
Kana mencekal tangan papa Husnul yang akan menampar gadis yang selalu mengejarnya itu.
" Siapa kamu ,jangan ikut campur dengan urusan keluarga ku.'" Papa Khusnul semakin geram karena ada orang asing yang ikut campur.
" Tuan tolong jangan kasar dengan perempuan." Ucap Kana.
" Ini urusanku bukan urusanmu ,pergi kau.." jawab papa Husnul menepis tangan Kana yang masih mencekal lengannya.
" Oke ini memang urusan Tuan.Tapi aku tak akan membiarkan seorang pria berbuat kasar pada wanita." Kata Kana
Papa Husnul mendengus marah.Lalu pergi meninggalkan mereka
" Are again ok...?" Tanya Kana pada Khusnul.Khusnul hanya mengangguk lalu dia menghampiri sang mama yang sedang duduk tak berdaya di samping meja ruang tamu dengan dahi yang terluka.Khusnul membantu sang mama untuk berdiri.Kana yang melihat ekspresi sendu Khusnul merasa sedih.
" Dokter pulanglah ini sudah sore." kata Khusnul setelah membantu sang mama duduk diatas kursi.
__ADS_1
" Tapi kamu dan mamamu butuh...."
" Kami baik - baik saja dok ,jangan khawatir hal seperti ini sudah biasa bagi kami bahkan pap sering mencekiknya kami.Kalau bukan karena kuasa Tuhan mungkin kami sudah mati." Ucap Khusnul menjelaskan dengan ekspresi yang sulit untuk dijabarkan, tak ada air mata yang keluar dari mata dua wanita beda usia itu.
Otak Kana berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh Khusnul.
" Astaghfirullah,benarkah kejadian ini sudah biasa mereka dapatkan dari Lelaki itu.Bukankah dia adalah anggota dewan yang akan mencalonkan diri menjadi Gubernur, dan namanya digadang - gadang sebagai sosok yang baik.." Dalam hati Kana bertanya - tanya.
" Dokter pulanglah...." pinta Khu sekali lagi berusaha tersenyum,tapi Kana tau jika senyuman itu hanya senyuman palsu.
Dalam perjalanan pulang tak henti - hentinya Kana memikirkan sosok Khusnul, gadis yang dia anggap gila karena tingkah lakunya itu ternyata menyimpan luka yang tak pernah dia tunjukkan di hadapan orang lain.Semua orang menganggap betapa beruntungnya menjadi seorang Khusnul khatimah putri semata wayang anggota dewan yang terhormat hidup kaya raya dan terkenal,Tapi kenyataan nya hidup gadis itu tak seindah yang mereka kira.
Kana merasa tersayat hatinya membayangkan kehidupan Khusnul yang terlihat baik - baik saja tapi penuh dengan luka.Bagaimana bisa dia menyimpan semua itu sendirian.
" Ya Allah ampunilah saya yang selalu bersuudzon padanya." Mohon Kana kepada Tuhannya
__ADS_1
" Berilah mereka kekuatan Ya Allah." Kana merasa miris mengingat perkataan Khusnul yang mengatakan bahwa dia dan ibunya sudah terbiasa diperlukan semacam itu oleh ayahnya.
Kana heran kenapa masih ada seorang lelaki yang kasar kepada Kaum wanita, bukankah wanita itu harusnya diperlakukan dengan baik.Seharusnya sebagai seorang suami dan ayah lelaki harus menjadi pelindung buat para istri dan putrinya.
Benar - benar perbandingan yang kontras dari keluarganya.Kana,Kara serta sang Papa begitu lembut memperlakukan Mama Humaira dan Himma tak seperti Papa Khusnul yang kasar hingga terbiasa memukul Khusnul dan ibunya.
Begitu pun Gus Rokhim suami dari adiknya itu juga memperlakukan himma dengan sangat lembut.Bahkan tak pernah sekalipun adik iparnya itu menyakiti himma.
Betapa gadis itu sangat hebat bisa terlihat baik - baik saja didepan semua orang, Sungguh sangat luar biasa.
Karena selalu kepikiran Khusnul tak terasa kini mobilnya sudah memasuki halaman rumahnya.Kana melihat dua wanita yang dia sayangi sedang bergurau bersama sedangkan papa dan adik iparnya sedang mengobrol di tempat yang lain.
Kana keluar mobil dan langsung menghampiri dua wanita yang sangat disayanginya itu.Setelah mengucapkan salam Kana langsung memeluk Mama dan adik perempuannya itu.Sambil berbisik
" I love you mama dan adikku sayang."
__ADS_1
Kedua wanita beda usia itu saling memandang seolah bertanya ada apakah gerangan dengan pria berusia 27 Tahun ini.