Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka

Gus ROKHIM,Sang Penutup Luka
BAB 82 . Tasyakuran


__ADS_3

Cinta adalah ketulusan


cinta adalah menerima kekurangan


cinta adalah meluruskan yang bengkok


cinta adalah kesabaran


cinta adalah Karunia Tuhan


cinta adalah melindungi


cinta banyak hal bisa kaitkan dengan cinta.Cinta itu memang indah maka menciptakan keindahan adalah bagian terpenting dari cinta.Bukankah dengan cinta kita bisa bahagia bukankah seharusnya cinta merubah air mata menjadi tawa,lalu mengapa masih banyak dari kita yang menangis bahkan putus asa hanya karena cinta....?


Hari ini adalah hari Minggu dimana acara tasyakuran atas kehamilan himma di laksanakan.Mereka mengundang Mama Humaira mengundang para tetangga dan saudara,serta kerabat bahkan orang tua Gus Rokhim juga datang sedangkan Gus Rohman dan Ulfa tidak bisa datang karena kondisi Ulfa sendiri yang juga sedang hamil dan mengalami morning sicknees sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh.

__ADS_1


Acara sebentar lagi akan dimulai para tamu sudah berdatangan.


" Lho ternyata Himma sudah menikah lebih dari setahun ya....!"


"kok gak ada resepsi, padahal Pak Ahmad bukan keluarga kurang mampu."


" Eh mana ini himma dan suaminya kok dari tadi belum kelihatan sih."


Bisik - bisik para tetangga yang datang ke acara syukuran kehadiran Himma.Saat para tamu sedang bisik - bisik Himma datang dengan digandeng Oleh suaminya.Meski perbedaan tinggi mereka sangat jauh tapi mereka tetaplah pasangan yang serasi.


Himma dan suaminya menyapa semua tamunya dan mengucapkan terimakasih atas kedatangan mereka semua.Dengan bergandengan tangan mereka menghampiri satu persatu tamunya.


Setelah menyapa semua tamu ,Gus Rokhim membawa himma untuk duduk di atas tikar sama seperti para tamu.Mereka semua mendengarkan Tausiah dari Abah selaku penceramah.


Abah menerangkan perjalanan janin mulai dari terbentuknya gumpalan darah , ditiupkannya roh sampai janin menjadi sempurna dan terakhir lahirlah sang bayi ke dunia ini.Abah berpesan kepada pasangan yang sedang berbahagia ini untuk selalu berdoa agar kelak janin itu menjadi sosok orang yang Sholeh Sholihah dan bisa bermanfaat.

__ADS_1


Acara diakhiri dengan doa bersama dan yang paling akhir yaitu makan bersama.Mama telah menyiapkan beberapa menu tak lupa urap - urap sayur dan telur rebus untuk para tamu.


Acara pun telah usai ,para tamu satu persatu mulai berpamitan.Abah dan Umi pun juga berpamitan ,tapi Papa Ahmad tak mengijinkan mereka.Papa meminta agar Abah dan Umi menginap saja.Karena dipaksa akhirnya Abah dan umi pun menginap.


" Capek sayang ."Tanya Gus Rokhim kepada Himma.


" Sedikit." Himma tersenyum,yah suaminya ini memang selalu perhatikan kepadanya


" Sini aku pijat berbaringlah!" Perintahnya kepada Himma agar berbaring diatas tempat tidur.


" Makasih mas." Karena merasa lelah akhirnya Himma pun menurut.Ia berbaring diatas tempat tidur dan sang suami memijatnya dengan begitu lembut hingga tak terasa himma pun terlelap karena merasa keenakan dipijit oleh tangan suaminya itu.


Gus Rokhim memang sosok suami sempurna.Selain baik dan sabar dia selalu perhatian kepada istrinya itu.Gus Rokhim tersenyum melihat himma terlelap dalam hatinya dia tak henti - hentinya bersyukur karena bisa menjadi suami himma.Dia bersyukur bisa menyayangi, mencintai,menjaga dan melindungi wanita yang kini telah menjadi istrinya itu dan wanita itu kini telah mengandung buah cinta mereka.


Gus Rokhim mencium kening himma,lalu tangan kanannya mengusap perut himma yang masih rata dan melantunkan doa diatasnya.

__ADS_1


"Ya Allah jagalah anakku selama ia berada didalam perut istriku ,sehatkan ia , sesungguhnya Engkau yang maha menyehatkan,Tak ada kesehatan kecuali kesehatan kesehatan yang tak terganggu penyakit."


Selain mendoakan calon anaknya,Gus Rokhim pun mendoakan sang ibu dari calon anaknya itu agar diberikan kesehatan dan kekuatan dan dilancarkan kehamilannya ini sampai dimudahkan proses kelahirannya nanti.


__ADS_2