan tentang apa yang dia lakukan untuk suaminya dan diapun menceritakan semua yang Kana Katakan padanya.
Namun hal itu tak membuat Himma mengoloknya justru dia sangat senang karena dengan hal ini mereka bisa lebih akrab lagi.
__ADS_1
" Benar apa yang kak Kana katakan sama kak Khusnul,Wanita itu akan lebih berharga jika dia hanya memperlihatkan keindahannya hanya kepada lelaki yang telah menjadi suaminya.karena sebaik - baiknya wanita adalah dia yang mampu menjaga dirinya dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya."Himma menjelaskan dengan penuh kelembutan kepada kakak iparnya itu.Ya Himma adalah sosok wanita yang bijaksana dan penuh dengan kelembutan sama halnya mama Humaira.
Dengan seksama Khusnul mendengar kan penjelasan dari adik ipar itu.
" Apa itu Aurat...?" Khusnul yang minim akan Ilmu agama itu sedikit bingung dengan istilah aurat meski kata - kata itu bukanlah kata yang asing baginya.
" Aurat adalah bagian dari tubuh manusia yang wajib ditutupi dari pandangan orang lain dengan pakaian.Menampakkan aurat bagi umat muslim dianggap melanggar Syariat dan hukumi sebagai sebuah dosa.Batasan aurat untuk laki-laki yang wajib ditutup adalah antara pusar dan lutut hal itu berlaku baik dengan saudara,teman atau orang lain dan hanya istrinya lah yang boleh melihat aurat itu, sementara untuk kita para perempuan batas aurat yang harus ditutupi adalah mencakup semua hal kecuali wajah dan telapak tangan.Dan hanya kepada sang suami saja kita diperbolehkan untuk membuka semua aurat kita." Himma menjelaskan panjang kali lebar dengan sangat detail.
Khusnul mangut - mangut mencoba mencerna penjelasan dari Himma dari panggilan video yang berlangsung.
" Apa mbak Khusnul Paham....?"Tanya himma memastikan apakah kakak iparnya itu benar - benar mengerti dengan penjelasan darinya.
__ADS_1
" Lalu bagaimana dengan mereka diluar sana yang dengan sengaja memperhatikan keindahan tubuhnya pada khalayak ramai....?"Khusnul mencoba mencari pembelaan.
" Kalau masalah yang itu kita tidak perlu ikut campur .Yang terpenting adalah diri kita sendiri mari kita berusaha menjadi yang baik karena mengharapkan Ridho Allah dan kenapa kita harus patuh kepada suami karena suami adalah jalan istri mendapatkan Ridho Allah." Lagi Himma selalu bisa memberi jawaban yang mudah dipahami oleh Khusnul.