
memang tadi himma sempat tidur karena pengaruh obat namun ia terbangun ketika mendengar Gus Roy datang dan orang yang ada disana tak menyadari jika himma sudah terbangun
Himma benar benar terkejut.ia tak menyangka jika orang yang telah dia terima menjadi calon suaminya adalah anak dari Abah dan umi.itu artinya pria itu adalah saudara dari Gus Rohman.
hah benarkah .....?
jadi dia akan menjadi ipar dari orang yang dia cintai.
oh Tuhan ......
kenapa serumit ini.....?
bagaimana himma bisa secepatnya melupakan rasa cintanya.....?
permainan macam apa ini.....?
sanggupkah ia bersikap biasa saja jika dia akan selalu bersangkutan dengan Gus Rohman....?
berbagai macam pertanyaan berkecamuk dalam benaknya.
" ehm himma .....kamu tak perlu khawatir kita tak akan tinggal dikediaman Abah setelah kita sah nanti karena aku sudah punya tempat tinggal sendiri yang tak jauh dari rumah sakit ini." kata Gus Roy seolah tau apa yang himma pikirkan.
" ehm iya..." jawab himma canggung
__ADS_1
" Assalamualaikum ." sapa papa Huda dari arah pintu
papa Huda datang bersama kana.papa Huda dan Kana memang sejak tadi keluar untuk mencari udara segar.
" nah papa sudah datang.apa kita bisa segera memulai proses ijab Kabul nya.....? " tanya mama
" ehm apakah kalian sudah siap.....?" tanya Abah bertanya kepada himma dan Gus Roy
" Bismillahirrahmanirrahim." jawab Gus Roy
sebenarnya Gus Roy sangat gugup namun inilah awal dari perjuangan nya dia akan merebut hati seorang Allya nurfahimma dengan status yang halal.
" baiklah bapak Huda mari kita mulai ijabnya" kata Abah.
dengan gugup Gus Roy menerima uluran tangan dari papa Huda.
"Ananda Ahmad rokhim assyarif saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Allya nurfahimma binti Ahmad Huda dengan mas kawin satu unit rumah dan sebuah rumah sakit dibayar tunai." ucap papa Huda lantang dan menghentakkan genggaman tangannya
" saya terima nikah dan kawinnya Allya nurfahimma dengan mas kawin tersebut tunai." ucap Gus Roy tak kalah lantang.
" bagaimana saksi SAH ....?" tanya Abah sebagai penghulu.
"SAH !" jawab para saksi
__ADS_1
" Alhamdulillah." ucap Abah lalu membacakan doa dan semua yang ada disana mengaminkan doa itu dengan hikmat.
selesai membaca doa Gus Roy menghampiri himma yang duduk diatas brankar.
dengan tangan bergetar himma meraih tangan kekar pria yang sudah sah menjadi suaminya itu lalu diciumnya dengan takzim.
gugup tentu saja karena ini adalah perdana dia bersentuhan dengan seorang pria selain papa dan kedua kakaknya.
begitupun dengan sang pria dengan tangan bergetar ia menyentuh kening sang istri tampak ia membacakan sebuah do'a setelah itu ia cium kening himma agak lama .
seulas senyum terbit dari kedua bibir pasangan pengantin baru itu.
meski cinta belum hadir dihati himma untuk sang suami dia sebisa mungkin tetap tersenyum.
bukankah senyum untuk suami besar nilai pahalanya.
semua orang yang menyaksikan pernikahan mereka merasa sangat bahagia.
apalagi sang umi meski ragu akan cinta himma pada putra keduanya tak bisa dipungkiri jika umi juga bahagia.
kedua mempelai itu kini sedang melakukan acara sungkeman kepada para orang tua.karena himma tak bisa menghampiri mereka maka sang suami membantu himma dengan cara membopong tubuh mungil itu menuju para orang tua.
tak ayal semua orang menangis ketika sepasang pengantin baru itu bersujud dibawah kaki mereka.dengan berbagai macam doa dan nasehat terucap dari bibir para orang tua itu.
__ADS_1
pernikahan ala kadarnya itu tetap mengharukan bagi semuanya.sampai sampai salah seorang dokter laki -laki yang diminta menjadi saksi pun ikut menangis.